Suka Duka Menikah di Masa Pandemi, Pilih Ganti Tanggal atau Pernikahan Tanpa Resepsi

Vinsensia Dianawanti07 Sep 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 07 Sep 2021, 19:30 WIB
Menikah

Fimela.com, Jakarta Keputusan menikah di masa pandemi tidak hanya datang dari pasangan itu sendiri. Situasi yang tersebut berubah membuat pasangan yang sudah mempersiapkan pernikahan harus merasa was-was dengan kebijakan pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Populix pun menggelar survei kepada 1002 orang dengan usia 18-30 tahun pada 12-17 Agustus 2021. Hasilnya menunjukkan 54% responden memilih menikah di 2021 meski telah memiliki rencana untuk menikah.

Di masa pandemi, budaya resepsi pernikahan tidak lagi menjadi opsi. Sebanyak 36% responden memilih menggelar acara akad nikah tanpa resepsi. Hanya sebagian kecil saja (14%) yang memilih untuk tetap menggelar acara akad nikah dan resepsi di masa pandemi.

Meski telah beradaptasi dalam hal bentuk pelaksanaan acara, jumlah responden yang berencana mengundang tamu di atas 150 orang jumlahnya cukup tinggi yaitu 30 persen dari total responden. Dan hanya 8 persen yang berencana mengundang di bawah 50 tamu undangan. Hal ini menunjukkan bahwa ikatan kekeluargaan di Indonesia sangat kuat sehingga terasa sangat sulit bagi masyarakat untuk hanya mengundang sedikit orang.

 

Penyesuaian jumlah tamu

memutuskan menikah
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@dariaobymaha

Selain penyesuaian dalam jumlah tamu undangan, perubahan cara penyajian makanan. Tidak lagi disajikan dalam keadaan terbuka, melainkan menggunakan wadah tertutup untuk dibawa pulang juga menjadi salah satu tren yang banyak dipakai oleh para calon pengantin.

Sedangkan untuk lokasi, beberapa responden dalam survei mengaku akan merubah venue acara dari indoor menjadi outdoor. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko penyebaran virus Corona yang lebih rendah di ruang terbuka.

Eileen Kamtawijoyo, Chief Operating Officer (COO) Populix menuturkan pesatnya perkembangan teknologi di masa pandemi turut berperan dalam menghadirkan berbagai aspek baru dalam pernikahan menjadi digital. Seperti munculnya undangan digital (e-invitation), pemberian angpao melalui QR Code, bahkan mengubah konsep pernikahan menjadi virtual wedding.

 

Konsep baru tren pernikahan

“Mereka yang akan melangsungkan pesta pernikahan di tengah pandemi dengan melakukan beberapa perubahan konsep yang disesuaikan dengan situasi terkini inilah yang melahirkan tren baru dalam penyelenggaraan pesta pernikahan,” ujar Eileen

Tren pernikahan ini menjadi salah satu alternatif bagi para calon pengantin untuk menyelenggarakan akad bahkan resepsi pernikahan. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil survei Populix yang menyebutkan bahwa 42 persen dari total responden mengaku pernah menghadiri pernikahan teman atau keluarga secara virtual selama pandemi.

Meski sedang berada di tengah kondisi yang tidak menentu dan membuat khawatir pada bagi sebagian banyak orang, ternyata keinginan masyarakat untuk menghadiri acarapernikahan secara langsung masih tinggi. Hal ini diperlihatkan dari hasil survei, yaitu mayoritas responden (73%) pernah menghadiri pernikahan teman atau keluarga secara tatap muka selama pandemi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti penggunaan masker.

 

Simak video berikut ini

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela