Aku Merasa Beruntung Menjadi Bagian dari Generasi 80-90an

Endah Wijayanti13 Agu 2021, 14:15 WIB
Diperbarui 13 Agu 2021, 14:15 WIB
kebiasaan nulis pagi

Fimela.com, Jakarta Kenangan pada masa kecil takkan pernah terlupakan. Hari-hari dan waktu yang kita lewati saat masih anak-anak akan selalu membekas di hati. Masing-masing dari kita pun pasti punya kisah atau cerita paling membekas soal masa kecil itu, seperti pengalaman yang dituliskan Sahabat Fimela dalam Lomba My Childhood Story: Berbagi Cerita Masa Kecil yang Menyenangkan ini.

***

Oleh: Fransiska Widiarti

"Lalu bagaimana datangnya rindu?

Membuatku ingin berlari

Biarkan aku kembali

Berkhayal...

Melayang terbang jauh tinggi

Biar kupejamkan mata

Sejenak kembali

Masa kecilku..."

Ada yang tahu lirik lagu di atas?

Itu adalah lirik lagu lama Biarkan Aku Kembali, milik Indra Lesmana.

Jika berbicara tentang masa kecil, lagu ini terngiang-ngiang di telingaku.

Lalu, jika ditanya, apa yang paling berkesan dari masa kecilku? Aku akan menjawab, aku paling terkesan dengan pengalaman masa kecilku bermain dengan teman-teman di rumah Simbahku.

Aku lahir, tumbuh besar, dan tinggal di Yogyakarta sampai sekarang. Keluargaku tinggal satu desa dengan Simbah, hanya beda rumah. Saat itu, di lingkungan rumahku masih sepi, belum banyak tetangga di sekitar. Berbeda dengan lingkungan rumah Simbah yang berdekatan dengan tetangga juga teman-teman yang usianya tak beda jauh denganku. 

Aku biasa main di rumah Simbah sepulang sekolah atau menginap saat Sabtu malam. Maklum, saat itu di rumahku belum ada televisi. Jadi untuk bisa nonton acara TVRI, kami biasa menonton di rumah Simbah. Oh iya, aku menikmati masa kecil dan tumbuh remaja  sebagai generasi 80-90an.

Aku anak kedua dari tiga bersaudara cewek semua. Jika kalian ingat serial televisi Little House on The Prairie, itu adalah tontonan favoritku masa itu. Belakangan ini, ketika aku mulai membaca novel yang mendasari serial TV tersebut, aku jadi sering bercanda tentang keluarga Ingalls. Bahwa aku dan kedua saudara adalah reinkarnasi dari ketiga putri pasangan Charles Ingalls dan Caroline, yaitu: Mary, Laura dan Carrie. Tentu saja, favoritku adalah Laura, si anak tengah. Meskipun sifatku kebalikan dari Laura. Namun aku suka sekali karakternya.

 

Masa-Masa Bermain yang Indah

menulis jurnal
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Vanatchanan+Buahom

Selain menonton TV bareng, aku senang ikut bermain bersama teman-teman sebaya di halaman rumah Simbah yang luas. Tentu saja, permainan yang kami mainkan adalah permainan tradisional anak-anak masa itu.

Kami biasa main sepulang sekolah. Aku paling suka main petak umpet, lompat tali dan engklek. Setelah puas bermain, sore harinya, aku, saudara-saudaraku dan beberapa teman perempuan akan mandi di sungai. Ada sumber air atau disebut mbelik di dekat sungai, yang biasa digunakan untuk mandi.

Perempuan-perempuan akan memakai kemben dari jarik saat mandi di sungai. Mungkin kami mirip seperti perempuan-perempuan bidadari yang mandi di sungai seperti dalam kisah Jaka Tarub. Menyenangkan sekali mandi dan bermain air sepuasnya. Air sungai masih jernih, pemandangan sekitar juga masih asri, belum dipenuhi bangunan rumah.

Jika mengingat kebiasaan-kebiasaan di masa kecilku rasanya aku ingin senyum-senyum sendiri. Betapa menyenangkan suasana saat itu. Saat ini, suasana dan pemandangan yang biasa aku temui saat kecil sudah nyaris hilang. Sudah jarang sekali melihat anak-anak bermain bersama teman-teman di halaman, memainan permainan tradisional, apalagi mandi dan menikmati segarnya air sungai.

Aku beruntung pernah mengalami masa itu. Bagiku, generasi 80-90an merupakan generasi yang istimewa. Perasaan hangat membuatku selalu tersenyum mengingat masa kecilku. Aku selalu senang bernostalgia mengingat masa kecilku yang tidak mungkin terulang kembali.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela