Review Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Kezia Prasetya Christvidya05 Agu 2021, 19:45 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 19:45 WIB
membaca-kezo

Fimela.com, Jakarta Memiliki sifat yang bodo amat sebenarnya sangat diperlukan, dalam menjalani sebuah kehidupan sehari-hari. Walaupun bersifat bodo amat atau masa bodoh, tetapi tidak mengurangi rasa empati kita kepada seseorang.

Buku dengan judul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson, adalah sebuah buku pengembangan diri yang cukup populer. Buku ini adalah buku terjemahan dari The Subtle Art of Not Giving a F*ck, yang termasuk buku best seller The New York Times dan Washington Post.

Mungkin sebagian orang beranggapan, kalau buku ini mengajarkan tentang sikap masa bodoh, tetapi penulis mengajarkan tentang suatu hal dalam kehidupan ini, ada yang perlu dirasakan maupun tidak dirasakan. Yuk simak review lengkap tentang buku dengan judul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat:

Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

membaca-kezo
ilustrasi membaca novel/Karolina Grabowska/pexels

Judul: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Penulis: Mark Manson

Alih bahasa: F. Wicakso

 

Penerbit: Grasindo

Buku yang berjudul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, merupakan buku pengembangan diri yang ditulis oleh Mark Manson. Buku ini memiliki banyak pesan moral di dalamnya, yang terkait dengan kehidupan tentang sebuah kepeduliaan terhadap suatu hal yang penting bagi hidup, tetapi masa bodoh dengan hal yang tidak bermakna.

Penulis tidak bermaksud untuk mengajak pembacanya bersikap bodo amat dengan segala sesuatu. Tetapi penulis menekankan, kalau kita harus fokus terhadap hal tertentu yang penting untuk kehidupan, dan mengabaikan hal yang tidak penting untuk dipermasalahkan.

 

Dalam bab yang pertama, Mark mengajarkan bahwa kita harus masa bodoh terhadap hal yang menghalangi perjuangan. Agar kita mampu menikmati kehidupan dengan bahagia, walaupun pasti ada rintangan yang harus dihadapi dalam mengejar impian.

Seni yang kedua, ada banyak hal yang harus kita prioritaskan terlebih dahulu, kemudian mengabaikan hal yang dianggap kurang bermakna. Seni kedua ini dipertegas dalam seni yang ketiga, sehingga kita bisa bahagia saat beranjak dewasa, dengan hal penting yang penuh kesederhanaan.

Pelajaran Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

membaca-kezo
ilustrasi membaca/Enzo Muñoz/pexels

Mark Manson seorang penulis buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, awalnya berkarier sebagai seorang blogger sejak 2009. Bahkan setiap bulannya, blog tersebut telah dikunjungi sekitar dua juta orang.

Ada beberapa hal penting yang ingin di sampaikan Mark Manson, dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, seperti kita berhak menjalani kehidupan dengan bahagia, dengan versi kebahagiaan yang dibuat diri kita sendiri. Kebahagiaan tidak perlu dengan hal yang penuh kemewahan, karena kebahagiaan bisa muncul dari hal-hal yang sederhana.

Buku tersebut juga memberikan sebuah pelajaran, kalau kehidupan akan lebih baik-baik saja, jika tidak memperdulikan sebuah hal yang tidak bermakna. Mark juga menyampaikan lewat bukunya, bahwa sebuah kegagalan dalam kehidupan, merupakan pembelajaran agar kita bisa lebih baik lagi.

”Pada titik tertentu, sebagian besar dari kita berhasil meraih sebuah posisi yang mengondisikan kita untuk takut gagal, untuk menghindari kegagalan secara naluriah, dan hanya terpaku pada apa yang ada di depan kita atau hanya pada bidang yang dikuasai.” – Mark Manson.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela