Gadis 16 Tahun Mengambil Alih Posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Selama Sehari

Fimela Reporter26 Okt 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 26 Okt 2021, 17:30 WIB
Tingkatkan Kepemimpinan Perempuan, Gadis 16 Tahun Mengambil Alih Posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Selama Sehari

Fimela.com, Jakarta Pada 11 Oktober lalu, kita merayakan Hari Anak Perempuan Internasional atau International Day of the Girl. Merayakan hari besar tersebut, Plan International menghadirkan inisiatif global #GirlsTakeOver. Program ini terinspirasi oleh sebuah kampanye #GirlsBelongHere, yang merupakan upaya komunitas AstraZeneca untuk membangun kesadaran karyawan, keluarga dan komunitas terhadap kesetaraan gender. Tidak hanya itu, melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kepemimpinan perempuan di Indonesia. 

Melalui program ini, Plan International ingin memperdalam pengetahuan masyarakat mengenai hambatan yang dihadapi oleh generasi muda, terutama remaja perempuan, sehingga dapat terus mendorong dan mengadvokasi perempuan muda untuk terus menggali potensi yang mereka miliki. 

Indonesia menjadi salah satu negara yang beroperasi untuk menjadi penyebar vaksinasi AstraZeneca, menjadi wadah bagi #GirlsTakeOver untuk dilaksanakan. Dari 17 kantor yang tersebar di seluruh dunia sebanyak 42 gadis terpilih untuk mengambil alih posisi penting di kantor AstraZeneca selama sehari. Seperti seorang anak perempuan berusia 16 tahun yang berasal dari Jakarta Utara yang bernama Zakiah.

Intip keseruan Zakiah dalam mengambil alih peran Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia selama satu hari, sebagai finalis #GirlsTakeOver dari Young Health Programme pada 8 Oktober 2021.

Mendorong kaum remaja perempuan untuk percaya diri

Tingkatkan Kepemimpinan Perempuan, Gadis 16 Tahun Mengambil Alih Posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Selama Sehari
Konferensi Pers: Sehari menjadi Pemimpin Perusahaan Multinasional yang berlangsung pada Kamis (14/10) (Dok. Plan International)

Melalui Konferensi Pers: Sehari menjadi Pemimpin Perusahaan Multinasional yang berlangsung pada Kamis (14/10) lalu, Zakiah menceritakan pengalamannya menjadi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia selama sehari. Ia mengikuti program #GirlsTakeOver yang berlangsung pada sekolahnya, yang merupakan tempat pelaksanaan YHP. 

Melalui program ini, Zakiah mengikuti serangkaian sesi pengembangan kapasitas, termasuk kelas kepemimpinan dan pendampingan, sebelum akhirnya mengambil alih posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia. Ia menyatakan bahwa selama sehari mengambil alih posisi sebagai Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, ia melihat bahwa perusahaan AstraZeneca memiliki lingkungan kerja yang aman dan inklusif bagi perempuan.

"Tentunya hal ini patut diterapkan di perusahaan lainnya. Sebagai kaum muda, saya ingin mengajak kaum muda lainnya ikut percaya diri terhadap kemampuan yang kita miliki dan berani berbicara tanpa melihat gender sebagai pembatas, demi membantu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Besar harapan saya masyarakat turut berkontribusi serta bersinergi bersama untuk terus mendukung dan menyuarakan kesetaraan gender agar semua mendapat keadilan dan kebebasan yang sama," ujar Zakiah.

Melalui program ini, Plan International menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan melalui program #GirlsTakeOver bersama AstraZeneca Indoensia bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi tiap remaja perempuan. Bahwa setiap perempuan, memiliki hak untuk menyuarakan pendapat dan gagasan, serta untuk terus mengasah kemampuan mereka dalam kepemimpinan.

"Kami berharap keterlibatan karyawan kami dalam kampanye #GirlsBelongHere tahun ini dapat memperkuat prinsip inklusivitas tersebut, dan bagi remaja perempuan terpilih yang mengikuti #GirlsTakeOver di AstraZeneca mendapatkan pengalaman yang membekalinya untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan. Sebagai Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, saya bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini dan saya berharap melalui program i#GirlsTakeOver ini, Zakiah mendapatkan pelajaran dan inspirasi tentang kepemimpinan, inklusivitas, dan pemberdayaan, serta dapat mencapai potensi semaksimal mungkin di masa depan," jelas Sehwan Chon selaku Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia. 

Melalui inisiatif Young Health Programme (YHP), Plan International dan Astrazeneca ingin membantu kaum muda berusia 10-24 tahun untuk memegang kendali atas kesehatan dan diri mereka, terutama dalam memerangi penyakit tidak menular (PTM). Diharapkan program ini dapat meningkatkan kesadaran akan gaya hidup anak muda yang sehat dan juga melatih kepemimpinan mereka. 

 

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela