Berhenti Percaya Mitos, Kanker Harus Ditangani dengan Standar Medis yang Akurat

Annissa Wulan31 Jan 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 31 Jan 2020, 13:30 WIB
Ilustrasi kanker

Fimela.com, Jakarta Kanker adalah salah satu penyakit kronik di dunia. Penyakit kronik adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikendalikan degnan pengobatan yang tepat.

Menurut data WHO, kanker adalah salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas terbanyak di dunia, terdapat sekitar 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian yang terjadi pada tahun 2018 . Sayangnya, sampai saat ini masih banyak orang percaya pada mitos tentang pengobatan kanker.

Sedangkan kanker sebenarnya membutuhkan tatalaksana pengobatan yang sifatnya ilmiah dan evidence-based. Para pasien kanker diminta untuk mengikuti prosedur pengobatan yang tepat.

Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, Ahli Hematologi Onkologi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo memberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya para pasien kanker mendapatkan pengobatan yang tepat. Istilah pertama yang harus dikenali adalah tumor.

Tumor memiliki dua jenis sifat, yaitu jinak dan ganas. Perbedaannya terdapat pada kemampuan tumor tersebut untuk melakukan penyebaran dan menjadi kanker.

 

 

Kanker harus ditangani dengan pengobatan berbasis ilmiah yang akurat

kanker serviks
ilustrasi dokter/Photo by rawpixel.com from Pexels

Kanker terjadi karena proses yang panjang, menyebabkan perubahan genetik dalam sel. Untuk mengetahui apakah tumor yang dimiliki seseorang sudah pada tahap kanker, perlu dilakukan biopsi.

Dan ternyata masih banyak orang yang takut melakukan biopsi dengan kepercayaan bahwa tindakan biopsi bisa menyebabkan penyebaran kanker itu sendiri. Biopsi dilakukan dengan pembedahan yang seharusnya tidak berdampak buruk.

Namun, biopsi seharusnya juga ditindaklanjuti dengan pengobatan yang akuran dan waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga, para pasien kanker yang memutuskan untuk biopsi diharapkan sekaligus juga mengikuti tindakan pengobatan selanjutnya, yaitu memastikan apakah kanker tersebut telah menyebar ke organ lainnya melalui CT Scan atau PET Scan.

Pemeriksaan ini bentuknya adalah keharusan, karena pengobatan untuk kanker yang sudah menyebar dan belum menyebar berbeda. Menurut dr. Ikhwan, pengobatan kanker dibagi menjadi 2, yaitu lokal dan sistemik.

Pengobatan lokal adalah operasi dan radiasi. Sedangkan pengobatan lokal dilakukan dengan memasukkan obat ke dalam tubuh, seperti kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi.

Kanker harus ditangani dengan pengobatan berbasis ilmiah yang akurat

gejala kanker hati
ilustrasi cek kesehatan/Photo by rawpixel.com from Pexels

Pengobatan kanker memiliki berbagai target tergantung dari stadiumnya dan umumnya bersifat paliatif jika kankernya sudah menyebar, yaitu meningkatkan survival pada pasien. Kanker awal yang bisa dioperasi, kemoterapi, lalu sembuh masih memiliki potensi untuk kambuh dan menyebar ke organ lain, sehingga penting untuk terus memantau kondisi sampai dengan 5 tahun.

Kanker yang memiliki tingkat kesembuhan paling tinggi adalah kanker kelenjar getah bening, kanker padat pada anak, kanker testis, dan sebagian kecil kanker paru jenis sel kecil. Karena ketakutan yang begitu besar, masih banyak pasien justru mencari alternatif pengobatan kanker yang tidak terstandar.

Yang perlu diketahui adalah tatalaksana pengobatan kanker secara medis dilakukan berdasarkan prosedur yang berlaku secara internasional. Indonesia biasanya berkiblat pada panduan dari Amerika Serikat dan Eropa, atau panduan nasional dari Kementerian Kesehatan.

Inilah pentingnya mengedepankan komunikasi pada pasien kanker dan keluarga, agar tercipta kepercayaan antara dokter dan pasien itu sendiri. Hal ini juga merupakan strategi agar para pasien dan keluarga tidak mudah terpengaruh pada mitos tentang pengobatan kanker non medis yang tidak terbukti secara ilmiah, justru meningkatkan risiko yang berbahaya.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela