Kelalaian Pakai Kartu Kredit, PHK, dan Bangkit dengan Usaha Sendiri

Endah Wijayanti21 Sep 2021, 14:15 WIB
Diperbarui 21 Sep 2021, 14:15 WIB
aku uang dan kebiasaan belanja

Fimela.com, Jakarta Setiap harinya kita berurusan dengan uang. Menghasilkan uang hingga mengatur uang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Bahkan masing-masing dari kita punya cara tersendiri dalam memaknai uang. Dalam tulisan kali ini, Sahabat Fimela berbagi sudut pandang tentang uang yang diikutsertakan dalam Aku dan Uang: Berbagi Kisah tentang Suka Duka Mengatur Keuangan. Selengkapnya, yuk langsung simak di sini.

***

Oleh: Nawa

Siapa yang tak tahu benda kecil berbentuk persegi panjang nan simpel yang bisa digunakan kapan pun dan di mana pun? Ya!  Ini adalah kartu kredit setiap kali membutuhkan sesuatu tanpa pikir panjang. Benda kecil ini seakan selalu menolong bahkan untuk suatu hal yang bukan kebutuhan pokok sekalipun. Bahkan, saking terlena dan untuk memenuhi kehidupan dengan gaya sampai tak sadar sudah berapa banyak yang telah digunakan.

Karena sampai saat itu aku masih bekerja dan upahku masih terbilang melebihi kebutuhanku, jadi aku pun masih dengan tenang memakai kartu ajaibku itu untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunderku. Sampai suatu saat aku di-PHK karena satu dan dua hal.

Namun, yang lebih menyedihkan adalah aku tak punya simpanan sepeser pun dan ternyata uang pesangon hasil kerjaku selama ini terpotong untuk membayar semua hal yang aku beli dari kartu kredit. Tak tersisa sedikit pun uang akhir hasil jerih payah selama ini. 

 

Mengatur Keuangan dengan Lebih Bijak Lagi

aku uang dan mandiri finansial
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/weedezign

Di saat itu juga aku masih harus menanggung biaya kuliahku dan biaya kehidupan keluarga, karena aku anak pertama dari dua bersaudara dan adikku masih kecil. Terpaksa aku harus putus kuliah terlebih dahulu. Aku masih harus terus berjuang dengan keyakinan, mencoba menjual buah sedikit demi sedikit yang kubeli dari pasar. Aku juga menjual minuman dan makanan. 

Waktu terus berjalan, sampai akhirnya uang terkumpul dan aku membuka toko sembako sendiri. Aku yakin bahwa semua ini sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Maha Kuasa agar semua menjadi lebih baik lagi. 

Kini, berbekal toko sembako yang sudah kubuka 3 tahun silam, alhamdullilah aku sudah memiliki apa yang dahulu hilang dan bisa mengatur keuangan dengan baik. Walau ada setidaknya beberapa kisah pahit yang akan selalu diingat. Hidup di sekeliling keluarga dan kerabat yang selalu mendukung di keadaan apa pun juga salah satu kekuatan sampai aku bisa bertahan sejauh ini.

Dari hal ini ada pelajaran yang dapat dipetik bahwa uang memang bukan segalanya namun segalanya butuh uang. Bukan hanya uang tapi juga bagaimana cara mengelola uang itu sebaik mungkin dan bagaimana kita mendapat uang itu.

Aku berharap untuk semua wanita baik ibu rumah tangga ataupun para remaja yang saat ini sedang membaca tulisan saya sampaikan bahwa kamu kuat dan mampu untuk bangkit dari segala arah. 

 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela