Perjuangan Kesehatan Mental tak Mengenal Sukses

Annissa Wulan07 Jun 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 08:00 WIB
Perjuangan Kesehatan Mental tak Mengenal Sukses

Fimela.com, Jakarta Bagaimana orang-orang berjuang dengan kesehatan mental mereka? Naomi Osaka, seorang bintang tenis baru saja mengumumkan bahwa untuk menjaga kesehatan mentalnya, ia keluar dari French Open.

Tentu saja, menurut banyak orang, seorang atlet yang dibayar dengan baik, bisa memiliki akses ke sumber daya kesehatan mental yang tidak dimiliki banyak orang lainnya. Secara teoritis, mereka seharusnya mendapatkan bantuan dalam mengelola kesehatan mental agar bisa tampil.

Tapi ini masalah yang terpisah dari stigma, yang justru jelas terjalin dalam jalinan masyarakat. Dilansir dari huffpost.com, stigma ini telah begitu terang-terangan beredar di masyarakat.

Kondisi kesehatan mental tidak peduli dengan jabatanmu, berapa banyak uangmu di rekening bank, atau apakah kamu sukses. Setelah kematian Robin Williams di tahun 2014, banyak orang bertanya mengapa komedian dan aktor tersebut bisa mengalami Depresi.

 

Perjuangan kesehatan mental tak mengenal sukses

Perjuangan Kesehatan Mental tak Mengenal Sukses
Simak di sini penjelasan tentang perjuangan kesehatan mental yang tak mengenal sukses.

Pertanyaan yang sama muncul setelah kematian Anthony Bourdain dan Kate Spade. Sikap yang sama juga diperlihatkan ketika orang-orang mempertanyakan kesehatan mental Kanye West dan Britney Spears.

Selebritas ini mungkin tidak akan melihat atau mendengar komentarmu, tapi teman, keluarga, kolega, dan rekanmu yang memiliki masalah yang sama akan melihatnya. Orang-orang dari semua demografis tetap diam setiap hari karena ketakutan mereka akan dianggap buruk.

Merendahkan Naomi Osaka atau tokoh masyarakat manapun yang rentan terhadap kesehatan mental sama dengan menganggap bahwa siapapun yang tampaknya memiliki segala hal tidak boleh berantakan. Sayangnya, ini bisa berlaku untuk adik, bos, sahabat, atau siapapun di sekitarmu, sukses tidak hanya berlaku untuk tokoh masyarakat saja.

Penderitaan seseorang tidak lebih sah dari penderitaan orang lain. Setiap orang yang berjuang dengan kesehatan mental mereka layak mendapatkan belas kasih orang-orang terdekatnya.

Setiap orang yang membuat keputusan sehat untuk memprioritaskan kesejahteraan mental mereka, layak mendapatkan dukungan. Setiap orang berhak untuk merasa seperti manusia, bahkan mereka yang tampak seperti manusia super di lapangan atau sebaliknya.

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela