Luhut Prediksi Puncak Kasus Omicron di Indonesia Terjadi Awal Februari 2022

Fimela Reporter13 Jan 2022, 13:26 WIB
Diperbarui 13 Jan 2022, 13:29 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok Kemenko Marves)

Fimela.com, Jakarta Terus meningkatnya jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia pada beberapa minggu ini membuat pemerintah mengambil beberapa langkah kebijakan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memprediksi jumlah kasus akan memuncak pada awal Februari 2022.

Dikutip dari Liputan6.com, pada Kamis (13/01/2022). Berdasarkan hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, kata Luhut, Covid-19 varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta.

Dalam keterangan persnya, Luhut menyampaikan bahwa perkiraan puncak gelombang dari Covid-19 varian Omicron di Indonesia akan terjadi pada awal Februari. 

Menurutnya, kasus di Indonesia diharapkan tidak akan meningkat setinggi negara lain, strategi penanganan varian Omicron akan berbeda dengan varian Delta, ia menilai kali ini Indonesia lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang. Pasalnya, Luhut mengatakan sebagian besar kasus varian Omicron yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan.

 

Imbauan Tidak ke Luar Negeri

Pesawat
Ilustrasi Pesawat/https://unsplash.com/Nick Morales

Mengingat lonjakan kasus banyak datang dari luar negri, Luhut menghimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri terlebih dahulu dalam jangka waktu 2 hingga 3 minggu kedepan. Disisi lain, luhut memastikan pemerintah akan terus memonitor secara ketat perkembangan dari kasus Covid-19 varian Omicron, dan akan mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan dikutip dari Liputan6.com, pada Kamis (13/01/2022).

Kasus Omicron Banyak Terinfeksi dari Luar Negeri

Ilustrasi varian COVID-19, omicron
Ilustrasi varian COVID-19, omicron. (PHoto by brgfx on Freepik)

Luhut melaporkan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai bertambah 802 per Selasa, 11 Januari 2022. Dia mengatakan peningkatan kasus tersebut banyak terjadi para pelaku perjalanan luar negeri. Dari 537 kasus di Jakarta, 435 kasus terjadi pada pelaku perjalanan luar negeri, dikutip dari Liputan6.com, pada Kamis (13/01/2022).

Dengan menunda perjalanan ke luar negri, tentu saja akan mengurangi resiko penularan Covid-19 varian Omicron ini.

*Reporter : Jeihan Lutfiah Zahrani Yusuf

# Women For Women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela