Masa Kecil Terasa Indah karena Ada Kebersamaan dengan Teman-Teman

Endah Wijayanti22 Jul 2021, 13:35 WIB
Diperbarui 22 Jul 2021, 14:57 WIB
tulisan tangan

Fimela.com, Jakarta Kenangan pada masa kecil takkan pernah terlupakan. Hari-hari dan waktu yang kita lewati saat masih anak-anak akan selalu membekas di hati. Masing-masing dari kita pun pasti punya kisah atau cerita paling membekas soal masa kecil itu, seperti pengalaman yang dituliskan Sahabat Fimela dalam Lomba My Childhood Story: Berbagi Cerita Masa Kecil yang Menyenangkan ini.

***

Oleh:  Epi Lestari

Hai, semuanya. Perkenalkan nama aku Epi Lestari. Umur aku sekarang 22 tahun. Aku mau bercerita tentang masa kecil aku yang menyenangkan sekaligus ada cerita aku mengalami perundungan (bullying).

Jadi aku itu tinggal di desa yang asri dan udaranya masih segar. Banyak sawah dan pegunungan. Jadi, pada masa aku kecil belum banyak yang punya gadget. Aku dan teman-teman sering main permainan tradisional. Mulai dari sondah, galah asin, petak umpet, congklak di tanah pake batu, loncat tinggi/ karet, bahkan yang paling menyenangkan kami bikin saung saungan (gubuk dari kayu) terus kalau hujan bukannya masuk rumah malah lari ke gubuknya. Seru sekali!

Kalau musim panen padi tiba para orang tua memetik padi dan kami anak-anak ikut turun ke sawah sambil buat terompet dari batang padi, bikin kincir air, terus dimainkan di saluran air. Kami juga makan bareng.

 

Kenangan Bermain dengan Teman-Teman

bersahabat dengan introver
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/inlitestudio

Ada kejadian yang aku alami waktu itu aku loncat loncat dari jalan ke sawah. Sampai semua badan aku penuh lumpur. Dan kalau bulan Ramadan tiba dulu masih ada tradisi mengatar makanan dalam rantang ke saudara.

Dan lanjut ke masa sekolah. Zaman aku SD dulu ya kalau hujan kami semua jalan kaki terus ada kejadian yang tak terlupakan.

Jadi pas musim hujan kami semua pulang bareng tapi tanpa sepatu dengan alasan sepatu takut basah kehujanan. Kebetulan dulu jalan ke kampung aku masih jalan tanah merah belum ada batunya sama sekali dan kalau hujan licinnya bukan main. Kami semua juga main prosotan di jalan seakan-akan main di taman bermain.

Aku pernah mengalami perundungan yang dilakukan oleh kakak kelas SD. Telingaku pernah ditendang sampai bengkak, bahkan sampai sekarang masih ada bekasnya. Saat itu aku tak berani bilang siapa pun termasuk ke orangtuaku karena kakak kelasku itu orang kaya. Sekarang aku sadar semestinya saat mengalami itu, aku berani melakukan sesuatu. 

Oh iya balik lagi ke masa kecil yang menyenangkan. Jujur ya sekarang aku nggak pernah lihat anak-anak main bareng. Anak-anak sekarang lebih sering bermain HP. Meski berkumpul mereka tetap saling cuek. Ah, aku rindu suasana seperti dulu. 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela