Karier Badminton Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Raih Medali Emas dan Cetak Sejarah di Olimpiade Tokyo 2020

Anisha Saktian Putri02 Agu 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 13:52 WIB
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Raih Medali dan Cetak Sejarah di Olimpiade Tokyo 2020

Fimela.com, Jakarta Greysia Polii Polii/Apriyani Rahayu, Ganda Putri Indonesia mencetak sejarah dengan lolos ke final Olimpiade Tokyo 2020 dan otomatis meraih medali dari cabang bulu tangkis.

Greysia dan Apriyani dinyatakan lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo setelah berhasil menempati peringkat ketujuh daftar Race to Tokyo BWF di nomor ganda putri dengan mengumpulkan 67.805 poin.

Pasangan ini pun mengalahkan pasangan Korea Selatan, Shin Seung-chan/Lee So-hee dua gim langsung di Musashino Sports Plaza, Sabtu (31/7/2021) hingga berhak melaju ke babak final dan menawang melawan pasangan China Chen Qingchen dan Jia Yifan dua set langsung. Menjadikan pasangan Ganda Putri pertama Indonesia meraih emas untuk pertama kalinya di ajang Olimpiade.

Greysia dan Apriyani tak langsung dipasangkan menjadi ganda putri. Pasangan yang berbeda usia 10 tahun ini baru dipasangkan pada tahun 2017 dan telah memiliki prestasi masing-masing.

Melansir Antara, Greysia sempat berpasangan dengan Meiliana Jauhari, keduanya menjadi runner up Macau Open Grand Prix Gold 2010. Selama bersama Meiliana, Greysia juga pernah menempati podium kedua di kejuaraan Indonesia Open Grand Prix 2010 dan Chinese Taipe Open Grand Prix Gold 2011. Bersama Meliana, Greysia berhasil lolos ke Olimpiade untuk pertama kalinya di Olimpiade London 2012 meskipun belum berhasil meraih medali.

Greysia juga pernah berpasangan dengan Nitya, dan menorehkan sejumlah prestasi. Selain juara Thailand Open 2013, keduanya juga berhasil melaju ke partai final Swiss Open Grand Prix Gold 2014, meskipun harus puas menjadi runner up.

Greysia dan Nitya juga berhasil merebut medali emas Asian Games 2014 selepas menang dari pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 21-15, 21-9, menjawab penantian panjang Indonesia di nomor ganda putri selama 36 tahun -- terakhir kali pasangan Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna pada Asian Games 1978. Bersama Nitya, Greysia merasakan atmosfer Olimpiade untuk kedua kalinya saat berlaga di Olimpiade Rio 2016.

Sementara Apriyani di tahun 2014, yang masih berusia 16 tahun, dipasangkan dengan Rosyita Eka Putri Sari berjuang di final BWF World Junior Championships 2014. Namun, keduanya harus melepas gelar juara dari genggaman mereka setelah gagal meredam perlawanan unggulan pertama dari Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yi Fa.

Masih terus berjuang di kejuaraan junior, Apriyani bersama Jauza Fadhila meraih gelar juara di Singapore International Series 2015.

Sempat bermain di nomor ganda campuran, Apriyani yang berpasangan dengan Facriza Abimanyu membawa pulang perunggu di Kejuaraan Asia Junior 2015. Hasil yang sama juga diraih saat Apriyani berpasangan Rinov Rivaldy di Kejuaraan Junior Asia 2016.

Hingga akhirnya, Greysia/Apriyani, yang menjadi pasangan baru di tahun 2017 dan sukses membuat kejutan dengan berhasil keluar sebagai juara Thailand Open Grand Prix Gold 2017.

Meraih mimpi menjadi atlet badminton

Greysia lahir di Jakarta pada 11 Agustus 1987, dia sempat turun di ganda putri dan ganda campuran.

Anak ke-3 dari lima bersaudara ini menyukai bulu tangkis sejak usia lima tahun. Melansir Merdeka.com, ibunya rela menjual bajunya untuk membelikan Greys kecil sebuah raket agar ia dapat berlatih secara maksimal. 

Greys sekeluarga yang awalnya tinggal di Manado pun akhirnya pindah ke Jakarta demi kepentingan karier Greys. Greys kemudian bergabung di pelatnas sejak tahun 2003 dan dilatih oleh Richard Mainaky and Aryono Miranat.

Sedangkan, Apriyani Rahayu lahir pada 29 April 1998 di Lawulo, sebuah desa kecil wilayah Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sejak duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD), Arpiyani menyukai bulu tangkis setelah menonton pertandingan di televisi.Karier Apriyani sebagai atlet dimulai setelah masuk klub Pelita Bakrie pada 2011. Kemudian tahun 2015, ia pindah ke PB Jaya Raya.

Prestasi Greysia / Apriyani

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Raih Medali dan Cetak Sejarah di Olimpiade Tokyo 2020/dok. Instagram Greysia Polii
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Raih Medali dan Cetak Sejarah di Olimpiade Tokyo 2020/dok. Instagram Greysia Polii

Prestasi Greysia / Apriyani

Juara Thailand Open Grand Prix Gold 2017 (4 Juni 2017)

Juara France Open Super Series 2017 (29 Oktober 2017)

Runner Up Hongkong Open Super Series 2017 (26 November 2017)

Runner Up Indonesia Masters HSBC WTS 500 2018 (28 Januari 2018)

Juara India Open HSBC WTS 500 2018 (4 Februari 2018)

Juara Thailand Open HSBC WTS 500 2018 (15 Juli 2018)

Asian Games 2018 (perunggu)BWF World Championship 2019 (perunggu)

Juara Thailand Open 2021

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela