Kemenkes Sebut Perlindungan Vaksin COVID-19 Masih Efektif Hadapi Varian Delta

Vinsensia Dianawanti17 Jun 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 13:30 WIB
ilustrasi vaksin

Fimela.com, Jakarta Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut vaksin COVID-19 yang digunakan Indonesia masih efektif memberikan perlindungan terhadap varian baru virus corona. Meski sejumlah publikasi ilmiah menyebut varian baru virus corona ini dapat menurunkan efikasi vaksin.

Vaksin COVID-19 Sinovac yang digunakan tenaga kesehatan terbukti memberikan perlindungan dari kematian mencapai 98% dan 93% terhindar dari perawatan di rumah sakit.

Sementara pada vaksin COVID-19 AstraZeneca, Nadia menyebut masih cukup efektif memberikan perlindungan dari penularan virus corona varian delta. Dikutip dari Forbes.com, kepala penasihat media untuk Presiden Biden Dr. Anthony Fauci menyebut bahwa dua dosis vaksin AstraZeneca cukup efektif terhadap varian baru.

 

Vaksin COVID-19 masih cukup efektif

Ilustrasi vaksin COVID-19 (Source: Pexels/Artem Podres)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Source: Pexels/Artem Podres)

Nadia pun menyebut bahwa WHO menyarankan setiap negara untuk mempercepat proses vaksinasi. Terlebih kasus COVID-19 di Indonesia yang terus meningkat diakibatkan oleh adanya varian corona delta dan alpha. Sehingga perlindungan harus dipercepat dengan memperluas cakupan vaksinasi di seluruh wilayah.

"Jadi sekarang WHO menyarankan kita mempercepat vaksinasi, efikasi dari vaksin terus terganggau, kita sebenarnya sudah memiliki pertahanan untuk melawan virus tersebut," kata Nadia.

Selain vaksin Sinovac dan AstraZeneca, sebuah studi yang baru dikeluarkan oleh Nature hari ini menyebut bahwa dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 mampu menetralkan beberapa varian virus. Termasuk varian delta yang kini banyak ditemukan di Indonesia.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 3 AGUSTUS 2021