Menyebabkan Keracunan, 7 Makanan Ini Tak Boleh Dipanaskan Kembali setelah Dimasak

Baiq Nurul Nahdiat22 Jun 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 10:15 WIB
Sayur Bayam

Fimela.com, Jakarta Salah satu kebiasaan kita adalah menghangatkan kembali sayur, lauk atau makanan sisa yang tak habis untuk dikonsumsi dalam keadaan hangat atau agar tak basi. Tetapi, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya langsung dikonsumsi setelah dimasak, karena jika dihangatkan kembali bisa menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan tubuh bahkan beracun. Dan inilah beberapa jenis bahan makanan yang sebaiknya tidak dingatkan kembali.

1. Sayuran kaya nitrat

Sayuran dengan nitrat tinggi termasuk sayuran berdaun hijau, dan sayuran lainnya seperti, wortel, lobak dan seledri, hindari memanaskannya kembali. Sayuran kaya nitrat ini ketika dipanaskan lagi dapat berubah menjadi racun, melepaskan sifat karsinogenik, yang umumnya bersifat kanker. Bayam mengandung zat besi dalam jumlah tinggi, karenanya memanaskan kembali bayam dapat mengoksidasi zat besi yang ada dalam bayam. Oksidasi besi menghasilkan radikal bebas berbahaya yang diketahui menyebabkan banyak penyakit termasuk infertilitas dan kanker.

2. Nasi

Menurut Foods Standards Agency (FSA), seseorang bisa menderita keracunan makanan dengan makan nasi yang dipanaskan kembali. Ini karena adanya bakteri yang sangat resisten yang disebut Bacillus Cereus. Panas membunuh bakteri ini, tetapi dapat menghasilkan spora yang bersifat racun. Setelah nasi dipanaskan kembali dan dibiarkan pada suhu kamar, setiap spora yang dikandungnya dapat berkembang biak, selanjutnya menyebabkan keracunan makanan saat dikonsumsi.

3. Telur

ilustrasi telur membantu menjaga sistem kekebalan tubuh/pexels
ilustrasi telur membantu menjaga sistem kekebalan tubuh/pexels

Telur yang dimasak atau telur rebus dapat menyebabkan kerusakan serius jika terkena panas berulang kali. Setelah telur matang, harus langsung dimakan, tetapi jika disimpan lebih lama, jangan dipanaskan ulang, lebih baik dimakan dingin saja karena makanan berprotein tinggi banyak mengandung nitrogen. Nitrogen ini dapat teroksidasi karena pemanasan ulang, yang selanjutnya menyebabkan kanker.

4. Ayam

Jika memasak ayak, usahakn untuk tidak memanaskannya berulang kali. Komposisi protein dalam makanan pokok ini benar-benar berubah ketika dikeluarkan dari lemari es untuk dipanaskan. Hal ini dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan.

5. Kentang

Kentang adalah sumber yang kaya vitamin B6, kalium dan vitamin C, namun jika dipanaskan berulang kali, kemungkinan akan menghasilkan Clostridium Botulinum (bakteri penyebab Botulisme). Bahkan jika membiarkan kentang matang dalam suhu kamar, produksi bakteri akan meningkat. Jika ingin menghindari pertumbuhan bakteri, yang terbaik adalah menyimpannya di lemari es atau membuangnya jika tidak dikonsumsi dalam waktu 1-2 hari.

6. Jamur

Tumis Jamur
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/ al1962

Disarankan untuk makan jamur segera setelah dimasak. Idealnya, jamur tidak boleh disimpan untuk dikonsumsi pada hari berikutnya. Karena merupakan pembangkit tenaga protein dan memiliki banyak mineral dan dengan memanaskannya kembali akan memecah protein ini lebih lanjut yang menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan. Oleh karena itu pemanasan mereka akan menghasilkan racun yang mengandung nitrogen teroksidasi dan radikal bebas.

7. Minyak zaitaun

Salah satu sumber terbaik asam lemak omega-3 adalah minyak pres dingin seperti minyak biji rami, minyak zaitun, dan minyak canola. Lemak omega-3 sangat sensitif terhadap suhu karena bisa pecah dan menjadi tengik di atas 40 derajat celcius. Oleh karena itu, jangan pernah memanaskan minyak pres dingin sebelum dikonsumsi.

Jadi, sebaiknya jika memasak makanan di atas, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan agar tak ada yang tersisa. Dan ada baiknya, makanan yang dimasak langsung dikonsumsi dan hindari mengahatkannya kembali. Semoga ulasan di atas bermanfaat.

 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 30 JULI 2021