Setiap Pengalaman Masa Kecil Punya Warna Cerita Tersendiri

Endah Wijayanti31 Jul 2021, 13:45 WIB
Diperbarui 31 Jul 2021, 13:45 WIB
seribu cinta dan harapan bahagia

Fimela.com, Jakarta Kenangan pada masa kecil takkan pernah terlupakan. Hari-hari dan waktu yang kita lewati saat masih anak-anak akan selalu membekas di hati. Masing-masing dari kita pun pasti punya kisah atau cerita paling membekas soal masa kecil itu, seperti pengalaman yang dituliskan Sahabat Fimela dalam Lomba My Childhood Story: Berbagi Cerita Masa Kecil yang Menyenangkan ini.

***

Oleh:  Baby Sianty

Pengalaman ini bukanlah kisah sinetron atau mungkin terinspirasi dari sinetron. Ini adalah kisah seorang manusia yang telah melewati masa kecilnya seperti ibarat main roller coaster. Semua cerita akan berawal dari lembaga yang krusial dalam diri seorang anak, yaitu keluarga.

Keluarga adalah sarana utama peranan pendidikan dan tempat terciptanya sebuah hubungan penuh kasih sayang antara ayah, ibu, dan anak. Ketika seorang anak kecil umumnya bisa mendapatkan kebahagiaan dan kehangatan di lingkungan keluarga mereka, sedangkan aku bukanlah anak tersebut.

Sejak kecil aku selalu terbiasa untuk mendengarkan pertengkaran kedua orang tuaku bahkan sempat menyaksikan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ayahku sendiri. Setiap kali aku bersama dengan kedua orang tuaku, aku hanya bisa berharap kalau mereka enggak akan bertengkar. Tetapi itu jarang terwujud sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk pisah.

Di saat mereka pisah, aku sempat dilarang bertemu ayahku. Secara diam-diam aku dan kakakku tetap saja menemui ayahku, walaupun ibuku mengetahui itu juga akhirnya.

Ada suatu momen yang masih kuingat di kala aku mendampingi ayahku untuk menikah lagi dan di saat itu aku menangis, tidak pernah terbesit di otakku untuk memiliki ibu dan adik tiri. Apalagi pengalaman ibu kandungku sendiri yang memiliki ibu tiri yang serakah dan kejam membuatku takut kalau istri baru ayahku akan seperti itu.

Bersyukur sifat istri ayah tidak seperti itu, bahkan dia sudah menganggap aku dan kakakku seperti anaknya. Hubungan ayah dan ibuku yang sebelumnya buruk sudah menjadi baik dan kami tetap menjaga silaturahmi sampai saat ini.

 

Mengambil Pelajaran dari Setiap Pengalaman

perempuan mandiri
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/DeanDrobot

Kisah berlanjut di masa sekolah, aku pernah mendapatkan bullying karena dianggap sebagai murid bodoh oleh teman-teman sekelas. Tidak hanya itu, murid sekelas dan guru pun sempat mengolok-olokkan namaku karena dinilai hampir sama seperti binatang. Alasan mereka melakukan itu semata-mata sebagai bahan bercandaan.

Tetapi terlepas dari apapun niat mereka, tidak selayaknya sebuah nama yang merupakan bentuk doa dari orang tua dihina seperti itu. Ini bukan tentang baper atau enggak, ini tentang belajar memanusiakan manusia.

Tidak semua orang mengerti perasaan orang lain, di saat kalian hanya melihat mereka dari luar baik-baik saja, apakah kalian tahu bagaimana perasaan mereka di dalamnya? Dan hal yang membuat saya miris adalah seorang guru yang selayaknya menjadi panutan justru bertindak semena-mena.

Tidak semua kenangan masa sekolah itu menyebalkan, aku juga teringat momen di saat aku bersama teman-teman sejemputan seringkali menjahili sampai bertengkar dengan senior sejemputan kami. Beberapa hal yang seringkali kami lakukan dengan mereka yaitu melempar balon air comberan, taruhan 3 on 3 basket, ngejambak rambut senior itu.

Meskipun kami suka bertengkar, tetapi hal itu tidak pernah serius karena pertengkaran kami selalu diiringi dengan bahan bercandaan. Momen yang berkesan menurutku adalah waktu jemputan mogok, aku, teman-teman dan senior jemputan itu pun memutuskan untuk jalan kaki dari sekolah kami ke curug lalu naik angkot setelah itu. Di perjalanan kami selalu bercanda dan terus tertawa sehingga tidak terasa melelahkan jalan kaki tersebut.

Pada dasarnya setiap pengalaman selalu punya warna cerita tersendiri. Terlepas dari apa pun pengalaman saya, sisi yang bisa saya petik adalah take it as a lesson for you and your next generation.

Buat siapa pun yang pernah merasa direndahkan, saya sudah belajar untuk bangkit serta maju. Jangan pernah takut dan terbebani dengan anggapan orang lain. Ini adalah cara terbaik untuk menampar orang-orang angkuh seperti itu. Percayalah tidak ada manusia yang sesungguhnya bodoh, karena Tuhan selalu meletakkan kemampuan ke pada setiap umat-Nya dengan potensi yang berbeda-beda. Love yourself. 

 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela