Sukses

Lifestyle

5 Ciri Siklus Haid yang Sehat, Apa Saja?

Fimela.com, Jakarta Tidak semua perempuan mendapatkan haid dengan teratur setiap bulannya. Ada yang datang tepat waktu, terlalu cepat, hingga terlambat. Hal ini dikarenakan siklus haid setiap perempuan berbeda-beda.

Siklus haid dimulai saat ovarium melepaskan sel telur, proses ini yang dinamakan dengan ovulasi. Di waktu yang sama, terjadi perubahan hormon di tubuh perempuan untuk mempersiapkan rahim untuk kehamilan.

Jika ovulasi telah terjadi dan sel telur tidak dibuahi sperma, maka sebagian lapisan dinding rahim akan luruh, dan keluar melalui vagina. Proses ini lah yang biasa kita sebut dengan menstruasi atau haid.

Lalu bagaimana siklus haid yang normal?

1. Pengaturan waktu

Umumnya haid normal rata-rata terjadi setaipa 28 hari. Namun ada pula sekitar 25 sampai 35 hari, ini masih terhitung normal. Hadi normla berlangsung antara tiga sampai tujuh hari.

Dilansir dari Hellosehat, waktu ovulasi (saat indung telur melepaskan sel telurnya) pada siklus haid yang normal akan selalu datang di hari ke-14, tepat di pertengahan siklus. Misalnya hari pertama haid tepat jatuh setiap tanggal 5, yang berarti menstruasi selesai di sekitar tanggal 12. Dengan demikian, masa ovulasi yang sebelumnya jatuh sekitar tanggal 20-21 di bulan lalu. Sementara masa ovulasi selanjutnya akan datang dalam empat belas hari setelah hari terakhir menstruasi Anda (tanggal 12), yaitu di tanggal 26-27 masih di bulan yang sama.

Perempuan yang memiliki siklus haid normal akan mengalami haid sebulan sekali, dengan total 11-13 kali haid dalam satu tahun kalender. Siklus haid ini akan terus berulang sampai masuk ke usia menopause, ketika tubuh sudah tidak memproduksi sel telur lagi sehingga tidak akan menstruasi.

2. Warna darah

Warna cerah seperti jus ceri menandakan bahwa aliran darah di area panggul berjalan lancar. Warna merah cerah ini terlihat saat hari pertama dan kedua saat haid.

3. Lamanya waktu haid

Normalnya, haid akan terjadi selama 3 sampai 7 hari. Variasi lamanya waktu haid juga bergantung banyak atau tidaknya darah yang dikeluarkan. Bila terjadi selama 2 hari, biasanya darah yang dikeluarkan lebih banyak.

Menstruasi yang tidak kunjung usai bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari penggunaan pil KB, adenomiosis, PCOS, penyakit tiroid, hingga berat badan berlebih. Jika menggunakan pil KB atau memiliki IUD, itu dapat mengubah waktu menstruasi.  Tanyakan kepada dokterapa yang normal untuk bentuk kontrasepsimu.

Untuk tahun pertama atau kedua setelah menstruasi dimulai, perempuan cenderung memiliki siklus yang lebih lama yang tidak dimulai pada waktu yang sama setiap bulan.  Perempuan yang lebih tua sering memiliki siklus yang lebih pendek dan lebih konsisten.

4. Cara menghitung siklus haid yang benar

Saathari pertama darah haid keluar di bulan ini, contohnya saat haid tanggal 15 Agustus, tandai di kalender. Selanjutnya tunggu sampai haid berakhir, lalu catat kapan haid berakhir.

Lalu bulan depan catat kembali tanggal pertama haid, misalnya tanggal 12 September. Ini awal siklus hiad baru.

Kemudian, hitung rentang waktu antara hari pertama menstruasi sebelumnya (tanggal 15) sampai satu hari sebelum menstruasi berikutnya (tanggal 11 September). Jangan hitung sampai tanggal 12 karena di hari itu, sudah menstruasi lagi sehingga ini akan terhitung ke dalam siklus haid selanjutnya.

Setelah dihitung, dari tanggal 15 Agustus sampai 11 September berjarak 28 hari. Jarak hari inilah yang menunjukkan siklus haid, yaitu per 28 hari sekali.

5. Gejala

Jerawat, kram di perut bagian bawah dan punggung, lapar, dan masalah tidur menjadi gejala terjadinya haid. Atau adapula yang merasakan payudara terasa kencang dan dapat merubah suasan hati.

#Changemaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading