Kolaborasi Keren Seniman Mural Singapura dan Indonesia Mengekspresikan Kerinduan Akan Travelling Kembali

Wuri Anggarini24 Jun 2021, 00:01 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 00:01 WIB
Kolaborasi Keren Seniman Mural Singapura dan Indonesia Mengekspresikan Kerinduan Akan Travelling Kembali

Fimela.com, Jakarta Selalu ada yang istimewa saat liburan ke Negeri Singa. Menyusuri jalanan dan setiap sudutnya yang menciptakan kenangan tersendiri, destinasi liburan yang nggak pernah terasa membosankan, kuliner yang selalu berhasil memanjakan lidah, hingga kemeriahan festival tahunan yang menghidupkan suasana. Semuanya jadi pengalaman nggak terlupakan yang bikin kamu selalu ingin ke Singapura lagi dan lagi.

Hayo, siapa di sini yang sudah mulai kangen liburan ke Singapura? Memang harus lebih sabar menunggu lagi karena kondisi pandemi masih belum memungkinkan kamu untuk melepas kangen dengan Singapura. Sambil menanti waktu yang dinantikan tiba, cobalah mulai hidupkan mimpi dan bikin bucket list destinasi apa saja yang akan dikunjungi saat pandemi sudah berakhir nanti.

Uniknya, kerinduan liburan di Singapura diwujudkan menjadi sebuah karya kolaborasi keren seniman dari 2 negara, lho. Mereka adalah Stereoflow (Indonesia) dan Zero (Singapura) yang dikenal sebagai seniman mural dengan karya outstanding. Seperti apa sih cerita kolaborasi mereka dalam menghidupkan mimpi traveling ke Singapura?

Behind The Scene di Balik Kolaborasi

Behind The Scene di Balik Kolaborasi
credit: Youtube/Visit Singapore

Pecinta mural pastinya sudah nggak asing lagi dengan sosok Stereoflow atau yang memiliki nama asli Adi Dharma. Seniman mural yang karyanya punya ciri khas garis pada gambarnya memang sudah berhasil menyulap berbagai tempat di tanah air jadi karya seni estetik. Dalam kolaborasi ini, ia dipertemukan dengan Zero yang dikenal sebagai street artist kenamaan asal Singapura. Punya karakteristik masing-masing dalam menciptakan gambar, ternyata bukan hal yang sulit menyatukan ide mereka.

"Ketika memutuskan kolaborasi, saya kontak dia dan bertanya apa yang akan digambarkan. Saya tahu gayamu, kamu tahu gaya saya, jadi bagaimana cara kita mengerjakannya bersama?" cerita ZERO tentang awal mula kolaborasi mereka.

Biarpun berkolaborasi jarak jauh, ternyata bukan hal yang sulit bagi mereka dalam menyatukan ide. Masing-masing mengirimkan sketsanya kepada satu sama lain dan memberikan respons.

"Saya menambahkan beberapa elemen grafisnya yang sangat khas ke dalam karya saya. Kamu bisa melihat garis-garis hitam dan putih, kamu juga bisa melihat warna yang sangat solid dalam karya saya," cerita Zero kemudian.

Meskipun melakukan kolaborasi jarak jauh, tapi prosesnya tetap terasa asyik dan menyenangkan bagi kedua seniman tersebut.

"Zero itu udah seperti teman baik. Gue udah kenal visual dan karyanya, udah ada koneksi khusus, jadi udah kebayang bakal seperti apa jadinya," cerita Stereoflow.

Under The Same Sun, Mural yang Mencerminkan Kondisi Saat Ini

Under The Same Sun, Mural yang Mencerminkan Kondisi Saat Ini
credit: Youtube/Visit Singapore

Kolaborasi mural Stereoflow dan Zero adalah sebuah karya bertajuk Under The Same Sun. Di Indonesia, kamu bisa menemukan karya mereka di M Bloc Space, sementara di Singapura terpampang nyata di Kampong Gelam. Ada cerita tersendiri di balik makna karya mural yang satu ini, lho.

"Judul karyanya Under The Same Sun. Jadi walau masih terpisah pandemi, kita masih berada di bawah matahari yang sama," ungkap Stereoflow.

Menurut Zero, mereka memutuskan untuk membuat karya yang lebih terang, lebih berwarna, positif serta sedikit berpikir ke depan.

"Jadi ketika kamu melihat karya saya, karakter saya sedang melihat ke depan dan membayangkan waktu di mana kita bisa bepergian untuk bertemu teman-teman dan keluarga yang ada di luar negeri. Karya ini seperti portal, sebuah gerbang menuju pemikiran seseorang, terutama di masa pandemi seperti sekarang," cerita Zero.

Ada alasan juga mengapa M Bloc Space dan Kampong Gelam yang dipilih menjadi lokasi mural. Menurut Stereoflow, M Bloc Space punya arsitektur yang unik dan bisa menciptakan perasaan yang kaya saat bercampur dengan mural yang mereka buat. Sementara itu, Kampong Gelam saat ini menjadi salah satu pusat budaya di Singapura dan banyak mural yang sudah ada di sana sehingga ini menjadi lokasi yang pas.

Harapan untuk Kembali ke Singapura

Harapan untuk Kembali ke Singapura
credit: Youtube/Visit Singapore

Lewat kolaborasi tersebut, keduanya sama-sama berharap agar orang-orang bisa kembali ke Singapura. Stereoflow sendiri secara khusus ingin orang melihat karya kolaborasi ini secara utuh. Sementara Zero berharap orang-orang bisa kembali ke Singapura dan melihat negara tersebut secara menyeluruh, nggak hanya Marina Bay Sands atau bangunan pencakar langit yang ada.

"Saya pikir mereka harus berkunjung ke tempat-tempat di mana budaya berkembang seperti Kampong Gelam. Melihat sejarah, budaya, dan cabang budaya lainnya yang dikembangkan oleg generasi muda di Singapura seperti saya. Keindahan sejatinya saya rasa jalanan, orang-orangnya. Itulah pemandangan menarik yang ada di Singapura ini," lanjut Zero.

Stereoflow pun sepakat jika hal yang bikin sebuah kota jadi menarik adalah orang-orang dan budayanya. "Harapan gue dengan mural ini gue bisa mengajak kalian buat membayangkan lagi untuk eksplor Singapura," pungkas Stereoflow.

Gimana, semakin merasakan kerinduan buat kembali traveling ke Singapura? Saatnya mulai membayangkan liburan di Singapura saat keadaan sudah membaik kembali. Tonton video selengkapnya di bawah ini:

Singapura saat ini sedang mempersiapkan destinasinya dengan beragam penyesuaian baru agar bisa menyambut para traveler dari mancanegara dengan aman dan nyaman. Jadi sebelum itu, catat dulu bucket list destinasi apa saja yang ingin dikunjungi dan hidupkan impian rencana perjalananmu ke Singapura dari rumah! #SingapoReimagine.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela