Agar Tak Gampang Goyah Hadapi Masalah, Perempuan Perlu Mandiri Secara Finansial

Endah Wijayanti20 Sep 2021, 13:45 WIB
Diperbarui 20 Sep 2021, 13:45 WIB
aku uang dan mandiri finansial

Fimela.com, Jakarta Setiap harinya kita berurusan dengan uang. Menghasilkan uang hingga mengatur uang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Bahkan masing-masing dari kita punya cara tersendiri dalam memaknai uang. Dalam tulisan kali ini, Sahabat Fimela berbagi sudut pandang tentang uang yang diikutsertakan dalam Aku dan Uang: Berbagi Kisah tentang Suka Duka Mengatur Keuangan. Selengkapnya, yuk langsung simak di sini.

***

Oleh: Bintang Elfryda Siburian

Rumah tangga ibarat sebuah perusahaan kecil yang baru merintis untuk maju. Di sana terdapat direktur, akuntan, dan karyawan. Wanita adalah akuntan rumah tangga. Dan wanita itu adalah aku.

Aku sebagai wanita tidak munafik untuk mengatakan bahwa saya suka uang. Untuk itu saya sudah bekerja keras sejak di bangku kuliah untuk memiliki uang sendiri. Sebutkan saja mulai dari jualan pulsa, membantu tugas kuliah teman dengan imbalan uang seikhlasnya, jualan pernak pernik perkuliahan, dll.

Setelah tamat kuliah saya pergi merantau dan bekerja di salah satu perusahaan BUMN di Kalimantan. Fokus saat itu adalah mencari uang sebanyak-banyaknya untuk masa depan dan membuat orang tua bahagia. Saat teman-teman seusia saya memilih untuk bersenang-senang menghabiskan penghasilannya, saya justru mengambil lembur setiap Sabtu Minggu dan menikmatinya.

Di usia 27 tahun saya dengan rendah hati bisa mengatakan berkecukupan dalam hal keuangan. Saya juga bisa membuat orang tua bahagia meskipun tidak bisa membalas jasa mereka. Begini cara saya menyisihkan penghasilan saya.

 

Mengatur Keuangan

nabung keluarga
Ilustrasi menabung./Copyright shutterstock.com/g/unge255_stock

Setiap kali gajian saya bagi 50% tabungan, 20% investasi jangka panjang, 30% untuk kebutuhan pribadi dan orang tua. Saya juga tidak suka membeli barang-barang mahal yang tidak saya butuhkan. Namun, untuk hal-hal yang menunjang penampilan saat bekerja seperti pakaian, sepatu, perawatan tubuh tentu saja wajib saya penuhi.

Lalu pernikahan terjadi dan diminta resign oleh suami. Sayangnya dalam hal ini saya kurang beruntung. Suami yang seharusnya bisa menjadi tulang punggung keluarga ternyata malah menjadi beban tambahan bagi saya.

Untungnya saya wanita yang sejak kecil diajarkan untuk bijak mengatur uang. Tabungan yang dulu saya sisihkan saya gunakan untuk membuka usaha kecil-kecilan jualan online minyak Kalimantan dadn sebagian saya percayakan kepada sahabat saya yang memiliki usaha rumahan dengan perjanjian setiap bulan saya mendapatkan sekian persen dari keuntungan. Sebagian lagi saya sebar dalam bentuk investasi di berbagai platform digital.

Pelajaran hidup yang saya petik adalah wanita harus mandiri keuangan sejak dini. Tidak peduli apa pun statusnya jangan pernah bergantung pada siapa pun. Di dunia ini banyak hal bisa terjadi. Terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Jika wanita tidak mandiri secara finansial maka wanita akan tersisih dan menjadi bulan-bulanan. Tetapi jika mandiri secara finansial maka dunia akan menghargai kita dan kita bisa berdiri tegak dengan wajah terangkat.

Jadilah wanita yang smart. Jangan hanya sibuk meratap dalam kesusahan. Bangkit dan tunjukkan kualitas dirimu. Tidak usah berharap belas kasihan siapa pun. Kita wanita diciptakan untuk hebat.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
What's On Fimela