Banyak Dipercaya, Ternyata 5 Hal Ini Hanya Mitos Pernikahan

Baiq Nurul Nahdiat08 Jun 2021, 16:05 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 16:05 WIB
couple

Fimela.com, Jakarta Banyak sekali pemahaman-pemahaman umum dalam masyarakat tentang pernikahan yang selama ini dipercaya bahkan sudah dijadikan sebagai pengetahuan. Padahal, beberapa di antaranya belum tentu benar adanya bahkan oleh peneliti ini dianggap sebagai mitos dalam pernikahan. Seperti yang dilansir pada laman The Washington Post, inilah beberapa mitos yang kerap dipercaya dalam pernikahan.

1. Banyak kesamaan membuat pasangan tetap bersama

Beberapa situs kencan, meminta pengguna untuk mencantumkan minat mereka untuk membantu menarik calon pasangan, dan mencocokkan pengguna hanya berdasarkan hobi dan aktivitas bersama. Bahkan, banyak orang yang berpendapat bahwa memiliki minat yang sama dengan pasangan adalah hal yang sangat penting. Padahal, aktivitas atau minat apa pun yang dilakukan bersama tak akan terlepas dari perpecahan atau konflik. Karena yang terpenting dalam sebuah hubungan bagaimana pasangan bisa menerima satu sama lain.

2. Jangan pernah pergi tidur dalam keadaan marah

couple marah
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Ekaphon maneechot

Ini adalah salah satu nasihat hubungan yang paling klise. Jangan biarkan pertengkaran tidak terselesaikan, bahkan dalam semalam. Padahal, pertengkaran bisa saja terselesaikan dalam sehari atau lebih, tergantung dari permasalahannya. Dan semua orang butuh kesiapan dalam menghadapi situasi sulit dan mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyendiri hingga merasa tenang. Jadi, tidak masalah jika ingin mengambil semantara waktu jika merasa marah dengan pasangan.

3. Perselingkuhan adalah penyebab utama perceraian

Perselingkuhan adalah traumatis untuk hubungan monogami. Karena perselingkuhan dapat menghancurkan fondasi kepercayaan. Padahal, dalam sebuah studi dari Proyek Mediasi Perceraian, 80 persen pria dan perempuan yang bercerai menyebutkan tumbuh terpisah dan hilangnya rasa kedekatan dengan pasangan mereka sebagai alasan perceraian. Hanya 20 hingga 27 persen yang menyalahkan perpisahan mereka karena perselingkuhan.

4. Konseling pernikahan adalah untuk memperbaiki pernikahan yang rusak

couple marah
Ilustrasi/copyrightshutterstock/TZIDO SUN

Ini adalah kesalahpahaman umum. Mencari bantuan di awal atau bahkan sebelum menikah sering dianggap sebagai tanda bahaya. Padahal, dalam hubungan yang baik-baik saja sekali pun sah-sah saja untuk melakukan konseling pernikahan atau meminta saran. Sebab, mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati.

5. Pernikahan memberi manfaat 'kontrak hubungan'.

Sangat penting untuk melakukan hal-hal baik untuk pasangan dan untuk melakukan bagian yang adil dalam rumah tangga. Dan prinsip ini semakin banyak diformalkan dengan kontrak. Konsep ini, bagaimanapun, tidak memiliki dasar dalam sains. Pada tahun 1977, peneliti Bernard Murstein menemukan bahwa pernikahan yang berorientasi pada timbal balik kurang berhasil. Karena akan menyebabkan pasangan menjadi perhitungan satu sama lain.

Tidak ada yang salah sebenarnya dengan beberapa mitos di atas, tetapi itu tergantung bagaimana menggunakannya. Jika pemahaman seperti ini digunakan agar lebih waspada dan berhati-hati dalam hubungan tentu ia akan menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat dalam hubungan.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela