7 Aktivitas yang Bisa Redakan Depresi dan Kesepian Saat Pandemi

Vinsensia Dianawanti24 Jun 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 18:00 WIB
ilustrasi depresi persisten/unsplash

Fimela.com, Jakarta Depresi dan kesepian menjadi masalah yang dihadapi sebagian orang di saat pandemu COVID-19. Dalam riset yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran menunjukkan 47% responden mahasiswa mengaku mengalami depresi. Di media sosial pun ramai dengan keluhan dari pekerja kantoran yang lelah akibat WFH.

Salah satu faktor yang memicu depresi adalah masyarakat yang tidak lagi bebas melakukan kegiatan layaknya sebelum pandemi. Banyaknya aktivitas virtual berpotensi mengurangi hangatnya interaksi antar manusia. Terutama mereka yang tinggal sendirian di apartemen atau kamar kos menambah beban pikiran.

Menurut CEO Riliv Audrey Maximillian Herli, seseorang harus melakukan aktivitas agar bisa berdamai dengan situasi yang sedang dihadapi. Berikut beberapa aktivitas positif yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi depresi dan kesepian.

1. Meluangkan waktu berolahraga

Kamu bisa mencoba berolahraga sederhana seperti berjalan kaki atau jogging di daerah yang cukup aman. Bergerak membantu melancarkan sirkulasi darah dan berdampak pada mood bahagia. Apalagi kamu akan fokus menikmati pergerakan badanmu dan lingkungan sekitarmu sehingga bisa lebih mindful. Coba luangkan pagi hari saat masih sepi. Atau jika tidak memungkinkan, cobalah membiasakan berjalan kaki ke toko atau lokasi yang tidak jauh. Kamu tidak lagi menghadapi situasi ‘nganggur’ yang bisa berujung pikiran negatif.

2. Duduk di taman

Tikar piknik
Ilustrasi pikinik menggunakan tikar. (dok. Free-Photos/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

‘Forest bathing’ adalah konsep dari Jepang yang mengajakmu menikmati suasana pepohonan. Aktivitas ini bisa membantumu menurunkan stres dan menenangkan diri. Apalagi jika kamu sudah di rumah selama 24 jam berhari-hari. Hindari keramaian dan cobalah menikmati 30 hingga 60 menit berada di tengah pepohonan. Kamu juga bisa melepas sepatu dan menikmati rerumputan di kakimu.

3. Tidur tepat waktu

Tahukah kamu bahwa pikiran negatif kerap muncul saat kita kelelahan, kurang tidur, dan masih terbangun di malam hari? Jangan tunda waktu untuk terlelap. Badan yang sehat berpengaruh terhadap kesehatan mental yang kuat.

4. Bertukar kado dengan keluarga dan sahabat

Meski terhalang jarak, bukan alasan untuk tidak bersua. Kamu bisa menyampaikan salam dan kasih sayang melalui kado makanan delivery atau hampers cantik. Menyayangi, mengayomi, dan terhubung kepada orang terdekat adalah naluri alamiah manusia. Jika biasanya kamu melakukannya melalui tatap muka, kini kamu bisa melakukannya melalui jarak jauh, kan? Ucapan terima kasih dan kebahagiaan merekabisa membuatmu merasa tidak sendiri lagi.

 

5. Mencoba resep masakan

Kadar Protein Berlebih
Ilustrasi Memasak Credit: pexels.com/Anne

Siapa sangka jika memasak bisa menjadi meditasi bagi banyak orang. Menikmati setiap irisan pisau di sayuran atau meracik bumbu agar menjadi santapan berkualitas bisa membuatmu lebih tenang dan lega. Energi berlebihan akibat rasa kesepian bisa tersalurkan melalui kegiatan positif dengan bonus makanan lezat.

6. Memberi makan kucing di jalan

Sembari berjalan kaki, tidak ada salahnya jika kamu mencoba memberi makan kucing jalanan. Perasaan berbagi dan melihat mereka makan dengan lahap bisa membuatmu merasa berharga serta meningkatkan harga diri yang bisa menangkal perasaan sedih dan depresi.

7. Mencari bantuan psikolog lewat online

Jika kamu sudah melakukan banyak hal tetapi masih merasa kesepian bahkan tidak berharga, kamu bisa segera menghubungi psikolog online seperti Riliv. Berbeda dengan teman atau sahabat yang mungkin menghakimi, psikolog akan mendengarkan dengan tulus serta membantu kamu menemukan solusi. Kamu akan merasa lebih berdaya dan siap menghadapi situasi sulit secara mandiri.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓