15 Kutipan Terbaik Novel Perahu Kertas Karya Dee Lestari Beserta Ulasan Singkatnya

Imelda Rahma28 Sep 2021, 08:34 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 09:02 WIB
Novel Perahu Kertas

Fimela.com, Jakarta Sudah membaca Perahu Kertas? Buku karya Dewi Lestari atau Dee ini memiliki banyak penggemar. Bahkan, film Perahu Kertas telah berlayar di berbagai bioskop tanah air.

Kisah cinta, pencapaian mimpi, dan kejujuran hati adalah tiga hal yang ditawarkan Perahu Kertas. Sederhana? Mungkin terlihat sederhana, tetapi kisah bergulir dengan sangat manis, membawa para pembaca hanyut dalam aliran cerita.

Satu hal yang menarik dari buku Perahu Kertas, kutipan-kutipan sarat makna cinta dan motivasi. Inilah beberapa kutipan dari buku Perahu Kertas yang bisa menjadi renungan kecil untukmu. 

Fimela.com kali ini akan membagikan 15 kutipan terbaik novel Perahu Kertas karya Dee Lestari beserta ulasan singkatnya. Dilansir dari beragam sumber, simak kutipan-kutipan inspiratifnya di bawah ini. 

Ulasan Singkat Novel Perahu Kertas Karya Dee Lestari

Ulasan Singkat Novel Perahu Kertas Karya Dee Lestari
Ilustrasi Membaca Novel Credit: pexels.com/Sierra

Judul buku: Perahu Kertas

Penulis: Dewi Lestari “Dee”

Penerbit: Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati

 

Tahun terbit: 2010

Jumlah halaman: 444 halaman

Novel ini bercerita tentang Kugy dan sahabatnya sejak kecil, Noni yang akhirnya bisa bersama lagi setelah sekian tahun terpisah. Mereka sama-sama  berkuliah di Bandung. Pacar Noni, Eko, juga akan reuni lagi dengan sepupunya, Keenan. Dengan cepat, keempatnya menjadi akrab. Kugy meresmikan kelompok perkawanan mereka dengan nama Pura-pura Ninja.

Sayangnya, pertemuan mereka diderai konflik Pura-pura Ninja. Berawal dari Noni yang berniat menjodohkan Keenan dengan sepupunya, Wanda. Keenan yang hobi melukis dirasa akan cocok dengan Wanda, seorang kurator muda dan pemilik galeri terkenal, Warsita, di Jakarta. Padahal, di tengah persahabatan yang mereka jalin, diam-diam Kugy dan Keenan sebenarnya saling jatuh cinta. Kugy yang senang menulis dongeng merasa menemukan partner yang pas dalam diri Keenan, meski sebenarnya Kugy sudah punya kekasih, Joshua alias Ojos, yang dipacarinya sejak SMA. Jengah dengan kedekatan Keenan dan Wanda, Kugy menenggelamkan dirinya menjadi guru sukarelawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit.

Sementara itu, Wanda yang berusaha dengan segala cara untuk memenangkan hati Keenan, terpaksa melakukan tipu daya yang akhirnya malah membuat Keenan terpuruk dan hilang kepercayaan diri untuk melukis. Kugy ikut kecewa dengan sikap Keenan. Ketika keduanya bertengkar, tak sengaja dongeng tentang Pilik yang ditulis Kugy tertinggal dan Keenan menyimpannya.

Merasa putus asa, Keenan akhirnya memutuskan untuk kabur ke Ubud, Bali. Di sana, ia menumpang di rumah Pak Wayan, sahabat lama ibunya. Berkat dorongan Pak Wayan, keponakan Pak Wayan bernama Luhde, dan terinspirasi dongeng yang ditulis Kugy, Keenan menemukan cintanya kembali kepada melukis. Tak hanya itu, mulai terjalin hubungan cinta antara Keenan dan Luhde.

 

15 Kutipan Terbaik Novel Perahu Kertas

20 Kutipan Terbaik Novel Perahu Kertas
Ilustrasi Membaca Novel Credit: pexels.com/Monstera

1. “aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”― Dee, Perahu Kertas

2. “Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh”― Dee, Perahu Kertas

3. “Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”― Dee, Perahu Kertas

4. “Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan”― Dee, Perahu Kertas

5. “Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.”― Dee, Perahu Kertas

6. “Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama dengan apa yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita juga tahu kok, mana yang diri kita sebenernya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tahu apa yang pengen kita jalani. Keenan.”― Dee, Perahu Kertas

7. “Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun.”― Dee, Perahu Kertas

8. “Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”― Dee, Perahu Kertas

9. “Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.”― Dee, Perahu Kertas

10. “Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu.”― Dee, Perahu Kertas

11. “Kamu hebat,” decaknya, “itu memang keajaiban. Saya bisa merasakan, anak-anak tadi nyaman banget dengan diri mereka sendiri. Kamu berhasil memancing karakter mereka keluar. Mereka jadi percaya diri, punya harga diri. Punya kebanggaan”― Dee, Perahu Kertas

12. “Your road may turn around, but at one time, at some point, you'll definitely have a chance to be yourself.”― Dee, Perahu Kertas

13. “What people say realistic, may not necessarily the same as what we think. At the end we will know which one Is ourselves, which one is not.”― dee, Perahu Kertas

14. “Jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin.”― Dee, Perahu Kertas

15. "Tidak akan ada masa depan bila tidak ada masa lalu. Pengkhianat terbesar adalah harapan kosong. Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan itu."― Dee, Perahu Kertas

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela