Stop Kekerasan Seksual dengan Berani Katakan Tidak, Jauhi, dan Laporkan

Nabila Mecadinisa17 Jun 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 13:00 WIB
KDRT

Fimela.com, Jakarta Hingga hari ini berita kekerasan seksual kerap muncul dalam pemberitaan baik melalui media konvensional maupun media sosial hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam keadaan darurat kekerasan seksual dan pemerintah perlu segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Kesadaran atas belum adanya hukum yang berpihak pada korban kekerasan seksual menjadi pertimbangan ketika korban kekerasan seksual ingin bertindak atau melaporkan. Faktor lain yaitu secara psikologis korban kekerasan seksual memerlukan waktu dan keberanian untuk bersuara. 

Baru - baru ini ada berita kekerasan seksual di Indonesia yang melibatkan public figure dimana korban kekerasan seksual berani bersuara melalui twitter menceritakan kejadian pelecehan seksual pada 2018. Kasus kekerasan seksual dapat terjadi dimana saja dimana kasus diatas terjadi di suatu acara dan ditengah keramaian. Hal yang serupa terdapat kasus kekerasan seksual yng melibatkan public figure internasional dan bahkan memunculkan gerakan #MeToo dimana melibatkan seorang produser film terkemuka asal Amerika Serikat, dengan pelecehan seksual, kekerasan seksual, atau pemerkosaan. Lebih dari 80 perempuan yang bekerja dalam industri film. Dua kasus ini semakin memperjelas kita bahwa kekerasan seksual kerap kali terjadi dimanapun dan dapat terjadi pada siapapun.

Kartika Jahja, seorang musisi yang juga penyintas kekerasan seksual dalam merespon kasus tersebut memposting pada instagramnya menyatakan berdiri bersama korban seluruh korban kekerasan seksual dan berterima kasih atas keberanian korban untuk bersuara. “Sangat penting bagi kita untuk selalu berdiri bersama korban. Ini bukanlah hal mudah, namun keberpihakan kita hari ini menentukan masa depan komunitas kita, apakah kekerasan seksual akan terus kita biarkan terjadi atau  berhenti di sini. Tidak ada tempat untuk kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi di dalam kancah, industri, skena, atau komunitas manapun”.

Tegas merespon aksi kekerasan terhadap perempuan

Ilustrasi KDRT
Ilustrasi KDRT | pexels.com/@karolina-grabowska

The Body Shop® Indonesia dalam merespon kasus ini juga ingin menegaskan kita perlu berdiri bersama korban kekerasan seksual dan terus berjuang melawan kekerasan seksual. Ketiadaan hukum yang mampu membela korban membuat kita harus selangkah lebih maju untuk bergerak bersama mencegah kekerasan seksual. Harapannya Melalui kampanye No! Go! Tell!  (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!) yang kami siapkan adalah untuk membangun sebuah mekanisme mencegah kekerasan seksual dan menemukan ruang aman. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kemampuan melindungi diri dalam mencegah kekerasan seksual, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya. Kami percaya bahwa semua orang memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri.

The Body Shop® Indonesia terus memperjuangkan isu kekerasan seksual dan memberikan dukungan untuk segera disahkannya Rancangan Undang - Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Di sisi lain, diperlukan edukasi lanjutan terkait kesadaran masyarakat akan isu Kekerasan seksual termasuk edukasi pencegahan. Untuk itu, The Body Shop® Indonesia meluncurkan Kampanye No! Go! Tell!  (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!). Kampanye ini akan berlangsung dari Juni hingga Agustus 2021, ini merupakan kolaborasi kampanye yang dipimpin oleh The Body Shop® Indonesia bersama Plan Indonesia, Magdalene, Yayasan Pulih, dan Makassar International Writers Festival dengan fokus utama yaitu Prevention and Recovery (Pencegahan dan Pemulihan).

Pada kampanye Stop Sexual Violence tahap pertama yang telah berlangsung sejak 5 November 2020 hingga 8 April 2021 telah sukses membangun awareness kepada masyarakat khususnya anak - anak muda dari 5 wilayah di Indonesia melalui series webinar. Kemudian pada akhir kampanye tahap pertama telah diserahkannya 421,218 petisi ke DPR RI sebagai wujud dukungan publik untuk segera mengesahkan Rancangan Undang - Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Bagi The Body Shop® Indonesia bersama para mitra melihat perjuangan belum berhenti sampai disini. Kondisi negara Indonesia yang masih belum memiliki payung hukum pencegahan Kekerasan Seksual tetap menjadi situasi yang sangat mengkhawatirkan, sebab artinya bahaya darurat Kekerasan Seksual masih terus membayangi semua pihak, khususnya para perempuan dan anak – anak. Petisi telah diserahkan ke DPR dan RUU PKS sudah masuk Prolegnas Prioritas, namun kasus kekerasan seksual masih terus terjadi sehingga dibutuhkan dukungan lanjutan untuk memberdayakan masyarakat sebagai bentuk pencegahan dan melindungi diri dari kekerasan seksual.

Perjuangan pada kampanye Stop Sexual Violence tahap kedua ini juga untuk menjawab banyak sekali pertanyaan yang disampaikan pada kampanye Stop Sexual Violence tahap pertama mengenai langkah apa yang bisa diambil ketika seseorang mengalami kekerasan seksual. The Body Shop®️ Indonesia menyadari belum adanya regulasi yang berperspektif korban, juga belum ada edukasi yang dapat dijadikan fondasi atau panduan jika seseorang mengalami kondisi atau keadaan kekerasan seksual.

Mekanisme yang harus dilakukan

The Body shop
Aksi peduli lindungi terhadap kekerasan perempuan.

Terdapat dua aspek yaitu Prevention (Pencegahan) dan Recovery (Pemulihan). Untuk aspek Prevention (Pencegahan), tujuan utamanya yaitu membuat mekanisme keamanan bagi semua perempuan dan perempuan muda dalam mencegah mereka dari bahaya kekerasan seksual. Untuk mencapai fokus ini, The Body Shop® Indonesia didukung oleh Magdalene, Yayasan Plan International Indonesia dan Makassar International Writers Festival. Selain itu, The Body Shop® Indonesia juga menggandeng Yayasan Pulih dalam mencapai aspek Recovery (Pemulihan), bertujuan menciptakan ruang aman (safe space) dan program pemulihan bagi para korban kekerasan seksual, khususnya kaum perempuan maupun  remaja perempuan.

Berikut mekanisme Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan: 

Katakan Tidak (No!) - Pahami apa saja bentuk kekerasan seksual dan berani berkata TIDAK jika mengalami tindak kekerasan seksual.

Jauhi (Go!) - JAUHI pelaku dan pergi dari tempat yang membuat Anda tidak nyaman dan segera cari tempat yang lebih aman.

Laporkan (Tell!) - LAPORKAN kejadian kepada pihak atau orang yang Anda percayai. Didukung dengan informasi lengkap mengenai Yayasan/Lembaga/komunitas yang dapat menampung pengaduan atas situasi kekerasan seksual agar para korban mendapat rasa tenang dan aman.

Kampanye No! Go! Tell!  (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!) terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan lebih banyak pihak, khususnya di institusi pendidikan seperti di sekolah dan kampus, dengan target utamanya yakni para pelajar dan mahasiswa/i, khususnya remaja perempuan, termasuk para guru sebagai tenaga pendidik. Selain itu, kampanye ini juga akan ditujukan kepada para pekerja kantoran yang juga rentan mengalami bahaya kekerasan seksual.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓