Berbagi Rezeki dengan Mertua, Hadirkan Kebahagiaan Tersendiri

Endah Wijayanti22 Sep 2021, 14:45 WIB
Diperbarui 22 Sep 2021, 14:45 WIB
cinta ibu dan kesabarannya

Fimela.com, Jakarta Setiap harinya kita berurusan dengan uang. Menghasilkan uang hingga mengatur uang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Bahkan masing-masing dari kita punya cara tersendiri dalam memaknai uang. Dalam tulisan kali ini, Sahabat Fimela berbagi sudut pandang tentang uang yang diikutsertakan dalam Aku dan Uang: Berbagi Kisah tentang Suka Duka Mengatur Keuangan. Selengkapnya, yuk langsung simak di sini.

***

Oleh:  Febria Barita Silaen

Ternyata menikah membuat saya belajar hal baru yang sangat penting yaitu tentang uang. Termasuk juga bagaimana membantu finansial orangtua, termasuk mertua di usia lansia mereka dengan kondisi pensiun.

Jujur saja saya sempat mengalami kendala. Apalagi kondisi keuangan kami di awal menikah masih fokus pada mencicil rumah, biaya kesehatan, dan pendidikan anak serta mencukupi kebutuhan bulanan. Jadi, kami masih belum bisa berkontribusi banyak untuk menyokong mertua soal finansial.

Akhirnya saya dan suami mencari cara agar memiliki penghasilan tambahan melalui usaha sampingan. Saya dan suami memang hobi memasak. Jadi kami sepakat untuk mengalokasikan uang hasil jualan untuk sesekali menyenangkan mertua dari keuntungan usaha yang kami dapat.

Awalnya pemberian uang kami sempat ditolak, karena mereka tahu kondisi suami yang kena PHK dan kini bekerja freelance. Namun, kami mencari cara cantik agar mereka mau menerima pemberian kami yang mungkin tidak besar nilainya.

Tiga Cara yang Saya Lakukan

cinta ibu dan pekerjaan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/photographeeeu

Saya pun melalukan 3 cara ini.

1. Mengajak makan dan jalan sebulan sekali

Memberikan uang tunai memang agak sensitif ya. Jadi kami mengumpulkan uang hasil jualan dan di akhir bulan mengajak mereka makan di luar atau jalan-jalan. Momen kebersamaan ini memberikan kenangan tidak hanya sekedar jumlah uang. Cara ini juga diterima baik oleh ibu mertua khususnya.

2. Membayarkan token listrik/uang elektronik/memberikan voucher belanja

Cara ini kami lakukan untuk membantu mereka setiap bulan tanpa harus sungkan memberikan uang tunai. Jadi kami mengisi token atau uang elekronik. Kadang kami juga memberikan uang dalam bentuk voucher belanja. Jadi mereka bisa menggunakan untuk belanja kebutuhan rumah bisa melalui uang elektronik/voucher belanja.

3. Memberikan di hari spesial

Momen spesial seperti Natal, Tahun baru, dan hari ulang tahun kami jadikan sebagai momen untuk memberikan hadiah berupa uang di amplop dan kami bungkus kado. Dengan cara ini mereka tidak bisa menolak, bukan? Hehehe karena biasanya di momen itu memang ada acara memberikan hadiah.

Saya pun mengakali dengan menabung tiap bulan. Uang belanja saya atur dan biasanya saya ambil Rp50-100 ribu dan saya tabung di celengan khusus bertuliskan hadiah untuk mertua. 

Tiga cara di atas ternyata cukup membuat kami berdua lega karena bisa memberikan uang kepada orangtua dan mertua tanpa harus memaksakan diri dan mendapatkan penolakan halus. Semoga cerita saya ini bisa menginspirasi.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela