Aku dan Ibu Saling Menguatkan setelah Kehilangan Orang yang Paling Kami Cinta

Endah Wijayanti06 Des 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 06 Des 2021, 12:30 WIB
cinta ibu dan harapan hidup

Fimela.com, Jakarta Selalu banyak cinta dan hal istimewa dalam hubungan seorang anak dan ibu. Mungkin tak semuanya penuh suka cita, sebab ada juga yang mengandung duka lara. Masing-masing dari kita pun selalu punya cerita, seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela untuk mengikuti Lomba Ungkapkan Rasa rindu pada Ibu di Share Your Stories Bulan Desember ini.

***

Oleh:  Luvian Dhini Erwansyah

Ibuku adalah wanita terkuat yang pernah kukenal dalam hidupku, dan aku bangga menjadi putrinya. Aku kehilangan ayahku beberapa bulan yang lalu. Sebuah kehilangan yang begitu menyakitkan, beliau pergi terlalu cepat dan begitu mendadak.

Semua orang menangis, berduka, mengucapkan belasungkawa, memberikan sumbangan doa, dan juga mengatakan bahwa ayah adalah orang yang baik. Tapi semua itu terasa hampa, tidak memberikan ketenangan pada jiwa. Aku begitu sedih.Aaku telah kehilangan ayahku. Aku sempat kehilangan arah, aku melakukan apa saja untuk melupakan rasa sakit itu.

Hingga akhirnya aku sadar, bagaimana dengan ibuku? Ibuku kehilangan seorang suami yang begitu ia cintai. Ibu kehilangan suami sekaligus sahabat yang dulu pernah mengenalkannya pada dunia luar. Bagaimana dengan ibuku? Mengapa aku hanya memikirkan perasaanku sendiri? Mengapa aku tidak melihat ini dari sudut pandang ibuku?

 

Ibuku, Wanita Hebat

cinta ibu dan terima kasih
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Dragon+Images

Dan ketika aku memutuskan untuk melakukan itu, barulah aku sadar. Ternyata ibuku adalah sosok wanita yang kuat. Ibuku selalu berusaha untuk tidak menangis di depanku, ibuku selalu menenangkanku, ibuku selalu memelukku seraya berkata, "Ayah tidak pergi Nak, Ayah selalu ada di sekitar kita." Ibuku selalu berusaha tersenyum ketika melihat aku bersedih. Ibuku, dia wanita yang kuat dan hebat. 

Betapa beruntungnya aku memilikinya. Ibuku selalu berhasil membuatku berpikir dengan sudut pandang yang berbeda. Ya, aku memang kehilangan ayahku, Ibuku juga sangat sedih karenanya, tapi setidaknya aku tak sendiri. Kami saling memiliki. Kami selalu bersama sekarang. Kami selalu berusaha untuk saling menguatkan satu sama lain.

Kami berusaha untuk menjadikan rasa kehilangan ini sebagai kenangan yang indah. Bukan sebuah tragedi. Kami berusaha untuk mensyukuri semua waktu yang kami habiskan dengan ayah, daripada menangisi hari kepergiannya.

Ibuku membantuku bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ibuku selalu menemaniku, memahamiku, dan memaafkanku.

Ibuku, wanita hebat.

Terimakasih atas semua yang telah kau lakukan untukku, Ibu.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela