Selalu Sisihkan Gaji Suami untuk Ditabung, sebagai Jaga-Jaga kalau Ada PHK

Endah Wijayanti24 Sep 2021, 07:45 WIB
Diperbarui 24 Sep 2021, 07:45 WIB
aku uang dan menabung gaji suami

Fimela.com, Jakarta Setiap harinya kita berurusan dengan uang. Menghasilkan uang hingga mengatur uang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Bahkan masing-masing dari kita punya cara tersendiri dalam memaknai uang. Dalam tulisan kali ini, Sahabat Fimela berbagi sudut pandang tentang uang yang diikutsertakan dalam Aku dan Uang: Berbagi Kisah tentang Suka Duka Mengatur Keuangan. Selengkapnya, yuk langsung simak di sini.

***

Oleh:  Selvia Agustina

Hai. Saya Selvia Agustina. Saya  ibu rumah tangga yang sedang mengandung anak pertama. Setelah penantian selama 4 tahun pernikahan alhamdulilah kini saya diberi kepercayaan memiliki buah hati.

Suami saya kerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan alhamdulilah kehidupan kami bisa dibilang sudah lebih dari cukup. Saya selalu menyisihkan uang untuk ditabung jika suami gajian, dan alhamdulilah hasil dari tabungan kini kami bisa memiliki rumah. Kehidupan terasa sangat lengkap karena ditambah dengan adanya calon buah hati.

Namun di bulan Februari 2021 suami di-PHK beserta karyawan lainya karena pandemi. Suami mendapatkan pesangon dari perusahaan. Pesangon tersebut kami tabung karena untuk keperluan ke depannya dan kami tidak tahu akan sampai kapan suami tidak bekerja.

 

Bertahan saat Suami Kena PHK

aku uang dan usaha menjahit
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/maroke

Hari demi hari suami saya melamar pekerjaan kesana kemari tetapi masih tidak ada jawaban hasil dari melamar tersebut. Situasi pandemi membuat sebagian perusahaan sangat banyak yang tidak merekrut karyawan. Malah hampir semua karyawan perusahaan di kota kami diberhentikan. 

Beberapa bulan suami tidak bekerja, tapi alhamdulilah kami bisa mencukupi kebutuhan karena masih ada tabungan hasil dari gajian yang selalu saya sisihkan juga ketambah pesangon. 

Bulan demi bulan suami saya masih  belum bekerja juga. Akhirnya saya memutuskan untuk berjualan online. Saya ambil produk dari saudara tapi karena saya belum lihai berjualan jadi saya tidak banyak pendapatkan pendapatan.

Bulan keempat dari berhentinya suami di perusahaan, akhirnya suami terpanggil kembali bekerja tetapi bukan perusahaan kemarin tapi kami sangat bersyukur akhirnya suami bisa bekerja kembali dan mungkin kami bisa menabung kembali. Menutupi bahkan menambah kembali tabungan kami yang hampir mau terkuras habis dimasa pandemi.

Mudah-mudahan semua para pencari nafkah maupun keluarga di luar sana bisa selalu sehat dan bisa mengatur keuangan di masa pandemi ini. Ini karena saya beserta suami sangat merasakan sekali dampak pandemi ini. 

Semoga pandemi ini cepat berlalu, dan segala aspek masyarakat dapat berjalan kembali seperti sedia kala bahkan bisa jauh lebih baik.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela