7 Penyebab Terjadinya Bullying yang Sering Dialami Anak di Sekolah

Kezia Prasetya Christvidya19 Jan 2022, 08:40 WIB
Diperbarui 19 Jan 2022, 09:17 WIB
bullying

Fimela.com, Jakarta Bullying atau penindasan terhadap anak sering kali dilakukan di lingkungan sekolah. Padahal sekolah merupakan tempat untuk belajar, menuntut ilmu dan juga cita-cita. Seorang anak yang menjadi korban bullying, biasanya akan mengalami trauma dan takut bertemu dengan teman-teman di sekolah.

Bullying adalah tindakan penindasan, kekerasan, ancaman atau paksaan terhadapa orang lain, yang menyebabkan korbannya jadi malas, takut dan selalu terintimidasi di sekolah. Perilaku bullying ini biasanya melibatkan kesenjangan kekuatan fisik, ekonomi dan sosial antar siswanya.

Penyebab terjadinya bullying ada bermacam-macam, yang seharusnya juga disadari oleh orang tua. Berikut penyebab terjadinya bullying dan cara menolong anak yang menjadi korban bullying di sekolah, dilansir dari beberapa sumber:

Penyebab Terjadinya Bullying

bullying
ilustrasi penyebab bullying/Sydney Sims/unsplash

1. Pernah Jadi Korban Kekerasan di Rumah

Terjadinya bullying bisa disebabkan karena pelaku pernah menjadi korban kekerasan di rumah. Jika seorang anak menyaksikan perkelahian orang tuanya, dan mendapatkan perilaku kekerasan oleh orang tuanya, maka anak akan berisiko melakukan bullying kepada temannya di sekolah.

2. Tidak Percaya Diri

Seorang anak bisa melakukan bullying jika ia tidak percaya dengan dirinya sendiri. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan yang ada di dalam dirinya, sehingga bullying akan terjadi untuk menindas teman di sekolah yang memiliki kelebihan, namun kelebihan tersebut tidak dimiliki pelaku bullying.

3. Terlalu Dibebaskan Orang Tua

Ada sebagian orang yang terlalu bebas mendidik anaknya, dan selalu mengizinkan anaknya melakukan segala hal yang membuatnya senang. Perilaku orang tua ini disebut dengan pola asuh permisif. Anak akan merasa bebas melakukan apapun tanpa merasa bersalah.

4. Ingin Menjadi Populer

Sering kali di sekolah terjadi kesenjangan sosial, yang menyebabkan seorang anak ingin terlihat lebih populer daripada siswa lainnya. Dengan melakukan bullying, anak tersebut akan dikenal semua siswa di sekolah tersebut, sehingga keinginannya untuk menjadi populer dan berkuasa akan terpenuhi.

Penyebab Terjadinya Bullying

bullying
ilustrasi penyebab bullying/Noah Buscher/unsplash

5. Tidak Memiliki Rasa Empati

Sejak usia dini, seorang anak harus dibekali rasa empati terhadap sesamanya, untuk menghindari perilaku bullying dan membuat anak belajar menghargai perasaan orang lain. Tidak memiliki rasa empati bisa menyebabkan terjadinya bullying. Karena dengan melakukan bullying, pelaku akan merasa perbuatannya ini hanya bercandaan, padahal korbannya merasa kesakitan.

6. Kurang Perhatian di Rumah

Memiliki orang tua yang sangat sibuk, membuat seorang anak merasa kesepian dan kurang perhatian. Untuk mendapatkan perhatian lebih, anak tersebut akan melakukan perilaku bullying. Semakin dimarahin oleh guru, pelaku akan merasa senang karena merasa mendapatkan perhatian.

7. Senang Mengejek Orang Lain

Penyebab terjadinya bullying yang terakhir, yaitu karena senang mengejek orang lain. Perilaku yang awalnya dianggap bercanda, ternyata mengejek orang lain bisa menyakiti hati korban bullying dan menyebabkan trauma. Ejekan tersebut biasanya menyangkut ekonomi, ras, fisik, kemampuan dan gaya hidup teman di sekolahnya yang berbeda dengan pelaku bullying.

Cara Menolong Anak sebagai Korban Bullying

bullying
ilustrasi penyebab bullying/Jordan Whitt/unsplash

1. Mengajak Anak Komunikasi dengan Baik

Jika Sahabat Fimela memiliki anak yang selalu murung dan tidak mau sekolah, tandanya anak tersebut mengalami bullying di sekolahnya. Sebagai seorang ibu lebih baik memberikan perhatian kepada anak, dengan mendekatkan diri ke anak secara pelan-pelan, dan membujuknya untuk bercerita kepada ibunya tanpa harus memaksanya. Berikan anak waktu sampai anak tenang dan komunikasikan masalah anak dengan baik.

2. Mengajak Anak untuk Beraktivitas

Melihat anak yang menjadi korban bullying di sekolah, tentu saja akan membuat seorang ibu menjadi sedih, dan ingin menolong anaknya agar lebih bersemangat lagi. Untuk itu, luangkan waktu dan hiburlah anak agar tidak terpuruk, dengan mengajak anak untuk melakukan hal-hal yang positif.

3. Jangan Menghakimi

Saat anak menjadi korban bullying, lebih baik Mom jangan menghakimi atau menyalahkan anak. Karena anak sedang mengalami fase yang sangat tertekan, ingin menangis dan sering marah-marah. Lebih baik hubungi orang tua pelaku bullying, kemudian komunikasikan dengan baik-baik, tanpa menyalahkan satu dengan yang lainnya. Lalu, ajak anak untuk saling memaafkan dan berdamai dengan temannya.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela