Mengutamakan Kenyamanan daripada Besarnya Gaji, Sah-Sah Saja kok!

Endah Wijayanti30 Sep 2021, 14:15 WIB
Diperbarui 30 Sep 2021, 14:15 WIB
perempuan dan sulung

Fimela.com, Jakarta Setiap harinya kita berurusan dengan uang. Menghasilkan uang hingga mengatur uang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Bahkan masing-masing dari kita punya cara tersendiri dalam memaknai uang. Dalam tulisan kali ini, Sahabat Fimela berbagi sudut pandang tentang uang yang diikutsertakan dalam Aku dan Uang: Berbagi Kisah tentang Suka Duka Mengatur Keuangan. Selengkapnya, yuk langsung simak di sini.

***

Oleh: A

Di usia yang tak lagi muda, kadang keinginan pun menjadi lebih sederhana. Meskipun status masih single, keinginan untuk mendapatkan segalanya rasanya sudah kucukupi di masa 5 tahun yang lalu.

Aku seorang perempuan usia 33 tahun. Usia yang tak lagi muda, bahkan kata beberapa orang ini adalah waktu yang cukup produktif mencapai hal-hal yang kuinginkan. Termasuk untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin, mumpung masih single, mumpung belum ada tanggungan. Katanya sih seperti itu.

Tahun ini banyak hal yang terjadi, selain ditinggal oleh mantan yang menikah dengan sepupu sendiri aku pun merelakan beberapa temanku untuk resign. Sebenarnya, ada tawaran untuk join dengan temanku ini. Mengabdi di perusahaan kompetitor, tapi rasa-rasanya aku masih cukup waras untuk menolak hal ini. Di usia sekarang, apalagi yang kubutuhkan selain kenyamanan?

Jika tawaran untuk pindah karena ‘uang’ terjadi 5 tahun lalu, mungkin tawaran itu aku terima. Tapi, tidak untuk saat ini. Banyak hal yang kupertimbangkan terkait karierku selain masalah uang. Mungkin terkesan naif, tapi sejak dulu hal yang kucari saat bekerja adalah kenyamanan. 

Rasa Nyaman Kadang Tak Bisa Dibeli dengan Uang

perempuan dan tabah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/MALOADDER

Hal ini tak lepas dari nasihat bosku dulu. Ia mengungkapkan, jika apa yang kita anggap adil tidak harus sama. Mungkin nasihat itu hanya untuk menenangkanku, saat tanpa sengaja aku membaca slip gaji rekan kerjaku. Aku melihat jumlah gaji terpaut lumayan jauh, padahal yang kutahu kami sama-sama mendapatkan kenaikan gaji karena target achieved bahkan di kuartal satu belum selesai.

“Adil, tak selalu sama,” kata bosku saat itu.

Iri? Wajar. Tapi semakin ke sini aku menyadari, ternyata beban pekerjaan temanku lebih berat. Tanggung jawabnya lebih banyak. Ia harus bertanggung jawab dengan detail pekerjaanku, menanggung kesalahan jika aku ada salah di depan atasan. Meskipun saat melihatnya terlihat lebih santai merasa iri juga. Tapi, aku tahu di saat aku tidur nyenyak dan liburan santai dia mem-backup semua pekerjaanku.

Sejak itu aku selalu mengingat pesan bosku, saat aku merasa tidak adil. Saat merasa keadaan tidak berpihak padaku, aku harus siap menjalaninya. Bekerja dan menghasilkan uang bukanlah segalanya. Ada banyak hal yang bisa didapat saat bekerja. Keputusan untuk mencari kenyamanan alih-alih uang dalam berkarier bukanlah keputusan yang salah.

Meskipun uang bisa memudahkan segalanya, setidaknya ada rasa nyaman yang tidak bisa dibeli dengan uang.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela