Berkirim Surat dan Bersahabat Pena, Masa Indah yang Terus Tersimpan di Hati

Endah Wijayanti03 Agu 2021, 15:35 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 16:05 WIB
bisnis tulisan

Fimela.com, Jakarta Kenangan pada masa kecil takkan pernah terlupakan. Hari-hari dan waktu yang kita lewati saat masih anak-anak akan selalu membekas di hati. Masing-masing dari kita pun pasti punya kisah atau cerita paling membekas soal masa kecil itu, seperti pengalaman yang dituliskan Sahabat Fimela dalam Lomba My Childhood Story: Berbagi Cerita Masa Kecil yang Menyenangkan ini.

***

Oleh: Iku Saymara

Masih melekat di ingatan, masa sekitar 30 tahunan yang lalu. Pada masa itu aku adalah seorang gadis kecil pemalu yang gemar berkhayal, membaca, menulis buku harian, dan bermain boneka. Aku bukanlah seseorang yang luwes dalam bergaul ataupun senang berbicara kepada orang baru. Rasanya lebih menyenangkan mencurahkan isi hati ke dalam sebuah buku daripada berbicara dengan teman.

Suatu saat saudara sepupuku memberikan brosur tentang program yang memfasilitasi pencarian sahabat pena dari mancanegara. Melalui program itu anak-anak di berbagai belahan dunia dapat memilih negara di benua Asia, Amerika, Eropa lalu saling berkirim surat, memulai persahabatan jarak jauh.

Tanpa pikir panjang, aku pun berpartisipasi dan memberanikan diri menulis surat dalam bahasa Inggris sederhana. Surat demi surat kutulis dengan rapi di atas kertas cantik untuk dikirim ke berbagai negara yang namanya seringkali terdengar asing di telinga, bahkan hanya sebatas mempelajari secara geografis di pelajaran Peta Buta.

Memiliki Sahabat Pena

menulis jurnal
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Pondsaksit

Tak jarang surat-suratku tak kunjung dibalas. Tetapi dengan bersemangat aku tetap mengirimkan surat-surat lainnya ke Singapura, Finlandia, Swedia, Norwegia, Jerman, Perancis, Australia, Amerika Serikat, Turki, Mesir, dan lain-lain. Setelah melalui penantian cukup panjang, aku pun menerima balasan pertama dari seorang sahabat pena yang berasal dari Swedia. Betapa gembira dan antusiasnya aku waktu itu.

Aku dan sahabat-sahabat penaku juga saling bertukar foto-foto diri, keluarga, bahkan binatang peliharaan kami. Mereka senang mendengar budaya dan berbagai hal tentang Indonesia, seperti aku juga tak sabar menantikan cerita bagaimana kehidupan di negara-negara lain melalui tulisan mereka. 

Persahabatan itu masih berlanjut. Beberapa di antara mereka masih berteman denganku hingga kini melalui media sosial, bahkan ada seorang yang sempat berkunjung ke Indonesia.

Betapa menyenangkan pengalaman surat-menyurat antar negara. Membacanya kembali saat dewasa merupakan perasaan yang tak dapat kulukiskan. Aku bersyukur dapat melewati masa-masa itu. Masa di mana surat yang ditulis tangan dan dikirim melalui pos begitu berharga. Perangko pun menjadi daya tarik tersendiri. Masa kecil yang sungguh indah. 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela