Berdamai dengan Insecurities, Kenali 3 Faktor Penyebab Rasa Minder

Endah Wijayanti12 Jan 2022, 14:15 WIB
Diperbarui 12 Jan 2022, 14:15 WIB
surat ayah dan rindu bapak dulu

Fimela.com, Jakarta Dalam menjalani kehidupan, kita akan sering dihampiri berbagai jenis insecuritiesInsecurity, melansir laman webmd.com, merupakan perasaan rendah diri (tidak cukup baik) dan ketidakpastian. Biasanya akan menghadirkan kecemasan terkait tujuan hidup, hubungan, dan kemampuan dalam menangani situasi-situasi tertentu.

Sering terjadi ketika kita berusaha untuk menghapus atau menghilangkan rasa insecure, semakin sulit bagi kita untuk terbebas dari rasa tersebut. Maka dari itu, langkah bijak yang bisa kita ambil adalah mencoba berdamai dengan berbagai jenis insecurities yang ada. Bagaimana cara berdamai dengan insecurities? Bisa dengan mengenali tiga jenis pikiran yang memicu rasa minder. Mengutip buku How to Respect Myself, emosi bernama rendah diri terkait dengan tiga jenis pikiran.

1. Pikiran bahwa Diri Memiliki Kekurangan

surat ayah dan berjauhan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/pixs4u

Merasa kekurangan dan memiliki banyak kekurangan bisa membuat kita minder. Namun, saat kita mau mengakui dan menerimanya sebagai bagian dari diri kita, kita takkan mudah insecure. Sebab dengan mengakui kekurangan diri, kita akan termotivasi untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

2. Pikiran bahwa Diri Tidak Berguna

surat ayah dan putri yang keras kepala
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/uniqueshutter

Ada pikiran bahwa orang lain memiliki apa yang kurang pada kita. Umumnya, pikiran ini disertai dengan menyalahkan diri sendiri. Bahkan membuat kita terus menerus mengeluh karena hidup seakan tidak adil. Hanya saja kita perlu menyadari bahwa perjalanan dan perjuangan hidup masing-masing orang tidaklah sama. Dengan begitu, kita bisa menjalani hidup dengan makna dan tujuan yang kita punya sendiri.

3. Pikiran bahwa Diri Mengalami Kerugian Besar

surat ayah dan kepergian ayah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Photo_imagery

Ini masih berkaitan dengan anggapan hidup tak adil. Misalnya, kamu gagal mendapatkan suatu pekerjaan karena orang lain telah lebih dulu mendapatkannya dengan bantuan koneksi orang dalam. Kondisi ini membuatmu merasa selalu dirugikan. Kehidupan seolah selalu merugikanmu, padahal inilah realitas hidup yang perlu kita jalani. Jadi, daripada minder dan merasa selalu dirugikan sampai membuatmu rendah diri, mending fokus lakukan upaya terbaikmu untuk menjalani hidup yang lebih bermakna.

Sadari bahwa pikiran-pikiran tersebut adalah bagian dari diri kita. Dengan begitu, kita bisa melihatnya dari sisi positif dan dapat menjalani hidup tanpa rasa insecure berlebih.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela