6 Tanda Orang yang Perfeksionis, Kamu Salah Satunya?

Gayuh Tri Pinjungwati13 Jan 2022, 10:15 WIB
Diperbarui 13 Jan 2022, 10:15 WIB
Single

Fimela.com, Jakarta Perfeksionisme dapat didefinisikan secara luas sebagai ciri kepribadian yang ditandai dengan hubungan yang hiperkritis dengan diri sendiri dan penetapan standar yang tinggi. Memiliki standar tinggi untuk diri sendiri dan dorongan internal untuk mencapai keduanya bisa menjadi sifat positif, namun jika berlebihan juga tidak akan baik.  

Tentu, dorongan untuk memperbaiki diri dapat membantu kita tetap berkomitmen untuk tugas-tugas yang menantang dan mengatasi hambatan serius, tetapi psikolog telah menghubungkan perfeksionisme yang berlebihan dengan masalah kesehatan mental seperti Depresi, gangguan makan, kecemasan dan banyak lagi. Lalu seperti apa tanda orang-orang yang perfeksionis? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Menuntut Kesempuranaan dalam Segala Hal

Ketika menjadi perfeksionis dalam hal pekerjaan, kamu ingin menjadi sempurna dalam setiap tugas yang kamu hadapi. Jika kamu merasa sangat frustrasi setiap kali kamu gagal mencapai kesempurnaan, apa pun tugasnya, perfeksionismemu kemungkinan besar akan merusak kualitas hidupmu.

Menetapkan Standar yang Terlalu Tinggi

Orang perfeksionis menempatkan diri mereka sendiri, dan mungkin juga orang lain, di bawah banyak tekanan dengan harapan dan standar mereka. Itulah sebabnya mereka stres berusaha untuk selalu memenuhi standar mereka. Ini juga menekankan mereka ketika orang lain tidak memenuhi apa yang mereka yakini sebagai norma. Misalnya, mereka merasa terganggu ketika orang lain tampaknya tidak peduli dengan detail dan tidak cukup rapi. Tujuan dan harapan perfeksionis sangat tinggi sehingga tidak mungkin tercapai. Ketika hal yang tak terhindarkan terjadi bahwa mereka tidak terpenuhi, keputusasaan dan frustrasi besar.

Terlalu Kritis

Single
Ilustrasi/copyirghtshutterstock/Mr.Whiskey

Standar kesempurnaan membuat seorang perfeksionis menjadi sangat kritis terhadap segala sesuatu dan semua orang. Bukannya melihat yang baik, mereka akan selalu menemukan kesalahan. Alih-alih bangga dengan pencapaian mereka, mereka percaya bahwa mereka bisa melakukannya dengan lebih baik. Ketika perfeksionis gagal dalam sesuatu, mereka menemukan seribu alasan mengapa hal itu tidak berjalan dengan baik, alih-alih berkonsentrasi pada apa yang telah berhasil dan apa yang dapat mereka pelajari dari situasi tersebut.

Mendambakan Kesempuraan dan Kualitas

Menghargai kualitas dan berjuang untuk keunggulan berarti mengetahui bagaimana menghargai usaha dan kinerja. Artinya merasa puas karena telah produktif, telah melakukan pekerjaan dengan baik dan dengan hasil yang diperoleh. Untuk seorang perfeksionis, sayangnya, itu tidak cukup. Mereka selalu berkonsentrasi pada kesalahan.

Berfokus pada Hasil

single
Ilustrasi/copyrightshutterstock/AnemStyle

Para perfeksionis selalu mengarahkan pandangan mereka pada hasil sempurna yang ingin mereka capai. Mereka tidak tahu bagaimana menikmati perjalanan dan kemajuan. Sebaliknya, mereka terobsesi untuk mencapai tujuan dengan cara yang mereka tetapkan.

Berkecil Hati Ketika Tidak dapat Mencapai Tujuan

Ketika seorang perfeksionis gagal mencapai tujuan mereka mereka menjadi sangat putus asa. Mereka tidak menganggap tujuan sebagai rambu untuk maju menuju apa yang mereka inginkan. Entah itu tercapai seperti yang direncanakan atau tidak ada artinya.

Menjadi perfeksionis adalah kualitas yang bagus, tetapi jika dilakukan secara berlebihan justru bisa menghancurkan tujuanmu. Cobalah untuk lebih menghargai setiap kerja keras.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela