Diary Fimela: Berawal dari Reseller, Kini Bisnis Sprei dan Bedcover Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Anisha Saktian Putri05 Jun 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 05 Jun 2021, 13:00 WIB
Bisnis Sleep Buddy Bedding menjual berbagai sprei dan bedcover dengan omzet milyar/dok. Sleep Buddy Bedding

Fimela.com, Jakarta Mengawali bisnis sebagai reseller di tahun 2009 dengan brandnya Sleep Buddy Bedding, Indah Catur Agustin menjual berbagai produk seprai berkualitas. Tak disangka ini menjadi pintu pembuka dalam meraih omzet ratusan juta rupiah.

Berjalannya waktu, bisnis home living ini pun semakin berkembang. Banyaknya permintaan dari pelanggan melalui online membuat Indah dan suaminya, Ibrahim Syahputra memutuskan untuk membuat produknya sendiri, mulai dari seprei, bed cover, hingga kini menjual home decor.

"Jadi reseller itu sekitar 3 tahunan,  jadi ambil barang di orang, trus kami repacking menggunakan nama Sleppy Buddy Bedding. Jualannya dari bazzar to bazzar. Namun era berubah, membuat kami memutuskan berjualan online. Dari situ permintaan semakin  banyak jadi memutuskan untuk buat produk sendiri,” ujar Indah saat dihubungi Fimela.com.

Namun, untuk membuat produk-produk tersebut bukan perkara mudah. Indah dan suami pun harus mempelajari berbagai teknik menjahit, mulai dari cutting hingga cari bahan. Sebab, indah bercerita dirinya dan suami tidak sama sekali memiliki background di bidang jahit menjahit.

Indah mengatakan jika awalnya ia memiliki toko offline namun akhirnya tutup dan beralih berjualan online, dari Facebook, Instagram, Whatsap, dan di tahun 2017 akhirnya menjual di e-commerce seperti Tokopedia. Dari online tersebutlah, pesanan semakin hari dituntut untuk cepat. Inilah yang menjadi alasan Indah dan suami membangun Sleppy Buddy Bedding lebih besar lagi. 

“Kebetulan saya dulu kerja ikut orang, jadi shopkeeper di distro. Sempet kerja juga di Bank, di situ saya ketemu suami. Sama-sama resign setelah menikah, saya putuskan untuk jadi reseller. Namun karena pesanan semakin banyak, akhirnya, di tempat reseller itu, saya belajar bagaimana jahit dan cutting. Saumi cari bahan, dan kami cari satu penjahit dari warga sekitar. Jadinya home industry,” ungkapnya.

Indah mengatakan jika modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp2 juta untuk membeli bahan dan biaya produksi lainnya. Keuntungan pun tidak bisa langsung dirasakan. Ia harus memutar otak lagi agar keuntungan penjualan bisa mengembangkan bisnisnya. Bahkan di saat itu belum terbayangkan kegigihan menekuni bisnis ini bisa membawanya ke omzet ratusan juta rupiah.

“Memang untuk modal agak bingung, apalagi e-commerce kan uang tidak langsung diterima. Jadi kami mulai modal awalnya Rp2 juta, nah untungnya itu kami putar lagi untuk mengembanhkan bisnis. Setelah berjualan di e-commerce akhirnya pesanan setiap hari ada saja, jadi untungnya lebih besar. Jadi dulu tuh aku yang cutting, satu orang jahit, dan saumi beli bahan,” ungkapnya. 

 

Pemilik Sleep Buddy Bedding, Indah Catur Agustin/dok.  Indah Catur Agustin
Pemilik Sleep Buddy Bedding, Indah Catur Agustin/dok. Indah Catur Agustin

Perjuangan membuahkan produk berkualitas hingga bantu warga Wonogiri

Bisnis Sleep Buddy Bedding menjual berbagai sprei dan bedcover dengan omzet miliaran/dok. Sleep Buddy Bedding
Bisnis Sleep Buddy Bedding menjual berbagai sprei dan bedcover dengan omzet miliaran/dok. Sleep Buddy Bedding

Produk Sleppy Buddy Bedding seluruhnya diproduksi di Surabaya, Jawa Timur. Jika sebelumnya hanya memiliki satu karyawan untuk menjahit, kini Indah sudah mampu memiliki 55 karyawan untuk membantunya mengembangkan bisnis. 

“Kami home industry dengan menggunakan tiga rumah, dibantu dengan 55 karyawan,” ujarnya.

Dan menghasilkan produk sprei, selimut, hingga bed cover berkualitas tinggi dengan bahan-bahan seperti katun Jepang, katun dobby yang biasa digunakan di hotel, dan bahan tencel yang ramah lingkungan serta anti bakteri. Serta produknya yang fit size sangat cocok dengan kasur pelanggan. 

Pesanan yang semakin meningkat pun membawa berkah pula bagi penjahit di Wonogiri. Indah merekrut penjahit asal Wonogiri untuk membantunya. 

 “Setelah jualan di e-commerce, disitu order masuk lumayan gede, omzet nambah, sampai akhirnya hire empat penjahit tapi lama kelamaan udah ada 50 orang. Apalagi saat pandemi, penjahit wonogori sepi orderan, jadi saya suruh ke Surabaya dan alhamdulilah bisa bantu mereka,” ujarnya. 

Walau pandemi sempat menerpa semangatnya, Indah cepat bangkit untuk tetap fokus ke usahanya. Misal dengan berkolaborasi bersama influencer dan mengikut berbagai kampanye di e-commerce. Bahkan saat pandemi, membuat pencapaian penjualan tertinggi.

“Sebenarnya pencapaian paling wow itu ketika pandemi sih, karena ketika pandemi semua orang drop tapi sleep buddy ini syukur alhamdullilah, bisa dibilang santai bisa bayar karyawan, bisa bayar tunjangan full, bonus tahunan juga keluar. 2020 itu bulan ke bulan itu peningkatannya itu gila banget dan omzet pun diatas Rp900 juta. Lewat event Tokopedia Home Living SALEbrations, Sleep Buddy Bedding sekarang bisa dikenal masyarakat di luar Surabaya,” paparnya. 

Harga sprei sendiri mulao dari Rp200-250 ribu tergantung ukuran, Rp400 ribu katun jepang, dan tencel kisaran Rp700-900 ribu. Sedangkan bedcover Rp500 ribu-1,9 juta.

 Sleep Buddy Bedding pun akan memeriahkan kampanye Home Living SALEbrations Mid-Year Sale berlangsung 1-30 Juni 2021, sahabat Fimela bisa mendapatkan beragam nilai tambah, seperti Flash Sale serba Rp6.000, diskon hingga 90 persen setiap hari, cashback hingga Rp200.000, Mystery Box, Tokopedia Play Parade Seru hingga Online Bidding mulai dari Rp10.000.

 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela