Diary Fimela: Kisah Sukses Berjualan Sayur Hingga Untung 90 Juta Per Bulan Berkat Teknologi Digital

Nabila Mecadinisa06 Jan 2022, 13:30 WIB
Diperbarui 06 Jan 2022, 13:30 WIB
sayuran

Fimela.com, Jakarta Teknologi membantu setiap orang untuk menjalani kehidupannya dengan lebih mudah. Hal ini rupanya terjadi pada Titin Supartini. Merintis usaha warung sembako dan berjualan sayur mayur, kini usahanya bisa membuahkan hasil hingga 90 juta per bulan. 

Warung Abah yang didirikannya berada di daerah Surapati, Bandung. Dulunya, Titin dan suami memiliki kantin di universitas Bandung sejak 2014. Kecakapannya dalam memasak didukung dengan latar belakang sebagai koki hotel, ia dan suami berhasil menghadirkan aneka hidangan nikmat dengan harga murah yang digemari oleh para mahasiswa. 

Namun sayangnya, pandemi membuat usahanya harus tutup akibat proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah. Ia pun merintis usaha dengan membuka warung sayur sambil menjalani pekerjaannya sebagai pegawai sipil. Dimulai dengan berjualan offline, namun kehadiran teknologi membuat ia merintis usaha secara online

Berjualan sayur secara online

Berjualan sayur online
Berjualan sayur online

“Saya tidak pernah membayangkan akan jualan sayur di aplikasi. Tapi pada saat itu, ada Account Manager dari Grab yang menawari saya untuk masuk ke layanan GrabMart yang baru. Sebulan pertama saya masih bingung dan kewalahan untuk melayani pesanan offline dan online disaat yang sama. Bahkan sempat terpikir untuk berhenti, tapi untung saja saya konsultasi dulu ke tim Grab yang menangani warung saya sebelum memutuskan berhenti.” jelas Titin Supartini, pemilik Warung Abah.

Berkat dukungan konsultasi dengan tim GrabMart inilah, Titin akhirnya memberanikan diri untuk memperluas bisnisnya. Awalnya karena banyak pesanan dari online dan offline, banyak barang-barang di warungnya yang habis dan Titin pun tidak bisa melayani konsumennya dengan maksimal. Sejak saat itu Titin memperbanyak stok barang yang ia jual, serta ia juga mulai berjualan barang-barang kebutuhan dasar lain seperti beras dan telur. Alhasil, pendapatan per harinya pun semakin meningkat, bahkan dalam satu bulan ia bisa mendapatkan omzet sebesar 90 juta rupiah, di mana hampir sebagian besar berasal dari GrabMart. 

Omzet yang meningkat drastis

Ilustrasi uang
Ilustrasi uang. (via: istimewa)

“Semenjak saya fokus jualan online, saya sudah bisa membeli 1 kulkas dan 3 freezer, yang sangat membantu saya untuk terus memperbanyak stok jualan di warung. Saya juga tidak kewalahan lagi untuk melayani pesanan di tempat maupun online karena sejak bergabung dengan GrabMart saya sudah bisa mempekerjakan 2 karyawan untuk membantu di warung,” jelas Titin. 

Hal yang paling penting dalam menjalankan bisnis ini bagi Titin selain memastikan kualitas barang-barang yang ia jual tetapi juga kepuasan para konsumen. Titin selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan para konsumennya terutama yang membeli lewat GrabMart. “Biasanya kalau ada barang yang kurang dan harus diganti saya selalu menghubungi konsumen secara langsung dan menjelaskannya sendiri. Dengan adanya komunikasi langsung antara saya dan konsumen, konsumen pun lebih percaya dan kedepannya akan kembali lagi untuk membeli di tempat kami,” tutur Titin.

Titin meyakini bahwa Warung Abah tidak akan bisa sesukses sekarang kalau tidak ada dukungan dari para mitra pengantaran Grab. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan mitra pengantaran Grab selama ini. Hampir setiap hari di warung penuh oleh mitra-mitra Grab yang mengambil pesanan. Saya juga selalu menyiapkan kopi untuk mereka yang menunggu. Selain itu, setiap Jum’at saya juga sering mengadakan undian untuk para mitra yang berhadiah paket sembako. Alhamdulillah, para mitra-mitra Grab baik semua dan juga terus mendoakan Warung Abah supaya selalu sukses.” tutup Titin. 

#women for women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela