Diary Fimela: Penjual Sayur Raih Omset hingga Rp18 Juta Sehari Berkat Digitalisasi

Vinsensia Dianawanti05 Okt 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 05 Okt 2021, 08:00 WIB
Mengonsumsi Buah dan Sayur

Fimela.com, Jakarta Di masa pandemi, semua aktivitas belanja dilakukan secara online. Masyarakat kini banyak memanfaatkan platform online untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Termasuk belanja sayur.

Melihat perubahan perilaku masyarakat di tengah pandemi, membuat sejumlah pelaku bisnis juga harus mengubah cara menjangkau masyarakat. Seperti yang dilakukan Neneng Nurmayati yang merupakan pemilik Toko Sayur Mayur Ibu War. Ibu Neneng pun menuai hasil yang manis dari usahanya berjualan sayur di masa pandemi.

Ia tidak menyangka bahwa usahanya selama ini akhirnya bisa menghasilkan omset hingga Rp18juta. Siapa sangka jika berjualan sayur secara online bisa menghasilkan omset hingga Rp18juta dala satu hari?

Hasil manis ini diraih oleh Neneng Nurmayanti setelah dirinya memutuskan untuk berkenalan dengan dunia digital demi mendongkrak bisnis kecil yang dijalaninya.

 

Anjlok akibat pandemi

Neneng Nurmayati
Menyimak cerita penjual sayur yang berhasil meraih omset Rp18juta perhari (Grab)

Berawal dari tekad untuk melanjutkan usaha orangtua yang terhantam pandemi, Neneng berusaha mencari cara untuk mengembalikan kondisi bisnis sayur orangtuanya yang anjlok.

Kini, Neneng dapat memperbiki kondisi ekonomi keluarga, mencakup konsumen yang lebih luas dan memiliki omset hingga Rp18juta dalam sehari sejak bergabung di GrabMart. Toko sayurnya pun akhirnya dipercaya untuk menjadi pemasok bahan pokok bagi salah satu mitra merchant GrabKitchen.

Toko Sayur Mayur Ibu War dirintis orangtua Neneng 30 tahun yang lalu. Namun sejak terjadinya pandemi di awal 2020, Toko Sayur Mayur Ibu War harus menutup gerai di bilangan Tebet sesuai dengan regulasi Pemerintah. Kejadian ini menjadi hantaman besar bagi Neneng dan keluarga serta kondisi finansial orangtuanya.

Oleh karena itu, Neneng melihat adanya peluang bisnis melalui platform online. Neneng pun memilih untuk melepas beasiswanya di kepolisian demi mengambil alih dan merintis kembali usaha orangtuanya.

 

Bergabung di marketplace

Untuk menyelamatkan usaha milik orangtuanya, Neneng mencoba peruntungan di dunia digital dengan mendaftarkan Toko Sayur Mayur Ibu War di platfrom marketplace. Usaha orangtuanya ini resmi bergabung di GrabMart di bulan Juni 2020. Dengan harapan dapat melayani pesenan para langganan serta mencakup konsumen yang lebih luas.

“Saya merasa terbantu dengan adanya Account Manager yang membantu saya dari proses adaptasi di GrabMart hingga memberikan insight yang berguna baik dalam strategi penjualan produk, memahami tren, mengatur harga, teknik pengemasan hingga teknik foto produk yang membantu saya saya untuk dapat bersaing di ranah online” jelas Neneng Nurmayati, pemilik Toko Sayur Mayur Ibu War.

Perlahan tapi pasti, toko sayur orangtua Neneng mendapatkan orderan. Mulai dari lima order perhari, Neneng terus mempelajari kebutuhan konsumen dan memperbaiki lapak online-nya di GrabMart untuk menambahkan produk sesuai dengan kebutuhan konsumsi.

Contohnya, Neneng menawarkan lauk pauk siap goreng, seperti ayam ungkep, bandeng presto, dan tahu tempe ungkep. Inovasi ini memudahkan konsumen untuk memasak tanpa harus repot menyiapkan bahan baku.

 

Promosi dari GrabMart

Ilustrasi sayur
Ilustrasi sayur (Foto:Shutterstock).

Neneng juga menambah opsi paket hemat dan opsi trakir mitra pengemudi. Kini, Toko Sayur Mayur Ibu War tidak hanya menjadi toko sayur, melainkan menjadi cukup berkembang dan lebih lengkap. Di mana toko sayur ini juga menjual berbagai keperluan, seperti lauk pauk, bumbu masak, frozen food, makanan siap santap, buah utuh dan potong, umbi-umbian, serta sembako.

“Program promosi Grab sangat membantu saya untuk memperluas jangkauan konsumen. Kini, saya memiliki konsumen langganan yang berlokasi di Kelapa Gading dan Bekasi. Tak hanya itu, saya juga senang dapat dipercaya oleh salah satu merchant GrabKitchen untuk memenuhi keperluan dapurnya” tambah Neneng.

Meski mengaku sangat terbantu dengan adanya program promosi dari GrabMart, Neneng merasa produk dan layanan yang berkualitas dengan harga yang bersaing adalah kunci untuk memenangkan hati konsumen. Terbukti, saat Lebaran beberapa bulan yang lalu, Neneng menghabiskan harinya untuk melayani 200 orderan dari konsumen dan meraih pemasukan sebanyak 18 juta.

Kini, sejak Neneng mengambil alih usaha orang tuanya dan mendigitalisasikan usahanya, Neneng mampu memperbaiki ekonomi keluarga dan menyekolahkan ketiga adiknya serta menambah karyawan yang membantu Neneng dan Ibunya.

Simak video berikut ini

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela