Keputusan Resign Memang Perlu Diimbangi Tanggung Jawab Besar

Endah Wijayanti31 Jan 2020, 14:15 WIB
Diperbarui 31 Jan 2020, 14:15 WIB
hasil terindah

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Dwi A - Jakarta Pusat

"Menjadi diri sendiri yang terus memperbaiki diri." Tujuh kata yang menjadi mantra-mantraku setiap hari. Kata mantra mungkin terkesan “terlalu tinggi”, tapi biarlah aku lebih senang menyebutnya mantra. Yakin berhasil dengan mantra itu? Pertanyaanku yang kuucapkan pada diri sendiri setiap hari menjelang tidur. Kemudian mengingat-ingat hari ini apa saja yang telah aku lakukan. Apakah sejalan sesuai dengan rencana yang telah aku list di buku harian untuk target harian?

Kemudian aneka tanya bergelayut di dalam pikiran, dan pernah berada di fase merasa sudah usia segini namun kok merasa masih begini-begini saja. Ada apa gerangan? Bagaimana dengan mantra yang telah diucap setiap hari di atas?

Menelaah satu per satu, apa saja yang menjadi kendala dalam hidupku, sampai bisa merasa di tahap begini-begini saja. Menemukan beberapa jawaban yang masih merasa tidak yakin apakah benar atau tidak. Puncaknya ketika di akhir tahun 2019. Bahwa aku harus membuat resolusi besar dalam hidupku di tahun 2020. Tidak mau terkungkung dengan pikiran dan asumsi diri sendiri.

Awal bulan Januari aku tekadkan bulat untuk fokus kepada passion-ku: menjalankan bisnis yang telah aku rintis dari kuliah. Karena tuntutan keluarga akhirnya menjadi sampingan karena aku bekerja di perusahaan yang berada di Jakarta. Pikiran bercabang karena waktu dan energi ternyata lebih banyak terkuras untuk menyelesaikan pekerjaan kantor.

Merintis Bisnis

memulai bisnis
Memulai bisnis./Copyright shutterstock.com

Tekad sudah bulat akhirnya, aku ajukan surat resign di bulan Desember kemarin dan akhirnya kini fokus membesarkan bisnis rintisan. Sangat memahami kalau ini keputusan bukan main-main. Meski mendapat pertentangan dari keluarga, akhirnya mereka luluh dan bisa memahami keinginanku. Aku tahu perjalanan adalah langkah awal dan ini masih sangat panjang. Jauh-jauh hari sudah kuingatkan diriku bahwa ini sangat berisiko dan penuh tantangan. Dengan penuh keyakinan, aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah putus asa sebelum aku berhasil dan sukses mewujudkan impianku.

Di awal bulan ini, akhirnya benar-benar aku memulainya. Menyalakan kembali semangat yang redup karena terintimidasi oleh waktu dan target kerja dari atasan. Membuka kembali lembaran usang ide-ide yang kubiarkan karena pikiran dihantui target yang belum tercapai dari supervisor. Seperti menemukan diriku yang baru, bergerak dan terus bergerak. Mencoba hal-hal yang telah lama hanya menjadi angan, dan akhirnya kini aku bisa merasakan. Mengikuti aneka kelas pelatihan, workshop, dan bertemu orang-orang baru yang memiliki visi dan misi yang sama. Berkembang dan maju menjadi entrepreneur yang sesungguhnya.

Harapanku semoga semangat ini terus menyala, harapan-harapan ini terus ada dan melahirkan harapan-harapan baru yang harus aku raih. Suatu hari, kalau pun aku terjatuh, merasa gagal, putus asa, hal itu tidak menghentikan langkahku. Mungkin aku akan istirahat sejenak, dan melihat bahwa impian sudah hamper dekat jadi harus segera beranjak.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela