Apakah Medali Olimpiade Benar-benar Terbuat dari Emas? Ini Dia Bahan dan Harga Sebenarnya

Annissa Wulan09 Agu 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2021, 08:00 WIB
Apakah Medali Olimpiade Benar-benar Terbuat dari Emas? Ini Dia Bahan dan Harga Sebenarnya

Fimela.com, Jakarta Jika kamu jadi salah satu penonton setia Olimpiade mungkin kamu juga bertanya-tanya dalam hati, apakah medali tersebut benar-benar terbuat dari emas? Dan jika iya, berapa harga medali Olimpiade, jika pemiliknya memutuskan untuk menjualnya?

Walaupun Olimpiade dimulai di Yunani Kuno, medali Olimpiade tidak benar-benar diberikan sampai Olimpiade 1896 di Athena, Yunani, di mana pemenang diberi medali perak dan cabang zaitun dari pohon zaitun liar. Medali emas tidak diberikan sampai Olimpiade Musim Panas tahun 1904 di St. Louis, Missouri yang memulai 3 kelas medali, seperti yang kita kenal sekarang, emas, perak, dan perunggu.

Desain medali yang dipilih untuk Olimpiade 1896 telah bervariasi, namun sebagian besar, desain yang dipilih untuk Olimpiade 1928 tetap bertahan selama lebih dari 70 tahun, hingga didesain ulang pada Olimpiade 2004 di Athena. Desain ulang ini terjadi karena kontroversi seputar penggunaan Colosseum Romawi pada medali, daripada bangunan yang menjadi akar Yunani, seperti dilansir dari stylecaster.com.

Namun, menurut Komite Olimpiade Internasional, setiap medali tetap harus menyertakan perincian, seperti simbol lima cincin, dewi kemenangan Yunani Nike di depan Stadion Panathinaikos Athena, dan nama resmi dari masing-masing pertandingan. Medali emas Olimpiade memiliki beberapa emas di dalamnya, tapi sebagian besar terbuat dari perak.

 

 

Bahan sebenarnya medali Olimpiade

Foto: Daftar Atlet Indonesia yang Sukses Membawa Pulang Medali di Olmipiade Tokyo 2020
Greysia Polii/Apriyani Rahayu - Ganda putri Merah Putih ini mampu memperpanjang tradisi emas bulu tangkis Indonesia di olimpiade. Dia berhasil mengalahkan unggulan ke-2 dari China, Chen Qing-chen/Jia Yi-fan, dengan skor 21-19, 21-15. (Foto/AP/Dita Alangkara)

Menurut Komite Olimpiade Internasional, medali emas dan perak harus minimal 92,5% perak. Emas dalam medali emas berada di lapisan luar dan harus terdiri dari setidaknya 6 gram emas murni.

Di sisi lain, medali perak terbuat dari perak murni, sedangkan medali perunggu adalah 95% tembaga dan 5% seng. Bentuk medali biasanya melingkar dengan lampiran untuk rantai atau pita.

Diameter minimal 60 milimeter dan ketebalan minimal 3 milimeter. Medali harus memiliki berat antara 500 dan 800 gram (17,64 hingga 28,22 ons).

Medali Olimpiade Tokyo 2020 dibuat dari bahan daur ulang

Medali Olimpiade Tokyo 2020
Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali yang didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. (Behrouz MEHRI/AFP)

Medali emas berbobot total sekitar 556 gram, medali perak seberat 550 gram, sedangkan medali perunggu seberat 450 gram. Untuk Olimpiade Tokyo 2020, medali juga terbuat dari bahan daur ulang perangkat elektronik yang disumbangkan oleh masyarakat Jepang.

Sekitar 5.000 medali diproduksi untuk Olimpiade Tokyo 2020, merupakan yang pertama melibatkan warga dalam produkisnya dan menggunakan logam daur ulang dan berkelanjutan. Medali dibuat dari perangkat elektronik kecil, seperti ponsel bekas yang dikumpulkan dari seluruh Jepang.

Medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 bernilai 280 Dolar, karena kenaikan harga logam, seperti emas dan perak. Di tahun 2010, Luxist melaporkan bahwa medali emas bernilai sekitar 494 Dolar, medali perak 260 Dolar, sedangkan medali perunggu hanya bernilai 3 Dolar saat itu.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela