Ketahui 4 Teori Mimpi yang Populer dalam Sains, Begini Penjelasannya

Imelda Rahma16 Jan 2022, 17:53 WIB
Diperbarui 16 Jan 2022, 18:16 WIB
Mengubah Posisi Tidur

Fimela.com, Jakarta Selama berabad-abad orang telah merenungkan arti mimpi. Peradaban awal menganggap mimpi sebagai media antara duniawi dengan dunia para dewa. Dahulu, orang Yunani dan Romawi yakin bahwa mimpi memiliki kekuatan kenabian tertentu.

Hingga saat ini, sudah ada banyak mitos terkait tafsir mimpi yang ditemukan di internet. Seperti makna mimpi gigi copot sampai mimpi bertemu hantu.

Namun, sebenarnya fenomena mimpi dapat dijelaskan secara secara ilmiah, terdapat berbagai teori yang menjelaskan makna mimpi dengan berbagai macam pendekatan. 

Meskipun ada minat besar dalam interpretasi mimpi manusia, baru pada akhir abad kesembilan belas, Sigmund Freud dan Carl Jung mengajukan beberapa teori mimpi yang modern.

Apakah kamu penasaran dengan teorinya? Berikut Fimela.com kali ini telah merangkum 4 teori mimpi yang populer dalam sains. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Mimpi sebagai Bentuk Pemenuhan Keinginan - Sigmund Freud

Mimpi sebagai Bentuk Pemenuhan Keinginan - Sigmund Freud
Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/Andrea

Psikoanalisis terkenal Sigmund Freud adalah orang pertama yang menyarankan bahwa mimpi dapat melayani tujuan ilmiah tertentu. Dia menjadi percaya bahwa mimpi sering kali merupakan bentuk pemenuhan keinginan, kata American Psychoanalytic Association.

Dalam mimpi, subjek bisa mewujudkan keinginan yang tidak bisa dia penuhi dalam kehidupan nyata. Beberapa jenis mimpi, bagaimanapun, terbukti bermasalah dalam model ini, seperti mimpi yang melibatkan hukuman atau peristiwa traumatis.

Freud percaya bahwa dalam kondisi tertentu, mimpi terkadang berfungsi sebagai cara bagi pasien untuk mengungkapkan rasa bersalah atau mengatasi trauma. Semua dugaan ini berperan dalam teori mimpi Freud secara keseluruhan, bahwa mimpi adalah manifestasi dari kerja otak yang tidak disadari.

Mimpi sebagai Ekspresi Mental Secara Langsung - Carl Jung

Mimpi sebagai Ekspresi Mental Secara Langsung - Carl Jung
Ilustrasi Mimpi Credit: pexels.com/Jung

Freud dan Carl Jung berasal dari masa yang sama, mereka tidak sepaham mengenai sifat mimpi. Carl Jung percaya bahwa mimpi sebenarnya merupakan ekspresi langsung dari pikiran seseorang itu sendiri. 

Bagi Jung, mimpi mengungkapkan keadaan bawah sadar individu melalui bahasa simbol dan metafora. 'Bahasa' ini alami untuk keadaan tidak sadar, tetapi sulit untuk dipahami karena sangat bervariasi dari bahasa di kehidupan sehari-hari.

Secara khusus, Jung juga percaya bahwa arketipe universal (atau gambar) yang melekat pada semua kesadaran memiliki dua fungsi: untuk mengimbangi ketidakseimbangan dalam jiwa si pemimpi dan untuk memberikan gambaran masa depan yang prospektif yang memungkinkan si pemimpi mengantisipasi kejadian di masa depan.

Teori Aktivasi-Sintesis - Allan Hobson dan Robert McCarley

Teori Aktivasi-Sintesis - Allan Hobson dan Robert McCarley
Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/Andrea

Namun, teori lain muncul dengan penemuan Rapid Eye Movement (REM). Teori Aktivasi-Sintesis digagas oleh profesor Harvard Allan Hobson dan Robert McCarley pada 1970-an, jelas Joe Griffin dari Human Givens Institute. Hobson dan McCarley menemukan bahwa selama tidur REM, sinyal listrik yang disebut rekaman elektroensefalogram atau EEG, melewati otak.

Mereka berteori bahwa otak secara alami bereaksi dengan mencoba memahami stimulus acak. Jadi, mimpi tidak memiliki makna intrinsik; mereka hanya efek samping dari aktivitas normal otak. Sementara, teori ini revolusioner pada saat itu, kemajuan teknologi yang terus-menerus telah menyebabkan revisi yang luar biasa dari teori ini.

Teori Simulasi Ancaman - Antti Revonsuo

Teori Simulasi Ancaman - Antti Revonsuo
Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/Andrea

Psikolog asal Finlandia Antti Revonsuo adalah salah satu peneliti terbaru yang menyarankan teori meyakinkan tentang fungsi mimpi. Revonsuo menemukan bahwa selama tidur REM, amigdala (bagian otak yang melawan atau lari) benar-benar menyala dengan cara yang sama seperti saat mengancam kelangsungan hidup.

Menurut Revonsuo, fungsi utama dari mimpi negatif adalah latihan untuk kejadian nyata yang serupa sehingga pengenalan dan penghindaran ancaman terjadi lebih cepat dan lebih otomatis dalam situasi nyata yang sebanding. Dengan kata lain, mimpi adalah sifat evolusioner yang dirancang untuk membantu kita berlatih menjadi aman.

Ladies, itulah beberapa teori yang bisa menjelaskan mimpi secara ilmiah. Semoga informasi ini dapat menjawab rasa penasaranmu mengenai fenomena mimpi yang kamu alami setiap malam. 

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela