4 Tips Cermat Memilih Asuransi yang Tepat

Adinda Tri Wardhani13 Jun 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 09:00 WIB
Menyehatkan Jantung dan Dapat Mengurangi Stres

Fimela.com, Jakarta Setiap orang berjuang untuk membuat hidupnya merdeka secara finansial. Tak hanya memiliki tabungan yang cukup, namun juga proteksi kesehatan yang dapat diandalkan. Dalam sebuah perencanaan keuangan, proteksi memiliki peran yang penting untuk memastikan bahwa rencana keuangan yang telah disiapkan dapat terlindungi. Apabila hal ini sudah tersedia dengan baik, kamu akan lebih leluasa mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

Salah satu yang dapat dikategorikan sebagai proteksi adalah asuransi. Namun, masih banyak orang yang belum menyadari akan pentingnya memiliki produk asuransi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Seringkali asuransi dianggap sebagai sesuatu yang rumit dan membingungkan. Banyak juga persepsi yang melihat asuransi adalah barang mahal dan memiliki proses klaim yang rumit.

Nah untuk membantu kamu lebih memahami asuransi, berikut beberapa hal mendasar yang perlu kita ketahui tentang asuransi seperti yang dilansir dari rilis FWD yang diterima Fimela.com.

1. Kenali Beragam produk asuransi

Ada berbagai jenis asuransi yang tersedia yang dapat kamu pilih, dari asuransi jiwa hingga asuransi umum. Asuransi jiwa termasuk juga asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi penyakit kritis, sedangkan asuransi umum termasuk asuransi kendaraan, hingga asuransi properti.

Yang terpenting dalam memilih asuransi adalah yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan keuangan, dan prioritas. Jika sudah menetukan asuransi yang kamu butuhkan, mulailah cari tahu perusahaan asuransi yang punya performa baik. Tapi, tetap yang terpenting adalah melindungi diri kamu sendiri. Jika belum memiliki asuransi, sangat disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan sebagai dasar proteksi kamu terlebih dahulu. Jadi, jangan hanya asuransikan kendaraan kamu ya, kesehatan diri juga penting untuk diasuransikan.

2. Pastikan premi yang sesuai dengan kemampuan finansial

Asuransi online/unsplash helloquance
Asuransi online/unsplash helloquance

Saat sudah memutuskan untuk memiliki asuransi untuk diri kamu, ketahui berapa banyak premi yang harus dibayarkan dan berapa lama harus membayarnya. Kemudian, kamu dapat membandingkannya dengan manfaat yang akan diterima.

Cek juga jadwal pembayaran premi, apakah bulanan, enam bulan, atau tahunan. Pelajari juga metode pembayarannya seperti transfer bank, pembayaran langsung, atau auto-debit, dan lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar kamu bisa mengatur cash flow keuangan kamu nantinya.

3. Periksa manfaat produk asuransi yang cocok dengan kebutuhan diri

Periksa manfaat produk asuransi yang cocok dengan kebutuhan diri
Manfaat asuransi. (Photo by Lina Trochez on Unsplash)

Setelah mengetahui jumlah dan periode premi, pastikan apa saja perlindungan yang didapatkan. Sesuaikan juga dengan apa yang kamu butuhkan. Misalnya, saat membeli produk asuransi kesehatan, jangan lupa untuk menanyakan penyakit apa saja yang dicakup, atau berapa batas maksimal perlindungan, dan juga rumah sakit rekanan asuransi tersebut.

Jika kamu memiliki riwayat penyakit kritis di garis keturunan keluarga, kamu juga bisa pertimbangkan untuk memilih atau menambahkan manfaat penyakit kritis yang mungkin membutuhkan perlindungan lebih di masa mendatang.

Salah satu perusahaan asuransi digital di Indonesia, FWD Insurance, sudah menyediakan berbagai tipe asuransi yang dapat kamu pahami dengan mudah dan mudah diakses melalui berbagai channel distribusi.

4. Pelajari proses klaim asuransi

kesehatan
ilustrasi perempuan hutan/Photo by Aaron Birch on Unsplash

Saat sudah memantapkan diri untuk membeli sebuah produk asuransi, selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari dengan baik bagaimana proses pembelian, klaim, serta dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan.

Memastikan bagaimana proses klaim saat terjadi risiko adalah hal penting yang harus kamu ketahui. Misalnya, untuk asuransi kesehatan, apakah sistem klaimnya cashless yang berarti kamu tidak perlu mengeluarkan uang saat di rumah sakit rekanan atau reimbursement yang berarti kamu akan menggunakan uang kamu dulu yang nantinya akan diganti oleh perusahaan asuransi.

Jangan lupa juga untuk menanyakan dokumen yang harus dipenuhi ketika mengajukan klaim serta teknis pengajuan klaim serta pengiriman dokumen. Di FWD Insurance, proses yang dikenal rumit dan membutuhkan banyak kertas dan dokumen tersebut dimudahkan dengan adanya FWD MAX, aplikasi one-stop solution yang menyediakan proses asuransi dalam satu aplikasi.

Karena berfokus pada nasabah, FWD MAX memiliki fitur eServices yang dapat digunakan oleh nasabah individu. Berbagai fitur canggih sudah ada, termasuk kamu menemukan informasi polis, membeli dan mengklaim asuransi, memanfaatkan menu self-service untuk melakukan pembaruan data hingga menukarkan FWD MAX poin untuk berbagai aktivitas atau eVoucher.

Saat kamu merasa sakit namun masih enggan untuk ke rumah sakit karena kondisi pandemi, FWD Insurance juga sudah menjalin kerjasama dengan Halodoc, yang nantinya juga akan diintegrasikan ke dalam aplikasi FWD MAX sebagai pelengkap. Jadi, kamu bisa dengan mudah konsultasi dengan dokter dan pastinya sudah dilindungi oleh asuransi FWD Insurance yang kamu miliki.

Fitur eClaim yang ada di FWD MAX juga telah membantu banyak nasabah untuk mengajukan klaim dengan mudah dan simpel. Selama pandemi ini, bahkan klaim digital menggunakan FWD MAX sudah meningkat 67,1% dan pengajuan sudah disetujui hanya dalam kurun waktu 2 hari!

“FWD MAX ini telah hadir dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman para nasabah serta meningkatkan efisiensi operasional. Semua produk dan layanan FWD Insurance ini dilakukan secara digital dan paperless. Sehingga, kami bisa membantu dan mengakomodasi kebutuhan nasabah dengan mudah di mana saja dan kapan saja terutama dalam kondisi pandemi saat ini.” kata Maika Randini, Chief Marketing Officer FWD Insurance.

Dengan kemudahan yang ditawarkan, kamu tidak lagi harus menghadapi proses pengajuan asuransi ataupun klaim yang rumit dengan mengirimkan berbagai dokumen fisik karena kamu dapat menjalankan proses ini dengan praktis.

Lanjutkan Membaca ↓