Ragam Ide Seru Kelola Sampah Plastik Lewat Tulisan dan Komik

Vinsensia Dianawanti19 Agu 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 19 Agu 2021, 19:00 WIB
Mengurangi sampah plastik

Fimela.com, Jakarta Sampah plastik menjadi isu lingkungan yang patut diperhatikan dengan baik. Tumpukan sampah plastik semakin meningkat akibat konsumsi rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik.

Diperlukan generasi muda yang kreatif untuk mengelola sampah plastik menjadi lebih bernilai. Sembari mengurangi penggunaan sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan.

Untuk mengasah kreativitas anak muda dalam pengelolaan sampah plastik, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi; dan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) mengadakan lomba menulis dan komik EUPHORIA (Ending Plastic Pollution Through Comic and Writing Contest for A Better Indonesia).

“Tercatat 1.438 karya tulis dan komik dari seluruh Indonesia yang mengikuti lomba dalam rangka HUT RI ke-76,” kata Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek.

 

Edukasi pengelolaan sampah plastik

[Fimela] Ilustrasi Sampah Plasti di Laut
Ilustrasi Sampah Plastik di Laut | unsplash.com/@brian_yuri

Kompetisi ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mengedukasi generasi muda dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

“Masyarakat sebagai penghasil sampah harus dapat bijak menangani sampahnya di rumah masing-masing, melibatkan seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak dalam pengelolaan sampah dan menjadikan kegiatan edukasi yang menyenangkan,” ujar Jumeri, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek.

 

Jadi sarana edukasi kepada masyarakat

Ide yang muncul dari kompetisi ini diharapkan bisa diimplementasikan dan disebarkan ke masyarakat. Terlebih, sampah plastik bisa memiliki nilai yang lebih tinggi dengan mulai memilah dari rumah. Salah satu ide yang dilontarkan oleh peserta kompetisi adalah mengalihfungsikan roll tisu menjadi pencil holder untuk di meja.

Memang, permasalahan sampah khususnya sampah plastik di laut semakin mengancam keberlangsungan kehidupan biota laut dan kesehatan manusia. Sebagian besar sampah plastik di laut tersebut berasal dari limbah aktivitas warga yang bocor ke perairan di darat dan berakhir di laut. Masyarakat perlu memahami persoalan ini sehingga dapat mengelola sampahnya sejak di rumah tangga.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela