Ikut Olimpide Tokyo 2020, Atlet Perempuan Dihantui Beragam Kontroversi Celana Pendek

Vinsensia Dianawanti30 Jul 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 17:30 WIB
Olivia Breen

Fimela.com, Jakarta Di balik gegap gempita pesta olahraga Olimpiade Tokyo 2020, masih menyimpan banyak konflik dan kontroversi. Bahkan sebelum Olimpiade Tokyo 2020 ini berlangsung. Baik di antara atlet maupun dengan pihak penyelenggara. Salah satunya persoalan celana pendek yang dikenakan para atlet perempuan untuk bertanding.

Bahkan sebelum upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, juara dunia Paralimpiade Inggris Olivia Breen menuangkan kekecewaannya di Twitter karena seorang perempuan yang merupakan penyelenggara mengaatakan celana yang ia kenakan terlalu pendek dan tidak pantas saat ambil bagian dalam Kejuaraan Inggris di Bedford pada Minggu (25/07/2021), mengutip dari Independent.co.uk.

Breen adalah seorang sprinter dan spesialis lompat jauh yang menderita cerebral palsy. Ia akan bertanding di Tokyo Paralympic Games bulan depan. Ia mengatakan bahwa ia kecewa dan tidak mampu berkata-kata denga insiden tersebut.

Padahal ia sendiri telah mengenakan pakaian yang sama selama sembilan tanpa masalah. Bahkan ia pun mempertanyakan apakah atlet pria akan menjadi sasaran kritik yang sama.

 

Diikuti tim Norwegia

Ikut Olimpide Tokyo 2020, Atlet Perempuan Dihantui Beragam Kontroversi Celana Pendek
Sejumlah atlet perempuan dihantui kontroversi celana pendek sejak sebelum mengikuti Olimpiade Tokyo 2020

Kehebohan ini diikuti secara terpisah oleh tim bola tangan perempuan Norwegia yang didenda 129,5-130 poundsterling perorang atau sekitar Rp2,5 juta perorang karena mengenakan celana pendek, bukan bawahan bikini di Kejuaraan Bola Tangan Pantai Eropa di Bulgaria.

Celana pendek yang dikenakan para atlet dinilai tidak pantas dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Kedua insiden ini memang terjadi sebelum Olimpiade Tokyo 2020 namun mereka dapat memiliki konsekuensi untuk mengikuti Olimpiade.

Informasi yang tersedia soal aturan seragam atlet hanya terkait jumlah ruang dialokasikan untuk sponsor. Ada banyak sekali peraturan khusus yang harus diikuti oleh atlet di cabang olahraga individu terkait seragam. Aturan tersebut sangat bervariasi tergantung pada sifat kegiatan yang bersangkutan.

 

Aturan soal seragam

Salah satunya seperti atlet pengendara BMX yang menjadi cabang olahraga baru harus selalu mengenakan kemeja. Hal ini menghindari para atlet menggunakan kain longgar yang memperbesar kemungkinan tersangkut roda gigi sepeda mereka.

Secara spesifik Federation Internationale de Volleybay menjelaskan tentang seragam bahwa atlet voli pantai bersaing di lingkungan pantai dan udara terbuka dan diharuskan untuk memproyeksikan citra yang sehat untuk audens, media, mitra, dan lain-lain.

Sehingga selain mengasah dan mendemonstrasikan keahlian teknik dan berusaha untuk menang, para peserta di beberapa cabang olahraga juga diharapkan dapat memproyeksikan citra yang sehat untuk kepentingan penonton.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela