Resolusi Finansial ala Milenial: Tips Menciptakan Keuangan yang Sehat Lewat Fintamin, Apa Itu?

Wuri Anggarini24 Des 2021, 00:01 WIB
Diperbarui 24 Des 2021, 00:01 WIB
Resolusi Finansial ala Milenial: Tips Menciptakan Keuangan yang Sehat Lewat Fintamin, Apa Itu?

Fimela.com, Jakarta Nggak terasa ya, tinggal menghitung hari saja menuju tahun baru 2022. Artinya, sudah hampir 2 tahun kita menjalani hidup di tengah pandemi dan mengalami berbagai perubahan gaya hidup sehari-hari. Nggak bisa dipungkiri juga bahwa pandemi memberikan 'kejutan' tersendiri. Banyak situasi serba nggak terduga yang terjadi, salah satunya yang paling berdampak tentu saja dari sisi finansial.

Dua tahun hidup dalam pandemi, ternyata ada fenomena atau masalah finansial yang umum dihadapi masyarakat. Tim Fimela.com mendapatkan kesempatan membahas hal ini bersama Ferdie Darmawan. Sosok yang satu ini dikenal sebagai Certified Financial Planner, best-selling author, investor, dan entrepreneur di industri keuangan. Ia juga dikenal 'dekat' dengan generasi masa kini karena aktif membagikan tips finansial lewat konten di media sosial.

Resolusi Finansial ala Milenial: Tips Menciptakan Keuangan yang Sehat Lewat Fintamin, Apa Itu?
Ferdie Darmawan dalam sesi interview via Zoom

Bersama Ferdie Darmawan, tim Fimela.com ngobrolin tentang topik keuangan yang belakangan ini banyak dibahas terutama di masa pandemi, kemudian membuat resolusi finansial menyambut 2022, hingga mewujudkan keuangan yang sehat lewat nutrisi dari Fintamin. Apa sih itu? Mulai penasaran? Yuk, ikuti pembahasannya satu per satu!

3 Masalah Finansial yang Umum Dihadapi Selama Pandemi

Resolusi Finansial ala Milenial: Tips Menciptakan Keuangan yang Sehat Lewat Fintamin, Apa Itu?
(c) Shutterstock

Dari kacamata seorang Ferdie Darmawan, ternyata ada 3 masalah finansial yang umum dihadapi masyarakat selama pandemi dan sering jadi pembahasan di berbagai media.

"Pandemi ini kan sifatnya tak terduga ya, siapapun nggak ada yang tahu. Jadi sebetulnya pelajaran yang bisa kita dapatkan yaitu pentingnya punya dana darurat, asuransi, mungkin sama lebih dari satu sumber penghasilan. Karena kalau sebelum pandemi ini mungkin banyak orang yang berpikir buat apa sih saya punya dana darurat? Buat apa nabung? Toh bulan depan gajian lagi, bulan depan bisnis dapet omzet lagi. Ternyata pandemi, bulan depan nggak bisa gajian atau bisnis juga nggak dapet omzet. Kalau nggak punya dana darurat tentu orang akan kebingungan,” ungkap Ferdie dalam sesi interview virtual yang berlangsung pada Jumat (17/12/2021) lalu.

Pandemi memberikan pelajaran bahwa menyiapkan dana darurat itu sangat penting. Baru mulai menyiapkan dana darurat sekarang mungkin jadi hal yang terlambat, tapi menurut Ferdie hal tersebut sama sekali nggak masalah.

"Kalau baru disiapkan saat sudah pandemi, menyikapi pandemi yang sudah berlangsung ini jelas sudah terlambat ya. Karena dana darurat itu prinsipnya harus siap sebelum kondisi darurat itu terjadi. Tapi dana darurat yang kita siapkan hari ini ya untuk ke depan. Karena kita nggak tahu nih pandeminya berlangsung sampai kapan," lanjutnya.

Bocor Halus Finansial Bisa Dicegah, Kuncinya adalah Budgeting

Resolusi Finansial ala Milenial: Tips Menciptakan Keuangan yang Sehat Lewat Fintamin, Apa Itu?
(c) Shutterstock

Sering nggak sih mengalami fenomena perencanaan keuangan yang dilakukan ternyata malah bocor halus di mana-mana? Misalnya saat ada godaan promo e-commerce atau keinginan untuk self-healing setelah stres bekerja. Tanpa disadari, uang yang keluar ternyata bikin perencanaan keuangan berantakan. Ferdie pun memberikan tipsnya agar healing nggak jadi pusing.

"Harus punya budget dari awal. Misalnya nih 10% dari income bulanan saya pakai untuk healing gitu, terserah persentasenya mau berapa. Selama kita sudah punya persentase itu, kalau kita keluar dari batas ya nggak boleh spending melebihi batas itu. Jadi meskipun promo, diskon, atau cicilan 0% nggak boleh tergoda. Kita buat satu pos terpisah, lebih bagus lagi rekening terpisah, jadi spendingnya cuma boleh dari situ. Kalau sudah habis ya sudah, tapi kalau belum habis ya harus dihabiskan. Jadi kita nggak pelit sama diri sendiri tapi nggak boros juga,” jelas Ferdie kemudian.

Resolusi Finansial 2022, Jangan Hanya Jadi Angan-Angan

Resolusi Finansial ala Milenial: Tips Menciptakan Keuangan yang Sehat Lewat Fintamin, Apa Itu?
(c) Shutterstock

Sudah bikin resolusi apa menyambut tahun baru? Banyak hal yang mungkin sudah masuk ke dalam bucket list. Tapi mungkin belum banyak yang aware untuk membuat resolusi finansial, padahal ini penting banget untuk perencanaan keuangan di masa depan.

Ferdie pun memberikan saran untuk membuat resolusi finansial yang tepat sasaran, paling penting adalah jangan hanya jadi angan-angan saja. Penting untuk membuat breakdown resolusimu secara spesifik.

"Jadi yang paling penting itu kalau untuk resolusi finansial, kita harus pakai prinsip Smart Goal. Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time Based. Jadi, semuanya spesifik. Bahkan misalnya kalau mau lebih spesifik lagi itu kita harus memonitor itu setiap saat. Yang namanya kita bikin goal itu kan nggak mungkin selalu mulus. Suatu saat ada geser-geser sedikit lah. Jadi harus re-balancing lagi, apakah harus panjangin jangka waktunya atau menambahkan investasi bulanannya. Kuncinya adalah selalu mengikuti kaidah SMART goal tadi," lanjut Ferdie.

Menyikapi Fenomena Sandwich Generation, Saatnya Memutuskan Rantai

Resolusi Finansial ala Milenial: Tips Menciptakan Keuangan yang Sehat Lewat Fintamin, Apa Itu?
(c) Shutterstock

Belakangan ini topik seputar sandwich generation juga banyak jadi perbincangan milenial di media sosial. Sandwich generation atau orang-orang yang punya beban ganda, mulai dari menanggung pengeluaran orang tua, dirinya sendiri, termasuk keluarga jika ia sudah menikah, mengaku sulit untuk melakukan perencanaan keuangan.

Hal penting yang disoroti Ferdie adalah untuk memutus rantai sandwich generation tersebut. Kuncinya bisa diawali dengan perencanaan keuangan yang tepat sasaran, salah satunya dengan menyiapkan dana pensiun.

"Kenapa terjadi sandwich generation? Karena orang tua itu tidak punya dana pensiun. Faktornya di situ. Sementara yang baru menikah dan berkeluarga juga punya pengeluaran terbesar. Kita pun tahu fresh graduate itu incomenya kecil. Jadi kuncinya ada di dana pensiun. Kalau kita mau memutus sandwich generation dari diri kita, kita harus mempersiapkan dana pensiun sejak pertama kali gajian. Bukan pas mau pensiun. Karena kebanyakan orang itu menyiapkan dana pensiunnya terlambat. Tinggal 5 tahun baru menyiapkan dana pensiun akhirnya kebingungan. Idealnya sejak pertama kali gajian,” jelas Ferdie.

Menciptakan Finansial yang Sehat Lewat Nutrisi Fintamin

Finansial yang sehat sangat penting demi masa depan yang lebih terjamin. Kondisi finansialmu juga butuh asupan nutrisi yang tepat agar bisa membuat perencanaan yang baik dan benar. Ferdie pun menganjurkan setiap orang wajib 'mengonsumsi' Fintamin. Melihat fenomena yang ada, Bank Jago meluncurkan program edukasi Fintamin, yaitu serangkaian nutrisi yang akan membantu menjaga kesehatan dan daya tahan finansial personal dan keluarga.

Resolusi Finansial ala Milenial: Tips Menciptakan Keuangan yang Sehat Lewat Fintamin, Apa Itu?
(c) Jago

"Jadi kemarin saya berkolaborasi dengan Bank Jago. Nah di Bank Jago ini punya banyak fitur untuk menerapkan Fintamin itu tadi. Fintamin itu ada dari A, B, C, D, E, sampai K. A itu tentang analisa pengeluaran maksudnya catat dulu pengeluaran. B ini kita buat budgeting atau anggaran, C itu cek pengeluaran sesuai rencana, D itu disiplin menabung dan investasi, E untuk eksplor cadangan masa depan, lalu K atau Kolaborasi. Jadi kalau kita rutin mengonsumsi Fintamin, kita bisa mendapatkan financial goals yang sehat," kata Ferdie memberikan penjelasan.

Bank Jago sendiri memiliki berbagai fitur di aplikasi Jago yang bisa dimanfaatkan agar kamu bisa mendapatkan asupan Fintamin yang diperlukan. Ferdie mengaku sangat menyukai fitur inovatif dan kolaboratif  dari Bank Jago karena bisa digunakan untuk menganalisa pengeluaran dan membuat anggaran jadi lebih mudah.

"Saya pribadi dulu punya banyak rekening untuk dana darurat, operasional, healing. Nah kalau pake aplikasi Jago ini kita bisa pakai fitur yang namanya Kantong. Dengan Kantong Jago ini kita nggak perlu buka banyak rekening, cukup manfaatkan Kantong untuk bagi-bagi pos pengeluaran. Menariknya lagi ini bebas biaya administrasi dan kita bisa melakukan tracking. Jadi dari situ kita bisa lihat ini budgetnya sudah berapa persen nih habisnya? Jadi bocor halus itu akan bisa diminimalisir,” ungkap Ferdie.

Nggak hanya bisa digunakan untuk mengatur pengeluaran saja, aplikasi Jago juga membantu kamu untuk menerapkan Fintamin D, yaitu Disiplin dalam investasi. Kantong Jago sudah terintegrasi dengan Bibit, salah satu aplikasi investasi reksa dana terpercaya di tanah air. Jadi bisa mendorong masyarakat nggak hanya sekadar menabung tapi juga berinvestasi.

Selain berkolaborasi dengan Bibit untuk investasi, Jago juga sudah terintegrasi dengan Gojek agar para penggunanya bisa lebih disiplin dalam alokasi uang untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan Kantong Bayar yang sudah terhubung dengan aplikasi Gojek, kamu bisa mengatur pengeluaran sehari-hari menggunakan GoPay, seperti makan siang melalui GoFood dan transportasi melalui GoRide atau GoCar.

Ternyata, memulai resolusi finansial yang sehat itu mudah. Terlebih dengan kehadiran teknologi canggih di aplikasi Jago. Ada sebuah saran pamungkas dari seorang Ferdie Darmawan yang menutup sesi interview kali ini.

“Saran dari saya, kalau mau merencanakan keuangan mulailah dari kecil, mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu punya penghasilan besar dulu, nggak perlu nunggu mau pensiun dulu, Intinya mulai dari kecil mulai dari sekarang,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela