5 Tips Melakukan Komunikasi yang Sehat dengan Pasangan

Gayuh Tri Pinjungwati22 Jun 2021, 16:15 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 16:15 WIB
Partner romantis

Fimela.com, Jakarta Salah satu alasan utama mengapa dirimu cenderung bertengkar dengan pasanganmu adalah karena kurangnya komunikasi. Dirimu harus menjadikan komunikasi yang sehat sebagai kebutuhan. Dirimu tidak hanya harus menjadi pendengar yang baik tetapi juga komunikator yang baik dalam hubungan. Sangat mudah bagi orang untuk memberitahumu untuk berkomunikasi dengan cara yang lebih baik dengan pasangan, tetapi sulit untuk mempraktikkannya secara nyata. Oleh karena itu, dirimu harus mempraktikkannya selangkah demi selangkah dan akhirnya menguasainya.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantumu berkomunikasi dengan pasanganmu dengan cara yang lebih baik.

Jangan Berasumsi

Ini adalah kecenderungan manusia untuk membaca pikiran dan mengasumsikan apa yang diinginkan pikiran kita. Hal ini menyebabkan banyak masalah dan asumsi yang salah. Dirimu mungkin tidak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan orang lain, tetapi pikiranmu mengasumsikan sesuatu yang mungkin tidak benar.

Jangan Mendominasi Percakapan

Percakapan adalah ketika dua orang berbicara. Ini adalah jalan dua arah. Jangan membuatnya tentang dirimu sendiri. Tanyakan kepada pasangan tentang perasaan dan pikirannya. Buat pasanganmu lebih terlibat dalam percakapan sehingga kalian berdua menikmatinya. Penting bagi kedua orang dalam suatu hubungan untuk berbagi apa yang mereka rasakan dan apa yang ada dalam pikiran mereka. Pastikan dirimu tidak mendominasi percakapan. Percakapan yang sehat adalah tentang orang-orang dan harus mengalir bolak-balik secara alami.

Keseimbangan Adalah Kuncinya

Partner Romantis
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Follow Focus

Di tengah kesibukan pekerjaan, penting untuk menyisihkan waktu untuk pasangan. Mengabaikan pasangan sepanjang waktu untuk masalah pekerjaan mungkin tidak sehat untuk hubunganmu. Tetapi sama pentingnya bagi kalian berdua untuk menghormati dan memahami pekerjaan satu sama lain. Semua orang ingin didengar dan mengungkapkan perasaan mereka. Tergantung pada jadwal kerjamu, dirimu harus memberikan waktu untuk pasanganmu. Jika mengalami hari yang sibuk di tempat kerja, pastikan untuk memberikan waktu setidaknya 15 menit. Jangan biarkan pasanganmu tidak terdengar atau tidak mendapat informasi. Ini akan membantumu menghindari konflik yang lebih besar.

Sinyal Non-verbal

Seiring dengan komunikasi verbal, penting untuk memahami tanda-tanda non-verbal yang dibuat pasanganmu saat berkomunikasi. Ini membantumu memahami apa yang dirasakan pasangan dengan cara yang lebih baik. Bahasa tubuh, nada suara, kontak mata, dan jarak antara kalian berdua saat berbicara adalah tanda-tanda non-verbal. Mengetahui tanda-tanda verbal pasangan mungkin membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi itu pasti akan membuat percakapanmu sehat. Misalnya, jika pasanganmu tidak melakukan kontak mata saat dirimu berbicara, itu menunjukkan bahwa pasanganmu tidak tertarik dengan apa yang dirimu katakan atau malu akan sesuatu.

Mengekspresikan Kebutuhan

Mengekspresikan apa yang dirimu rasakan sekali lagi sangat penting. Pasanganmu mungkin merasa lebih mudah untuk membantumu jika dia tahu apa yang dirimu butuhkan. Jika mengalami sesuatu dan membutuhkan saran, beri tahu pasanganmu. Jangan menunggu pasanganmu untuk memberikan saran karena pasanganmu mungkin tidak tahu apa yang dirimu alami dan mungkin memutuskan untuk memberimu ruang. Dengan memberi tahu pasanganmu apa yang dirimu butuhkan, dirimu dapat menghindari perselisihan di masa depan. Biarkan pasangan tahu apa yang sebenarnya yang dirimu butuhkan pada saat itu.

Melakukan komunikasi tidak dapat dilakukan dengan begitu saja. Tentunya, komunikasi yang membuat nyaman pun diperlukan untuk menghindari konflik yang semakin panjang.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓