Suga BTS Bercerita Mengenai Kesehatan Mental dan Penting untuk Diungkapkan

Anisha Saktian Putri21 Mei 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 21 Mei 2021, 08:00 WIB
Suga BTS (Big Hit Entertainment via Soompi)

Fimela.com, Jakarta Idol grup BTS menjadi musisi Asia pertama yang mengisi halaman depan majalan Rolling Stone setelah 54 tahun berdiri.

"BTS tampil di cover Juni kami," cuit akun twitter @RollingStone.

Judul cover majalah populer di Amerika Serikat tersebut yaitu "The Triumph of BTS" atau artinya Kesuksesan dari BTS dan menampilkan visual ketujuh anggota BTS.

Tak hanya menjadi cover majalah, BTS yang beranggotakan RM, Jin, Suga, JHope, Jimin, V, dan Jungkook ini pun menceritakan perjalanan mereka menjadi megabintang pop di industri musik dunia hingga kesehatan mental mereka.

Suga menjadi salah satu member BTS yang menyoroti tentang kesehatan mental pada wawancara yang dilakukan oleh Rolling Stone. Pemilik nama asli Min Yoongi ini berbicara tentang hubungan pribadinya dengan kesehatan mental. Yang dituangkan ke dalam karya solonya sebagai Agust D, pada lagunya "The Last,". Lirik lagi tersebut menggali perjuangannya sendiri dengan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) kecemasan sosial, dan depresi.

OCD sendiri merupakan salah satu gangguan mental. Orang dengan OCD memiliki pikiran dan dorongan yang tidak dapat dikendalikan dan berulang (obsesi), serta perilaku (paksaan) kompulsif. 

“Disisi lain dari Rapper idol yang terkenalTerdapat kelemahanku sendiri, itu berbahayaDepresi, OCD Mereka terus datang setiap waktuTidak, mungkin itulah diriku yang sebenarnya. Sial huh merasa terasingkan dalam kenyataan, konflik dengan cita-cita, kepalaku sakit. Sekitar usia 18 tahun, Sosiophobia 1 menjangkitiku. Benar, itu saat pikiranku perlahan tercemar, saat itu aku takut pada diriku juga. Membenci diri sendiri dan berterima kasih. Pada depresi yang menjangkitiku Min yoongi sudah mati (aku mati) Membandingkan keinginanku yang sudah mati dengan yang lain, sekarang itu sudah menjadi bagian hidupku,” sedikit lirik dari lagu The Last.

Pria kelahiran 1993 ini percaya bahwa emosi negatif perlu diungkapkan daripada disembunyikan.

“Saya merasa nyaman sekarang dan merasa baik.  Tapi emosi negatif semacam itu datang dan pergi.  Bagi siapa pun, emosi ini bukanlah hal yang perlu disembunyikan.  Mereka perlu didiskusikan dan diungkapkan.  Apapun emosi yang saya rasakan, saya selalu siap untuk mengungkapkannya,” ujar Suga kepada Rolling Stone. 

Orangtua yang tidak mendukung diawal karir musiknya

Suga BTS. (Big Hit Entertainment)
Suga BTS. (Foto: Big Hit Entertainment)

Wawancara dimulai dengan diskusi tentang kesuksesan global grup, dan bagaimana mereka mengatasi hambatan seperti xenofobia untuk mencapainya. 

Suga pun menceritakan, butuh kerja butuh kerja keras bertahun-tahun bagi BTS untuk mendapatkan persetujuan dari para kritikus, industri musik, dan bahkan beberapa anggota keluarga mereka sendiri.  

Diawal karirnya, Suga memberi tahu Rolling Stone bahwa orangtuanya tidak mendukung mimpinya atau memahami musiknya.

“Mereka tidak mengerti musik rap.  Wajar jika mereka menentang apa yang saya lakukan.  Saya pikir itu membantu saya bekerja lebih keras karena ada sesuatu yang harus saya buktikan,” ungkapnya

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓