Fimela Highlight Januari 2021: Sinovac, Vaksin Covid-19 Pertama di Indonesia

Hilda Irach14 Des 2021, 12:10 WIB
Diperbarui 14 Des 2021, 14:54 WIB
Fimela Highlight Januari 2021: Sinovac, Vaksin Covid-19 Pertama di Indonesia

Fimela.com, Jakarta Tiba di penghujung tahun 2021, pandemi Covid-19 rupanya masih belum usai. Sejak diumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020, corona mengubah hidup masyarakat dunia, mulai dari penerapan PSBB hingga PPKM demi memutus rantai penularan virus tersebut.

Vaksin Covid-19 pun menjadi satu-satunya harapan untuk mengembalikan keadaan dan menyelamatkan kesehatan serta nyawa masyarakat. Seiring berjalannya waktu, beberapa negara mulai dari China hingga Amerika Serikat memberikan lampu hijau terkait vaksin Covid-19 untuk vaksinasi massal di negaranya masing-masing.

Hingga pada 3 Desember 2020, Pemerintah menetapkan vaksin virus corona yang diproduksi enam lembaga berbeda untuk program vaksinasi di Indonesia. Penetapan itu tertuang dalam  Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Keenam vaksin Covid-19 tersebut adalah PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech dan Sinovac Biotech Ltd.

Sinovac Vaksin Covid-19 Pertama Indonesia

Fimela Highlight Januari 2021: Sinovac, Vaksin Covid-19 Pertama di Indonesia
Mulai dari Sinovac Vaksin Covid-19 pertama Indonesia hingga Presiden Jokowi orang pertama yang divaksin. (pexels/nataliyavaitkevich).

Kedatangan Vaksin Covid-19 Sinovac pada Minggu, 6 Desember 2020 di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Banten menjadi penanda vaksin Covid-19 pertama yang digunakan oleh Indonesia. Selain itu, Indonesia juga menjadi negara pertama di luar China yang meloloskan vaksin Covid-19 dengan jenis Sinovac.

Vaksin berjumlah 1,2 juta dosis ini dibawa menggunakan pesawat Garuda Indonesia lewat kargo khusus dengan rute Jakarta-Beijing-Jakarta.

Presiden Jokowi Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19

Fimela Highlight Januari 2021: Sinovac, Vaksin Covid-19 Pertama di Indonesia
Mulai dari Sinovac Vaksin Covid-19 pertama Indonesia hingga Presiden Jokowi orang pertama yang divaksin. (Dok/KLY).

Setelah melalui beberapa tahap pengujian di Indonesia, vaksin Sinovac akhirnya diberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin, 12 Januari 2021.

Sehari setelahnya, tepatnya Rabu, 13 Januari 2021 vaksinasi Covid-19 Sinovac resmi digunakan. Orang pertama yang disuntikkan vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac Biotech adalah presiden Republik Indonesia yaitu Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 pertama sekitar pukul 09.42 WIB di Istana Kepresidenan oleh Wakil Ketua Dokter Kepresidenan sekaligus Staf Divisi Hematologi Onkologi Medik RSUPN Dr CIpto Mangunkusumo (RSCM) Prof dr Abdul Muthalib, Sp PD-KHOM.

Raffi Ahmad Jadi Anak Muda Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19

Fimela Highlight Januari 2021: Sinovac, Vaksin Covid-19 Pertama di Indonesia
Mulai dari Sinovac Vaksin Covid-19 pertama Indonesia hingga Presiden Jokowi orang pertama yang divaksin. (Instagram/sektariat.presiden).

Kemudian, ada pula artis Raffi Ahmad yang menerima vaksin Covid-19 perdana di Istana Kepresidenan Jakarta. Raffi Ahmad menjadi salah satu orang yang berkesempatan menerima vaksin Covid-19 untuk pertama kalinya.

Raffi Ahmad terpilih sebagai perwakilan dari anak muda Indonesia. Suami Nagita Slavina ini menerima vaksin Covid-19 di sesi pertama setelah Presiden Jokowi, Ketua IDI dr. Daeng M. Faqih, Sekjen MUI/Muhammadiyah Dr. H. Amirsyah Tambunan, Kiai Ishom dari NU Panglima TNI, dan Kapolri.

Saat ini, ada 10 jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia diantaranya Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax, Sputnik-V, Janssen, Convidencia atau CanSino, dan Zifivax.

Berdasarkan data dari Kemenkes per 13 Desember 2021, cakupan vaksinasi nasional dosis 1 mencapai 14,7,043,555 dosis atau 70.60 persen. Sementara cakupan vaksinasi nasional dosis lengkap mencapai 103,134,647 atau 49.52 persen.

 

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela