Deretan Cerita Atlet Perempuan India yang Lawan Seksime dan Kemiskinan Sebelum Bertanding di Olimpiade Tokyo

Vinsensia Dianawanti27 Jul 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 19:00 WIB
Deretan Cerita Atlet Perempuan India yang Lawan Seksime dan Kemiskinan Sebelum Bertanding di Olimpiade Tokyo

Fimela.com, Jakarta Banyak cerita yang mewarnai semarak Olimpiade Tokyo 2021. Tidak hanya di arena pertandingan, banyak cerita mencuat ke permukaan yang menyoroti latar belakang dari masing-masing atlet, terutama atlet perempuan.

India menjadi salah satu negara yang memboyong atlet perempuan untuk bertanding di sejumlah cabang olahraga. Sebanyak 56 atlet perempuan India bersaing untuk memperebutkan medali di 16 kategori di Olimpiade Tokyo 2021.

Namun rupanya ada berbagai cerita pahit yang dialami oleh para atlet perempuan India ini sebelum gemilang menjadi seorang atlet nasional. Siapa saja mereka? Seperti apa cerita pahit yang mereka alami?

 

1. Revathi Veeramani

Atlet asal India yang satu ini harus hidup bersama sang nenek sejak enam tahun karena kedua orangtuanya meninggal akibat penyakit yang berbeda. Sejak ditinggal kedua orangtuanya, Revathi dan sang adik menjadi tanggungan penuh sang nenek yang sudah tidak lagi muda.

Arammal Veeramani harus membesarkan Revathi dan adiknya dengan mendapatkan upah harian. Ia melakukan pekerjaan sambilan di pertanian dan tempat pembakaran batu bata. Meski uang yang dimiliki sangatlah kurang, ia memastikan kedua cucu perempuannya dapat menyelesaikan pendidikan dan mengejar impiannya.

“Saya tidak punya uang untuk mendukung impian olahraga Revathy, tetapi saya tidak pernah kehilangan harapan. Saya melakukan apa pun yang saya bisa dan mendorongnya untuk belajar dan mengejar atletik,” kata Arammal.

Revathi Veeramani mewakili India untuk cabang olahraga estafet campuran 4x400m di Olimpiade Tokyo.

 

2. Mary Kom

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by MC Mary Kom OLY (@mcmary.kom)

Atlet petinju perempuan berusia 38 tahun ini berasal dari Manipur, India Timur yang mengalami komentar seksis selama masa remaja. Memilih cabang olahraga tinju yang dinilai melakukan olahraga laki-laki. Ayahnya sendiri yang merupakan pegulat profesional juga mengatakan bahwa mengejar olahraga tersebut tidak pantas bagi perempuan.

Kom meninggalkan desanya di usia 15 tahun untuk berlatih di akademi tinju profesional dengan bantuan sponsor yang mengenali bakatnya sejak dini. Bahkan ia dijuluki "Magnificent Mary" yang kemudian ia mendapatkan lima medali emas di Kejuaraan Dunia Asosiasi Tinju Internasional, satu perunggu di Olimpiade London 2012, dan lima emas di Kejuaraan Asia.

Bahkan kisah Kom diabadikan dalam sebuah film yang berjudul "Eponymously" yang dibintangi oleh Priyanka Chopra. Menghasrilkan 1 miliar rupee di box office pada 2014.

 

3. Bhavahi Devi

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by C A Bhavani Devi (@bhavanideviofficial)

Bhavahi Devi menjadi pemain anggar pertama yang mewakili India di Olimpiade. Perjalanannya menjadi atlet dimulai dengan tongkat bambu karena pedang anggar asli terlalu mahal. Bahkan ibu Devi harus menggadaikan perhiasannya untuk mendanai karier anggarnya.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela