Menyikapi Kegagalan agar Tidak Insecure, Bisa Coba Cara Ini

Endah Wijayanti05 Jan 2022, 14:10 WIB
Diperbarui 05 Jan 2022, 14:10 WIB
aku uang dan sebagai freelancer

Fimela.com, Jakarta Saat gagal mencapai sesuatu, wajar jika kita merasa sedih. Ketika kita gagal mendapatkan sesuatu padahal sudah berusaha mati-matian untuk mendapatkannya, bisa jadi kita butuh waktu berhari-hari untuk bisa kembali pulih dan tenang. Namun, ada kalanya kita merasa sangat putus asa dan kehilangan harapan saat menghadapi sebuah kegagalan yang menyakitkan.

Menyikapi kegagalan tidak selalu mudah. Bahkan seringkali kita merasa rendah diri, kehilangan rasa percaya diri, atau insecure saat mengalami kegagalan. Sebuah kegagalan yang pahit bisa membuat kita merasa kehilangan harga diri dan tidak lagi memiliki motivasi untuk melangkah ke depan. Meskipun begitu, bukan berarti kita tenggelam dan berlarut-larut dalam kesedihan terlalu lama.

Tidak Perlu Menganggap Kegagalan sebagai Suatu Kesalahan Diri

aku uang dan mandiri finansial
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/weedezign

Mengutip buku Self Theories, Carol S. Dweck, Ph.D membuat penelitian menarik terkait bagaimana sejumlah murid menyikapi kegagalan. Dijelaskan bahwa pada murid yang berorientasi-penguasaan, mereka menyadari bahwa mereka harus lebih berusaha, hanya mengerahkan sumber daya mereka dan mencurahkan diri mereka pada tugas yang harus dikerjakan. Jadi, meskipun mereka tidak lebih baik dari para murid tak berdaya dalam mengerjakan soal-soal sukses yang asli, akhirnya mereka menunjukkan kinerja yang jauh lebih tinggi. Kegagalan yang dihadapi oleh para murid tersebut tidak dianggap sebagai suatu kesalahan diri, sehingga risiko yang ada tidak dianggap terlalu besar.

Satu hal penting yang bisa digarisbawahi adalah tidak perlu menganggap kegagalan sebagai suatu kesalahan diri. Berani mencoba dan berusaha mengerahkan sumber daya sudah merupakan pencapaian terbaik sendiri. Maka, tak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri saat yang terjadi adalah sebuah kegagalan.

Seringkali ketika mengupayakan sesuatu, kita mengerahkan semua daya dan upaya kita. Bahkan mempertaruhkan harga diri dan seluruh kecerdasan. Sehingga ketika mengalami kegagalan, dunia seakan runtuh. Wajar jika kita merasa merana dan bersedih saat menghadapi kegagalan tersebut. Akan tetapi, dunia masih terus berputar. Waktu juga masih terus berjalan.

Jadi, setelah kita melakukan upaya terbaik dan hasilnya tak sesuai harapan, bersedih dan berduka secukupnya. Selain itu, tak perlu berlarut-larut menyalahkan diri sendiri. Sebab, masih ada perjuangan dan perjalanan baru yang perlu ditaklukkan lagi.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela