Headstream, Studio Musik Terbaru di Area Potato Head Bali Terbuat dari 564 Kilogram Sampah Plastik

Nabila Mecadinisa12 Okt 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 12 Okt 2021, 12:30 WIB
Headstream, Potato Head Bali

Fimela.com, Jakarta Geliat komunitas di Bali semakin kuat. Begitu juga dengan perkembangan talenta musik yang semakin kaya, sehingga Bali menjadi destinasi yang dituju bagi para musisi internasional dan lokal. Kali ini, Potato Head mengumumkan sebuah gebrakan baru, di mana menambah area yang akan dicintai para pecinta musik.

Headtream adalah sebuah studio dan record store yang berlokasi di area masuk Potato Head. Berdiri di bawah instalasi bambu The Womb yang dibuat oleh seniman Nano Uhero. Headstream dibangun unik, dengan memanfaatkan material daur ulany, dirancang dengan desain berkelanjutan, menggandeng arsitek berbasis di Bali, Zhi Xiong Chan dari ZXC Studio. 

Rupanya, untuk membangun Headstream, sebanyak 564 sampah plastik didaur ulang. Sampah tersebut berasal dari botol oli motor yang dimanfaatkan sebagai panel serta tutup air mineral yang dikumpulkan dari perairan Bali dipajang serta dimanfaatkan untuk menghias permukaan studio. Ada juga 170 kilogram sampah karet industri yang diformulasi ulang menjadi lantai studio.

 

Diluncurkan pada 2 Oktober 2021

Headstream, Potato Head Bali
Melihat keunikan Headstream, destinasi terbaru di Potato Head Bali, yang ramah lingkungan.

Headstream adalah destinasi terbaru yang telah diluncurkan pada 2 dan 3 Oktober lalu. Dengan menggelar sebuah event diisi 30 seniman. Gelaran tersebut dimeriahkan oleh seniman dan komunitas asal Melbourne dan Bali. Sebuah kolaborasi dari Dea Barandana, DJ Jnett, Kita, Gabber Modus Opperandi, Komang, Mairakilla, dan lain sebagainya. 

Headstream memiliki fundamental di mana mengangkan unearth new dan unheard voices, untuk menyambungkan komunitas serta menyediakan sebuah panggung bagi banyak DJ, kolektor musik, insan kreatif, musisi, dan pahlawan budaya. 

 

Bisa dinikmati secara digital

Headstream, Potato Head Bali
Melihat keunikan Headstream, destinasi terbaru di Potato Head Bali, yang ramah lingkungan.

Disiarkan juga sejara digital, nantinya platform digital tersbeut akan disiarkan setiap hari mulai pukul 7 pagi - 7 malam waktu Bali, disiarkan langsung dari studio, dan juga akan tersebar melalui satelit hingga ke Jogja, Malan, Jakarta, Bandung. 

Untuk mendapatkan potret atmosfer di dalam studio, maka akan ada sejumlah kamera yang tersebar di Potato Head (Studio Eksotika, rooftop, dan lain sebagainya) memudahkan para penonton untuk melihat visual dari sudut yang sama. Atau, bisa juga hanya mendengarkan audionya saja. Cek keseruannya di https://headstream.potatohead.co/

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela