Mengenal Sequence Genetic, Cara Ampuh Deteksi Mutasi Virus Corona

Karla Farhana30 Des 2020, 13:00 WIB
Diperbarui 30 Des 2020, 13:00 WIB
Kelemahan Virus Corona

Fimela.com, Jakarta Inggris baru-baru ini mengumumkan adanya varian baru virus Corona yang menyebabkan beberapa negara menutup pintu masuk mereka untuk Inggris. Untuk menghadapi masalah baru ini, Indonesia pun mengambil langkah untuk menutup pintu masuk untuk seluruh WNA pada 1-14 Januari 2021 nanti. 

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Sp P(K), MARS, DTM&H, DTCE mengtaakan kepada Liputan6 kalau ada beberapa cara yang bisa dilakukan Indonesia untuk menghadapi strain baru Corona ini. Ketiga cara tersebut adalah dengan melakukan deteksi di pintu masuk negara, mengecek kasus sebelumnya, dan sequencing genetic.

Sequencing genetic merupakan sebuah metode untuk melihat apakah ada mutasi atau tidak pada virus Corona. Menurutnya, tes ini sulit dilakukan pada masyarakat secara menyeluruh. Namun, pemerintah tetap bisa melakukannya pada klaster tertentu. 

Perbedaannya dengan Tes Corona Lain

[Fimela] ilustrasi virus Corona
Ilustrasi virus Corona | unsplash.com/@adamsky1973

Lantas, apa bedanya dengan swab test yang dilakukan selama ini? Swab test ini melihat apakah ada virus Corona atau tidak di tubuh seseorang. Sementara, sequencing genetic melihat apakah virus Corona yang terdapat di tubuh seseorang mengalami perubahan terhadap karakteristiknya. 

“Jadi ketahuan, apa itu virus biasa atau sudah bermutasi, hasilnya tidak dapat keluar dalam satu hari tidak seperti PCR. Kalau cara mengambil sampelnya sama, pemeriksaannya saja yang berbeda,” pungkasnya.

#Changemaker

Simak video Ini

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela