Perempuan Sulung yang Harus Belajar Cepat Dewasa, Hatinya Memang Paling Tabah

Endah Wijayanti13 Sep 2021, 14:45 WIB
Diperbarui 13 Sep 2021, 14:45 WIB
perempuan dan menyambut usia 30an

Fimela.com, Jakarta Terlahir sebagai anak sulung, kadang kita dihadapkan pada situasi-situasi yang membuat kita harus belajar untuk lebih cepat dewasa. Kadang ada kondisi tak menyenangkan yang harus kita hadapi sendiri. Ada tuntutan yang harus kita penuhi lebih awal. Banyak masalah yang menuntut kita untuk bisa lebih bertanggung jawab.

Tentu saja kondisi dan situasi setiap perempuan sulung tidak bisa disamaratakan. Namun, bagi kita yang dituntut untuk lebih cepat dewasa, disadari atau tidak kita punya hati yang paling tabah. Tuntutan untuk lebih dewasa dan bertanggung jawab bisa menempa dan membentuk kita jadi perempuan yang lebih tegar.

Tiap Masalah yang Berhasil Diatasi Makin Menguatkan Jiwa Kita

“She was powerful not because she wasn’t scared but because she went on so strongly, despite the fear.” – Atticus

Tentu saja kita pernah merasa takut. Bahkan kadang kita merasa sangat putus asa seolah sudah tak bisa menemukan solusi apa pun. Seakan menemukan jalan buntu. Namun, kita memilih untuk tetap menyelesaikan setiap persoalan yang ada dengan semampu kita. Meski tak semua harapan orangtua berhasil kita penuhi, tetapi setidaknya bisa membuat mereka tersenyum sekali saja sudah bisa membuat kita bahagia. 

Kedewasaan Menjadi Bekal Penting untuk Bertahan di Situasi Sulit

perempuan dan soal serba bisa
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/teerapat+tongraar

“Strong women don’t play the victim. Don’t make themselves look pitiful and don’t point fingers. They stand and they deal.” – Mandy Hale

Mungkin kita pernah merasa diperlakukan tidak adil oleh keluarga atau orangtua kita. Misalnya, adik kita mendapat perhatian dan kasih sayang lebih banyak dari kita, dan itu memengaruhi tumbuh kembang kita. Namun, jika kita bisa melihatnya dari sisi berbeda, kita akan menyadari bahwa orangtua dan keluarga kita sudah melakukan upaya terbaik untuk merawat kita. Kita terlatih untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan lebih cepat. Kita didorong untuk bisa berdiri di atas kaki kita sendiri ketika menghadapi berbagai masalah. Dari sini, kita bisa lebih dewasa dan bijak dalam menjalani hidup, sehingga tidak mudah putus asa dalam menghadapi persoalan.

Hati yang Tabah Menjadi Pondasi Penting untuk Tidak Mudah Menyerah

“Life is not easy for any of us. But what of that? We must have perseverance and, above all, confidence in ourselves. We must believe we are gifted for something and that this thing must be attained.” – Marie Curie

Menjadi perempuan sulung, kita punya banyak tanggung jawab dan berbagai tuntutan yang harus dipenuhi. Tentu ada kalanya kita tak bisa memenuhi setiap harapan atau ekspektasi yang ada. Meksi begitu, kita bukan tipe perempuan yang mudah menyerah. Sejak dini sudah terbiasa untuk melakukan banyak hal dengan kekuatan sendiri, kita punya mental yang lebih kuat untuk menaklukkan setiap kesulitan yang ada.

Untuk semua perempuan sulung yang masih berjuang dan bertahan melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini, terima kasih sudah melangkah sejauh ini. Hidupmu adalah sebuah anugerah, jalani dengan penuh keikhlasan dan hati yang tabah, ya.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela