5 Tanda-Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga dan Cara Mengantisipasinya

Anisha Saktian Putri10 Mei 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 11:00 WIB
Olaharaga berlebihan dapat menyebabkan serangan jantung/copyright by Prostock-studio (Shutterstock)

Fimela.com, Jakarta Olahraga membuat tubuh aktif bergerak, yang akan bermanfaat menurukan berat badan, memperkuat tulang dan otot, memperbaiki kualitas tidur, hingga meningkat mood lebih baik yang akan menghindari kita dari stres. 

Namun dalam beberapa kasus, seseorang mengalami serang jantung mendadak yang tak sedikit berujung kematian akibat berolahraga. Lalu mengapa hal tersebut bisa terjadi? Dokter Jantung dan Pembuluh Darah dr. Ario Soeryo, dari Heartology Cardiovascular Center mengatakan latihan olahraga ekstrim dan perlombaan olahraga ketahanan (endurance) dapat mengakibatkan kerusakan jantung dan gangguan irama jantung. 

“Banyak sekali kasus orang-orang yang rajin olahraga, para atlet yang mengalami kematian mendadak akibat serangan jantung,” ujar de. Ario dalam siaran pers 'Serangan Jantung Karena Olahraga'.

Penyebab serangan jantung, dr. Ario menyampaikan jika orang tersebut memiliki faktor genetik, latihan keras dan memaksa tubuh melewati batas ketahanan normal. Olahraga berlebihan seperti lari marathon atau bersepeda jarak jauh, mengakibatkan dehidrasi, cedera, dan kelelahan berlebihan. 

Inilah yang membuat jantung dipaksa bekerja lebih keras terus menurus, alhasil jantung akan mengalami perubahan bentuk, misalnya penebalan dinding jantung dan pada beberapa orang akan memperberat terbentuknya jaringan parut jantung. Kelainan otot jantung ini salah satunya bermanifestasi sebagai gangguan irama yang dapat menggangu fungsi jantung.

"Akibatnya, pencinta olahraga ini terancam risiko henti jantung mendadak atau mati mendadak,” ujarnya. 

dr Ario menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa dideteksi lebih awal. Bagi pencinta olahraga ekstrim, disarankan untuk mengcek jantung dengan ekokardiografi secara rutin apabila ada riwayat keluarga meninggal mendadak dan apabila terdapat kelainan pada rekam jantung.

Ekokardiografi dapat menunjukkan pergerakan, ukuran dan bentuk jantung, serta seberapa baik bilik dan katup jantung bekerja. Ekokardiografi juga dapat menunjukkan area otot jantung yang tidak memompa secara adekuat karena suplai darah yang buruk atau terdapat suatu cedera akibat serangan jantung sebelumnya.

” Berdasarkan hasil ekokardiografi, dokter dapat menyarankan hal yang perlu dilakukan, agar tetap dapat berlatih dengan jantung aman,” ujar dokter Ario.

Tanda serangan jantung saat olahraga

Ilustrasi serangan jantung/Photo by Giulia Bertelli on Unsplash
ilustrasi serangan jantung/Photo by Giulia Bertelli on Unsplash

dr. Ario pun menyampaikan ada beberapa tanda serangam jantung akibat berolahraga,

1. Keringat Dingin

Keringat dingin yang tak biasa disertai pusing bisa menjadi penanda serangan jantung. Biasanya, keringat dingin menimbulkan efek badan yang menggigil saat diterpa angin.

2.  Nyeri Dada

Nyeri dada dan sesak serta berdebar-debar di dada sebelah kiri hingga menusuk ke arah bagian punggung belakang. Merasakan tidak nyaman, adanya tekanan, rasa diremas, atau sesak di bagian dada tengah.

3. Kelelahan berlebih

Kelelahan biasa akibat olahraga akan membaik bahkan hilang setelah beristirahat. Namun, jika kelelahan akibat serangan jantung kelelahan disertai sesak saat bernapas dan dengan istirahat tidak membaik. 

4. Pusing hingga pingsan

Pusing, kesulitan melihat karena aliran darah berkurang ke seluruh tubuh, hingga pingsan bisa menjadi tanda serangan jantung. Hal ini diakibatkan jantung tidak mampu memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

5. Irama jantung tidak normal

Sensasi detak jantung yang berdebar sangat cepat. Irama jantung yang tidak normal dapat menyebabkan jantung memompa darah secara tidak efisien sehingga menyebabkan sirkulasi darah yang buruk di dalam tubuh.

Akibatnya, oksigen kurang mencapai bagian lain dari tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Dalam kebanyakan kasus, irama jantung abnormal tidak berbahaya, namun, beberapa kasus dapat menyebabkan gejala tidak nyaman seperti pusing, jantung berdebar, berdebar di dada, pingsan, napas pendek, lemah, atau lelah. 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 28 JULI 2021