Hidup Ini Memang Keras, maka Jalanilah sebagai Perempuan Tabah

Endah Wijayanti10 Agu 2021, 07:15 WIB
Diperbarui 10 Agu 2021, 07:15 WIB
cinta ibu dan jiwaku

Fimela.com, Jakarta Kenangan pada masa kecil takkan pernah terlupakan. Hari-hari dan waktu yang kita lewati saat masih anak-anak akan selalu membekas di hati. Masing-masing dari kita pun pasti punya kisah atau cerita paling membekas soal masa kecil itu, seperti pengalaman yang dituliskan Sahabat Fimela dalam Lomba My Childhood Story: Berbagi Cerita Masa Kecil yang Menyenangkan ini.

***

Oleh: Viche T

Masa kecil yang singkat bersama Mama. Melihat ke belakang masa kecil saya, sejak lahir, kanak kanak, sampai remaja. Saya adalah anak pertama dari enam bersaudara. Adik saya ada lima orang. Bagaimana serunya punya adik 5 yang selisih umurnya ada yang 1 tahun ada yang 2 tahun. Bagaimana saya belajar menjaga adik.

Di usia 9 tahun saya sudah mulai menggendong adik saya yang bungsu. Sepulang sekolah, saya sudah sibuk dengan cucian piring, setrikaan baju dan tentunya sambil menjaga adik saya. Tapi semuanya itu saya kerjakan dengan senang hati karena ada rasa seru bekerja ditemani dengan adik-adik yang masih kecil-kecil.

Dalam bekerja membantu mama menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, kadang-kadang saya mendapat teguran yang keras karena pekerjaan tidak beres atau ada yang salah. Tapi semuanya itu adalah didikan dari mama sehingga sampai saya dewasa dan berumah tangga seperti saat ini, saya menjadi pribadi yang mandiri dan terampil mngerjakan hal-hal rumah tangga atau memasak. Kenangan akan didikan mama membuat saya kuat dan sudah terbiasa dalam bekerja.

Di usia saya 16 tahun, mama dipanggil Tuhan. Mama meninggalkan kami dan papa. Karena mama menderita sakit ginjal yang parah. Di usia mama yg masih muda 42 tahun, Mama pergi meninggalkan anak-anaknya dan suaminya yaitu papa kami.

Suatu cerita baru di dalam hidupku. Setiap pagi sebelum ke sekolah saya harus memasak dulu, agar pulang sekolah makanan sudah ada tersedia. Saya bersama adik saya perempuan yang kedua. Kami berdua kompak dan selalu berusaha menyiapkan makanan sebelum berangkat ke sekolah. 

Tumbuh Menjadi Perempuan Tabah

cinta ibu dan pekerjaan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/photographeeeu

Hidup memang keras. Hidup harus tabah. Setiap detik dalam hidup adalah kenangan. Setiap detik dalam hidup adalah kejutan. Tuhan baik di dalam setiap orang yang berharap kepada-Nya. 

Masa kecil 16 tahun bersama Mama, selalu menjadi kenangan di usia saya yang saat ini mendekati 50 tahun. Kemanjaan saya waktu kecil terbilang singkat. Masa kanak-kanak saya ketika bersenda gurau bersama mama, ketika dibonceng motor bersama mama selalu saya kenang. Ketika terjatuh dari motor bersama mama, kenangan yang selalu membekas di hati. Air mata berlinang mengenang masa masa bersama mama. Saya belum dapat membalas jasa mama. Sebagai seorang ibu, saat ini saya memiliki 4 orang anak. Menjadi seorang ibu, membuat saya selalu mengenang mama yg meninggalkan kami bersaudara ketika kami masih kecil.

Itulah memori hidup saya di masa kanak kanak sampai remaja bersama mama. Memori hidup yang keras dan terharu jika mengingatnya. Kutulis cerita ini juga dengan air mata. Karena selalu mengingat mama dan masa kecil sampai masa masa remaja yang sangat singkat bersama mamaku yang cantik.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela