Diary Fimela: Bisnis Ekspor Buah, Swasti Adicita Perkenalkan Buah Tropis Asal Indonesia ke Mancanegara

Fimela Reporter23 Agu 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 23 Agu 2021, 09:05 WIB
Diary Fimela: Memperkenalkan Buah Tropis Asal Indonesia ke Mancanegara Bersama Bisnis Ekspor Buah Java Fresh

Fimela.com, Jakarta Menjadi negara agraris, Indonesia memiliki kekayaan yang berlimpah akan buah-buahan tropis. Diberkati dengan kekayaan tersebut menjadi pengusaha di bidang pertanian dapat menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan. 

Melihat tanah air yang diberkati dengan kekayaan akan pertaniannya yang berlimpah, Java Fresh melihat sebuah peluang untuk mendirikan bisnis usaha ekspor buah. Kurangnya apresiasi hasil pertanian menjadi salah satu kunci bagi Swasti Adicita, satu dari tiga Founder Java Fresh, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam maupun luar negeri terhadap kekayaan tanah air. 

Resmi berdiri pada tahun 2015, Swasti mendirikan PT Nusantara Segar Global sebagai permulaan Java Fresh. Melihat banyaknya barang impor dari luar negeri masuk ke Indonesia, membuat Swasti juga ingin melakukan hal yang sama bagi negeri. Yaitu dengan mengekspor buah tropis asal Indonesia ke beberapa negara.

Melihat kegemaran tingkat makan buah di negara-negara luar yang cukup tinggi, terutama buah tropis seperti manggis dan jeruk purut, menjadi salah satu peluang bagi Swasti dan Java Fresh untuk memulai bisnis.

Melihat kekosongan sebagai peluang

Java Fresh
Buah-buahan oleh Java Fresh (Instagram/javafresh)

Kebiasaan Indonesia dalam menyebarkan buah impor dalam negeri, membuat Swasti bertanya-tanya akan potensi buah dalam negeri. Tanda tanya tersebut membawanya untuk mengetahui bahwa ternyata hal ini juga berlaku di luar negeri. Di mana masyarakat di mancanegara juga ingin merasakan buah impor dari negara lain, terutama buah tropis. 

“Berangkat dari situ kita semakin mematangkan company kita. Kita tuh ingin filling the world with Indonesian’s best produce” ujar Swasti.

Melihat potensi swasembada pangan di Indonesia, Swasti bermimpi untuk membawa Indonesia menjadi dapur dunia. Dengan hasil tani yang berlimpah, ia dan Java Fresh ingin memperkenalkan dan mempopulerkan buah tropis Indonesia ke masyarakat mancanegara. 

Dengan usahanya tersebut, Java Fresh telah memiliki konsumen setia dari mancanegara, seperti Eropa, Australia, China dan negara lainnya. Saat ini Java Fresh sudah memiliki sertifikasi Global Good Agricultural Practices (GAP) dan Sedex Members Ethical Trade Audit (SMETA).

Mendukung pertanian Indonesia

Java Fresh
Buah-buahan oleh Java Fresh melewati pemeriksaan ketat sebelum sampai ke tangan konsumen, agar memberikan hasil terbaik kepada konsumen (Instagram/javafresh)

Memanfaatkan banyaknya tenaga kerja petani di Indonesia menjadi salah satu strategi Java Fresh untuk melangsungkan bisnis. Kekayaan Indonesia akan perkebunannya, membuat Swasti dapat menghasilkan produk terbaik untuk para konsumennya. Sampai saat ini, Java Fresh telah bekerja sama dengan ribuan petani yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

We help them (para petani) to boost their confidence, bahwa buah lokal tidak hanya dapat dikonsumsi oleh masyarakat lokal, bahwa di luar sana itu banyak yang menginginkan produk kita,” jelas Swasti saat menjelaskan tentang bagaimana ia berusaha untuk memajukan para petani Indonesia.

Dengan bekerja sama bersama petani Indonesia, telah membawa Java Fresh ke ranah global. Swasti membantu membuka akses petani Indonesia untuk memperkenalkan hasil alam dan kekayaan Indonesia. Hal ini tentu meningkatkan ketertarikan masyarakat luar dengan buah tropis Indonesia.

Meningkatkan peluang pekerjaan bagi perempuan

Java Fresh
Java Fresh meningkatkan peluang pekerjaan bagi perempuan dari kalangan berbagai umur (Instagram/javafresh)

Tidak hanya memajukan petani-petani Indonesia, Java Fresh juga turut memajukan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Salah satunya dengan membuka peluang pekerjaan bagi perempuan, terutama di ranah tim packing. Memiliki lima packing house di beberapa bagian Indonesia, Java Fresh membuka peluang bagi para perempuan untuk mendapatkan pekerjaan di daerah tersebut.

“Banyak dari mereka sebagian besarnya baru pertama kali merasakan kerja. Jadi misal selama 40 tahun dalam hidupnya, mereka tuh ga pernah kerja sama orang sebelumnya, ga pernah punya penghasilan sendiri. Selalu menerima dari suami atau keluarga. Dengan menghasilkan uang sendiri, pasti akan meningkatkan kepercayaan diri mereka,” ujar Swasti.

Dari usia muda sampai tua, Java Fresh membuka perempuan dari segala umur untuk menjadi tenaga kerja produktif. Swasti mendukung para perempuan untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri dan independensi mereka.

Memperlihatkan keunikan Indonesia melalui packaging

Java Fresh
Packaging Java Fresh yang unik (Instagram/javafresh)

Memiliki desain packaging yang unik dan seru, Java Fresh ingin menampilkan sisi fresh dari Indonesia. Memiliki kebutuhan packaging yang berbeda-beda, Java Fresh telaten dalam pembuatan desainnya. Seperti pengiriman ke Eropa dengan desain yang unik dan ramai, tetapi berbeda untuk China yang membutuhkan desain yang simpel. Semua packaging, Java Fresh sesuaikan dengan kebutuhan pasar. 

Mengirim buah-buahan ke mancanegara menjadi tantangan bagi Java Fresh untuk memastikan buah tetap segar dan aman sampai ke tangan konsumen. Hal ini membuat Java Fresh harus menyediakan packaging yang ringan tetapi tetap kokoh. Sempat melewati trial and error, membuat Java Fresh akhirnya mendapatkan pengalaman untuk menjadi lebih baik lagi. 

“Sampai akhirnya kita ketemu formula-nya, oh ternyata packaging-nya harus seperti ini nih. Karena lumayan sensitif, packaging-nya harus kuat tapi di saat yang sama ga boleh terlalu berat. Karena kalau berat ini akan nambah sisi cost dari pesawat gitu,” ujar Swasti menjelaskan mengenai packaging Java Fresh.

Swasti berharap untuk tetap terus berkembang dan terus memperkenalkan buah-buah Indonesia kepada masyarakat luar. Juga, terus memberi kemudahan bagi masyarakat luar dalam mengonsumsi produk buah secara tetap dari Indonesia.

 

*Penulis: Meisie Cory.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela