Diary Fimela: Perjalanan Tessa Wijaya Kembangkan Teknologi Finansial Hingga Jadi Unicorn

Vinsensia Dianawanti13 Jan 2022, 08:30 WIB
Diperbarui 13 Jan 2022, 08:30 WIB
Diary Fimela: Perjalanan Tessa Wijaya Kembangkan Teknologi Finansial Hingga Jadi Unicorn

Fimela.com, Jakarta Di tengah era teknologi yang semakin maju, perempuan mengambil peran semakin besar untuk terlibat di dalamnya. Namun tidak sedikit perempuan yang dianggap remeh karena diniai tidak mampu terjun di dunia digital. Namun Tessa Wijaya membuktikan bahwa hal itu salah.

Mendirikan perusahaan digital sendiri bernama Xendit, Tessa Wijaya lebih dari sekadar membuktikan kemampuan perempuan di industri teknologi. Ia pun membantu banyak usaha kecil maupun menengah untuk masuk ke dunia digital dan merasakan manfaatnya.

Xendit dimulai pada 2015 di mana saat itu Tessa sendiri masih bekerja di perusahaan ekuitas swasta dengan bisnis sampingan jualan batik di Instagram. Ia pun menyadari bahwa banyak pelaku usaha yang kesulitan melakuakn pembayaran digital.

Tessa pun bertemu Moses Lo yang juga melihat kesempatan untuk menghadirkan kemajuan dalam infrastruktur digital yang sebenarnya dapat memberikan kemudahan dan efektivitas bisnis.

 

Membantu bisnis kecil, menengah, dan besar

Diary Fimela: Perjalanan Tessa Wijaya Kembangkan Teknologi Finansial Hingga Jadi Unicorn
Simak perjalanan Tessa Wijaya, sosok perempuan yang terjun di industri teknologi finansial, Xendit (Xendit)

Xendit kemudian dirancang untuk membantu bisnis dengan berbagai ukuran sehingga dapat melakukan transaksi secara digital. Kini, telah menjadi perusahaan teknologi finansial yang menyediakan solusi pembayaran dan menyederhanakan proses pembayaran untuk berbagai bisnis di Indonesia, Filipina, dan Asia Tenggara, mulai dari UMKM, startup, e-commerce hingga perusahaan besar.

Xendit memungkinkan bisnis untuk menerima pembayaran, mencairkan, pencairan payroll, menjalankan marketplace dan banyak lagi, melalui platform integrasi yang mudah dan didukung oleh layanan pelanggan selama 24 jam. Di tengah lanskap pembayaran yang terfragmentasi di Asia Tenggara, Xendit memungkinkan bisnis untuk menerima pembayaran dari debit langsung, rekening virtual, kartu kredit dan debit, eWallet, QRIS, gerai ritel, dan cicilan online.

Dalam perjalanan menuju perusahaan unicorn, Xendit melewati berbagai tantangan, baik dari mencari product-market fit, menemukan partner yang cocok, maupun membangun tim yang bisa tumbuh cepat dan scaling seiring dengan pertumbuhan Xendit.

"Dengan banyak usaha dan kerjasama, kami berhasil melewati tantangan tersebut dan menjadikan Xendit salah satu gerbang pembayaran terbesar di Indonesia. Akan tetapi, perjalanan kami masih jauh, dan masih akan ada banyak tantangan yang kami hadapi nantinya," kata Tessa Wijaya saat diwawancara Fimela.

 

Konsumen Xendit

Diary Fimela: Perjalanan Tessa Wijaya Kembangkan Teknologi Finansial Hingga Jadi Unicorn
Simak perjalanan Tessa Wijaya, sosok perempuan yang terjun di industri teknologi finansial, Xendit (Xendit)

Xendit telah memiliki beberapa konsumen yang bergerak di bidang travel. Namun akibat pandemi yang memberikan dampak cukup signifikan, Xendit memperluas diri ke sektor-sektor baru, seperti ritel, game, dan produk digital lainnya.

"Kami menyadari bahwa banyak sekali bisnis yang terdampak selama pandemi, dan kami hadir untuk membantu para pelaku bisnis di Indonesia dan Filipina. Di awal pandemi, Xendit bekerja cepat untuk meluncurkan inisiatif “Business for Good”, program yang mendukung bisnis lokal, badan amal, dan organisasi nirlaba. Kami menyediakan modal kerja untuk bagi pelaku usaha dan pembayaran gratis untuk pelaku usaha yang baru saja memulai bisnis mereka tepat saat pandemi melanda," kata Tessa Wijaya.

 

Perempuan di Xendit

Meski bekerja di industri yang didominasi laku-laki, Tessa merasa hal tersebut bukan halangan untuk maju. Ia memiliki passion yang kuat terhadap apa yang ia lakukan. Mulai dari membangun produk yang dapat membantu para pelaku usaha, hingga memecahkan permasalahan mereka. Hal inilah yang membuat Tessa mampu bertahan di Xendit.

"Terlebih lagi, ketika wanita berhadapan dengan diskriminasi di tempat kerja, wanita perlu untuk bekerja dua kali lebih keras dari semua orang, agar dapat membuktikan bahwa kami memiliki kemampuan dan tekad yang kuat untuk menjadi pemimpin dan memberikan andil yang signifikan di industri teknologi," ujar Tessa.

Xendit akan terus melakukan inovasi untuk menjadi platform yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis dan pelaku usaha di indonesia, seperti perusahaan berskala besar, UMKM, hingga pelaku usaha individu. Salah satunya dengan menghadirkan aplikasi mobile Xendit Bisnis untuk mempermudah pelanggan Xendit menerima pembayaran dari konsumen; fitur Xendit Online Store untuk mempermudah siapapun mendirikan toko online dan menerima pembayaran digital; serta XenSol untuk solusi transformasi digital termasuk pembayaran online.

Simak video berikut ini

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela